Ahok Tak Takut Diperiksa Kejagung, Klaim Punya Data dan Akan Penjarakan…

Ahok bahkan mengklaim punya data dan siap memenjarakan siapa-siapa saja yang terlibat. Ahok mengaku siap buka-bukaan soal dugaan korupsi tersebut.

Mantan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam sebuah wawancara dengan kanal Narasi di Youtube. Foto Tangkapan Layar Kanal Narasi.id di Youtube

Ahok diketahui menjabat sebagai Komut PT Pertamina (Persero) sejak 22 November 2019 berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) No.SK-282/MBU/11/2019 tanggal 22 November 2019.

Dia kemudian mengajukan surat pengunduran diri pada 2 Februari 2024 yang dikirimkan ke Kementerian BUMN selaku pemegang saham Pertamina.

7 Tersangka Korupsi Minyak Mentah

Sebagai informasi, Kejagung menetapkan tujuh tersangka di kasus kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, subholding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023. Kerugian negara dalam perkara tersebut ditaksir mencapai Rp193,7 triliun.

“Kerugian keuangan Rp193,7 triliun yang bersumber dari berbagai komponen,” tutur Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Abdul Qohar di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (24/2/2025).

Qohar merinci komponen kerugian negara tersebut, yakni berasal dari kerugian ekspor dalam negeri, kerugian impor melalui broker, kerugian impor melalui broker, serta kerugian dikarenakan subsidi. Saat ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih melakukan penghitungan hingga menuju angka pasti.

“Dan karena ini selama lima tahun 2018-2023, nanti finalnya akan kami sampaikan setelah perhitungan oleh audit BPK sudah selesai, yang pasti kami sudah gelar perkara dengan BPK, sudah kami tuangkan dalam risalah hasil ekspose sehingga di sana ditemukan kerugian keuangan negara,” kata Qohar.

Ketujuh tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan, terhitung tanggal 24 Februari 2025. Mereka yang ditetapkan tersangka adalah:

Riva Sihaan (RS) selaku Dirut PT Pertamina Patra Niaga;
Sani Dinar Saifuddin (SDS) selaku Direktur Optimasi Feedstock dan Produk PT Kilang Pertamina Internasional;
Yoki Firnandi (YF) selaku Dirut PT Pertamina Internasional Shipping;
Agus Purwono (AP) selaku Vice President Feedstock Manajemen PT Kilang Pertamina Internasional;
Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) selaku Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa;
Dimas Werhaspati (DW) selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim; dan
Gading Ramadhan Joedo (GRJ) selaku Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Dirut PT Orbit Terminal Mera.

(tim)

Leave a Reply