Viral “Sekolah Kandang Ayam” di Pelosok Gowa, Gubernur Sulsel Langsung Turun Tangan: 3 Kelas Permanen Siap Dibangun!

Mirip kandang ayam dan harus bertaruh nyawa menembus hutan liar demi ilmu, potret 17 anak di pelosok Gowa belajar dalam satu ruangan berdinding seng sukses bikin warganet mengelus dada. Negara akhirnya hadir? Simak faktanya di sini!

GOWA, EDITOR .ID — Potret dunia pendidikan kembali diuji dengan pemandangan memprihatinkan dari pelosok Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sekolah kelas jauh SD Inpres Borongbulo di Dusun Kampung Beru, Desa Borongbulo, Kecamatan Bontolempangan, mendadak viral setelah kondisinya terungkap menyerupai “kandang ayam”.

​Bangunan berukuran 6 x 8 meter tersebut berdiri seadanya dengan dinding seng—yang dulunya berupa anyaman bambu—hasil swadaya murni masyarakat setempat sejak tahun 2017. Inisiatif ini terpaksa diambil warga demi memutus rantai buta huruf, mengingat sekolah induk terdekat berjarak hingga 5 kilometer dengan medan ekstrem melintasi kawasan hutan lindung yang rawan binatang buas.

​Satu Ruangan untuk Enam Jenjang Kelas

​Keterbatasan fasilitas membuat sekolah ini jauh dari standar layak belajar. Sebanyak 17 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 harus berbagi satu ruangan yang sama dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Tidak ada perpustakaan, fasilitas sanitasi, maupun lapangan olahraga.

​”Memang harus digabung kalau belajar, jadi mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 digabung dalam satu ruangan karena cuma satu ruangan kelas,” ungkap Mikha, salah satu tenaga pengajar di sekolah tersebut.

​Lebih menyayat hati, kegiatan belajar sering kali terpaksa diliburkan total tatkala musim hujan tiba, sebab atap bangunan terlampau sering bocor dan strukturnya rawan roboh. Beban berat ini dipikul oleh dua orang guru honorer tanpa sertifikasi yang mendedikasikan diri meski diupah sangat minim, yakni sekitar Rp130.000 per bulan.

​Respon Cepat Gubernur dan Dinas Pendidikan

​Kabar memilukan ini akhirnya pecah di ruang publik dan dengan cepat menarik perhatian Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Tanpa menunggu lama, Gubernur langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk bergerak cepat meninjau lokasi.

​Pada Rabu (30/9/2026), perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Cabang Gowa langsung mendatangi titik lokasi terpencil tersebut guna melakukan investigasi dan validasi data teknis.

​“Saya diperintahkan langsung oleh pimpinan sebab Gubernur yang langsung menelepon ke pimpinan kami, dan pimpinan kami memerintahkan untuk mengambil data kelas jauh ini,” ujar Abdullah, pejabat Dinas Pendidikan setempat.

​Kepala SD Inpres Borongbulo induk juga turut dipanggil ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa untuk merampungkan administrasi lahan, termasuk penyerahan akta hibah dan denah lokasi. Sebagai tindak lanjut nyata dari viralnya kasus ini, pihak Dinas Pendidikan memastikan bahwa dalam waktu dekat lokasi tersebut akan segera dibangunkan tiga ruang kelas permanen berikut fasilitas pendukungnya guna memberikan hak belajar yang layak bagi anak-anak di perbatasan hutan Gowa. (*)

Leave a Reply