Anggaran Fantastis Pemkot Tangsel, Konsumsi Rapat Rp 60 Miliar, Bangun Jalan Rp 731 Juta, Dibongkar Aktris Leony

Kejanggalan anggaran Pemkot Tangsel ini dikritisi Leony Vitria Hartanti, yang dulu dikenal sebagai salah satu personel Trio Kwek Kwek. Kritikan tajam ini diunggah di layar instagram @leonyvh dan beredar viral di media sosial.

Tangkapan Layar Instagram Leony Bongkar Anggaran Fantastis Pemkot Tangsel

Tangerang Selatan, EDITOR.ID,- Warga Tangerang Selatan harus lebih kritis mengawasi pengelolaan anggaran belanja Pemerintah Kota (Pemkot). Pasalnya, untuk anggaran konsumsi rapat saja dialokasikan Rp 60 miliar, beli alat tulis kantor (ATK) sampai Rp 38 miliar. Ehhh giliran membangun jalan cuma dianggarin Rp 731 juta. Sungguh tidak masuk akal. BPK dan KPK harus mencermati penggunaan anggaran yang menggunakan pajak rakyat ini.

Kejanggalan anggaran Pemkot Tangsel ini dibongkar oleh aktris dan selebgram Leony Vitria Hartanti, yang dulu dikenal sebagai salah satu personel Trio Kwek Kwek.

Lewat Instagram Story-nya, @leonyvh, Leony mengunggah potongan dokumen Laporan Keuangan Pemkot Tangsel 2024 setebal 520 halaman. Kritikan tajam Leony ini beredar viral di media sosial dan mendapat dukungan dari ratusan netizen.

Dikutip dari Antara, Rabu (24/9/2025), Leony mengunggah pos anggaran konsumsi yang tersebar hampir di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), mencakup kebutuhan konsumsi untuk rapat, sosialisasi, pelatihan, hingga perjalanan dinas.

Dari situ, dia menyoroti beberapa pos anggaran yang menurutnya bikin geleng-geleng kepala.

Anggaran Souvenir Rp 20 Miliar

Mantan penyanyi cilik ini menyoroti beberapa pos anggaran yang terbilang fantastis untuk beberapa kategori, misalnya anggaran souvenir Rp20 miliar.

Anggaran Makan Minum Rapat Rp 60 Miliar Lebih

Leony membongkar anggaran makan dan minum Pemkot Tangsel pada 2024. Dalam laporan keuangan yang dia dapat, terungkap anggaran makan-minum untuk kegiatan rapat meningkat dari Rp 50,07 miliar pada tahun sebelumnya menjadi Rp 60,29 miliar pada tahun anggaran 2024.

“Souvenir Rp 20 M. Makanan dan minuman rapat Rp 66 M. Sampai penambah daya tahan tubuh dan pakaian pun kita belanjain mereka,” tulis Leony di unggahan story Instagram miliknya.

Belanja Alat Tulis Rp 38 Miliar, Buat Beli Pensil Sebesar Itu?

Tidak hanya itu, Leony juga menyoroti anggaran besar lainnya seperti belanja alat kantor Rp38 miliar, hingga perjalanan dinas luar negeri yang melonjak drastis jadi Rp 1,46 miliar.

Anggaran untuk jamuan tamu juga mengalami kenaikan dari Rp 6,75 miliar menjadi Rp 7,22 miliar.

Jalan-Jalan ke Luar Negeri Pejabat Dianggarkan Rp1,46 Miliar

Pada 2024, realisasi perjalanan dinas luar negeri Pemkot Tangsel itu tercatat mencapai Rp 1,46 miliar.

Bangun Jalan, Jaringan Irigasi Cuma Rp 173 Juta

Leony menggarisbawahi besaran angka-angka fantastis itu berbanding terbalik dengan anggaran yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat seperti pemeliharaan fasilitas umum, layaknya jalan, jaringan, dan irigasi, yang hanya mendapat Rp 731 juta.

“Kita enggak boleh suudzon. Mungkin di Tangsel enggak banyak jalan rusak, jadi segitu aja sudah cukup biayanya selama setahun,” ujarnya.

Pendapatan Daerah Rp 5 Triliun Tak Berguna Bagi Masyarakat

Kemudian Leony menyoroti pendapatan daerah Pemkot Tangsel sebanyak Rp 5 triliun pada tahun lalu. Namun, Leony menilai, pendapatan daerah itu tidak terbagi rata di kalangan masyarakat.

Pemkot Tangsel Bela Diri

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie akhirnya menjawab kritikan tajam Leony. Walikota 2 periode itu menegaskan bahwa seluruh anggaran yang tercantum dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah LKPD sudah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan setiap tahun diunggah ke website resmi Pemkot sejak 2019 sebagai wujud transparansi.

“Laporan ini sangat tebal, tahun 2024 mencapai 520 halaman. LKPD tidak memuat rincian detail karena kalau dijabarkan bisa dua sampai tiga kali lipat lebih tebal. Rincian kegiatan dan sub kegiatan ada di dokumen lain,” kata Benyamin kepada awak media, Selasa, (23/9/2025).

Benyamin mencontohkan anggaran konsumsi rapat yang disebut mencapai Rp66 miliar. Menurutnya, dana tersebut bukan hanya untuk kebutuhan internal, tetapi tersebar di 37 perangkat daerah, sekolah negeri, rumah sakit, dan puskesmas.

“Misalnya belanja mengenai makan minum rapat sebesar Rp 66 miliar yang di-upload di medsos itu, penjelasannya adalah bahwa ini ada tersebar di 37 perangkat daerah, termasuk 6 TK negeri, 157 SD negeri, 24 SMP negeri, 3 RSUD, dan 35 puskesmas di Kota Tangsel,” ujarnya.

“Termasuk makan pasien RSUD, sosialisasi kesehatan, hingga musrenbang di tingkat kelurahan sampai kota,” imbuhnya.

Dia menyebut alokasi belanja mengenai makan-minum yang tertera sebesar Rp 66 miliar termasuk pembiayaan makan-minum pasien yang berobat di tiga rumah sakit umum daerah (RSUD) di wilayah tersebut.

“Ini dana makan-minum secara keseluruhan, misalnya pasien di tiga RSUD makan-minum secara keseluruhan. Termasuk makan-minum untuk pasien rawat inap,” katanya.

Benyamin menyebut anggaran ini tersebar di 37 perangkat daerah. Termasuk enam taman kanak-kanak (TK) negeri, 157 sekolah dasar (SD) negeri, 24 sekolah menengah pertama (SMP) negeri, tiga RSUD, dan 35 puskesmas.

“Biaya di RSUD bukan untuk pasien, tetapi untuk kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan,” ucapnya.

Selain itu dirinya menegaskan bahwa yang disebut Leony terkait anggaran pemeliharaan jaringan, jalan, dan irigasi sebanyak Rp 731 juta bukanlah anggaran pemeliharaan jalan secara keseluruhan yang mencapai Rp 500 miliar lebih.

“Yang keseluruhan jaringan jalan sih sekitar 500 miliar lebih jadi 731 juta untuk satu kegiatan saja dan itu untuk perbaikan jaringan listrik di Pemkot,” kata Benyamin.

Namun, meski pelaporan anggaran itu menuai polemik, Pemkot Tangsel terbuka terhadap kritik publik, termasuk dari kalangan artis seperti Leony.

“LKPD adalah dokumen resmi yang setiap tahun mendapatkan opini WTP dari BPK,” ucap dia. (*)

Leave a Reply