Settia

Agung Jual Channel Telegram Bjorka Senilai 100 Dolar, Biar Terkenal dan Dapat Duit

Agung pun ikut terseret dalam aksi peretasan yang dilakukan oleh Bjorka karena ia menjual akunnya kepada kelompok Bjorka yang latar belakangnya ini tak ia ketahui.

Jakarta, EDITOR.ID,- Hingga kini, hacker yang menamakan dirinya Bjorka masih misteri dan penuh teka-teki. Ia telah mencuri jutaan data pribadi milik warga Indonesia. Tak hanya dari kalangan orang biasa, sejumlah pejabat tinggi negara juga menjadi korban pencurian data Bjorka.

Hacker ini juga menyebarkan data Presiden, pejabat negara dan menteri di medsos Telegram. Bjorka bukan hacker sembarangan. Dia sering menantang pihak berwajib untuk menangkapnya.

Namun jejak langkahnya mulai tercium. Kejahatan hacker ini disinyalir diotaki pelaku dari tanah air.

Pasalnya, dalam niatnya melakukan kejahatan pembobolan data ini, pelaku sengaja menggunakan akun milik orang Indonesia agar data yang ia sebar bisa diakses dengan mudah kepada sasaran pembacanya.

Nah pelaku terdeteksi sempat membeli akun telegram milik Muhammad Agung Hidayatullah, 21, alias MAH. Pemuda yang tinggal di Madiun, Jawa Timur ini mengaku menjual Channel Telegram @Bjorkanism ke Hacker Bjorka.

Polisi sempat membawa Agung dan memeriksanya karena diduga sebagai pelaku.

Agung pun ikut terseret dalam aksi peretasan yang dilakukan oleh Bjorka karena ia menjual akunnya kepada kelompok Bjorka yang latar belakangnya ini tak ia ketahui.

Dari pemeriksaan terhadap Agung, diketahui pemuda Madiun ini ternyata mengaku telah menjual akun telegramnya pada seseorang misterius melalui dunia maya.

Bahkan Agung mengaku pernah berkomunikasi langsung dengan sang Hacker yang menjadi buronan pemerintah tersebut.

Agung mengaku berkomunikasi dengan Bjorka langsung dengan percakapan menggunakan Bahasa Inggris. Dari obrolan itu disepakati channel Telegram Bjorkanism yang MAH buat dijual ke Bjorka dengan transaksi sebesar US$100 dolar atau Rp1,4 juta dalam bentuk Bitcoin.

“Dalam percakapan di channel privasi tersebut, Bjorka membuat pengumuman yang punya akun @Bjorkanism akan dibeli seharga 100 dolar. Lalu saya DM dia, ternyata memang Bjorka itu,” ungkap Agung.

Sejak itu, akun dalam kendali Bjorka kendati pemiliknya tetap atas nama dirinya. Dari situlah polisi menetapkan Muhammad Agung sebagai tersangka karena perannya sebagai penyedia channel telegram dengan nama channel Bjorkanism.

Akun telegram Agung inilah yang kemudian kerap digunakan kelompok pembobol data Presiden dan pejabat negara untuk diumbar ke publik.

Sebagaimana yang sudah diberitakan, pada Rabu, 14 September 2022 lalu, seorang pemuda asal Madiun bernama Muhammad Agung Hidayatullah atau MAH ditangkap polisi karena diduga sebagai sosok dibalik akun Bjorka.

Setelah menjalani menjalani pemeriksaan selama 2 hari, akhirnya dipulangkan ke rumahnya pada Jumat, 16 September 2022. Namun pemuda asal Madiun tersebut tidak ditahan.

Leave a Reply