Jakarta, EDITOR.ID,- Instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang memerintahkan anak buahnya untuk menunda ikut pembekalan atau retret membuat kepala daerah asal dari kader PDIP kebingungan. Mereka sebenarnya sudah tiba di Magelang, Jawa Tengah. Tapi belum berani masuk ke Akademi Militer (Akmil) karena dilarang Megawati.
Bahkan, salah satu Bupati kader PDIP sementara memilih menginap di salah satu hotel di kota Yogyakarta karena hotel di Magelang sudah penuh. Kepala daerah asal PDIP ini mengaku standby sambil menunggu arahan dan perkembangan politik. “Saya memilih untuk beristirahat di hotel sambil menunggu perkembangan selanjutnya,” kata salah satu Bupati yang enggan disebut namanya.
55 Kepala Daerah PDIP Sudah Kumpul di Magelang Tapi Bingung
Sementara itu dihubungi terpisah Wali Kota (Walkot) Yogyakarta Hasto Wardoyo menyebut 55 kepala daerah kader PDI Perjuangan (PDIP) telah berkumpul di Magelang, Jawa Tengah (Jateng). Mereka menunggu arahan dari DPP PDIP terkait waktu untuk mengikuti Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang.
Hasto Wardoyo mengatakan, kader-kader PDI-P telah bersiaga untuk ikut retreat, meski belum menentukan kapan mereka akan masuk ke Akademi Militer.
“Iya, tadi kan sudah dijelaskan oleh Mas Pram, Pak Pramono Anung (gubernur Jakarta), bahwa kita semua ini siap untuk mengikuti retreat, dan waktunya, kapan masuknya akan ditentukan,” kata Hasto di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu sebagaimana dilansir dari detikjateng.com.
Para kepala daerah tersebut kini tengah menunggu terkait kepastian kapan mereka masuk arena retret. Hasto menyebut ada komunikasi intens yang dilakukan PDIP dengan pemerintah dan penyelenggara.
“Makanya semua ini ada standby di sekitar sini. Kemudian komunikasi intens diwakili Mas Pram dengan pemerintah maupun dengan penyelenggara,” ujar Hasto.
Pramono Komunikasi dengan Panitia, Kepala Daerah PDIP Tunggu Perintah
Hasto menjelaskan, Pramono Anung kini sedang berkomunikasi intens dengan Kementerian Dalam Negeri terkait dengan retreat tersebut.
Hasto menungkapkan, Pramono menjadi perwakilan PDI-P agar komunikasi dengan pemerintah terkait retreat bisa lebih lancar. Puluhan kepala daerah kader PDIP ini masih menunggu hasil komunikasi tersebut.
“Sehingga komunikasi yang dilakukan Pak Pramono tentu sudah mewakili dua arah, ya mewakili kami-kami yang ada di sini standby untuk masuk, kemudian juga mewakili keputusan-keputusan yang ada di DPP,” kata Hasto.
“Kemudian juga mengkomunikasikannya dengan pemerintah pusat dan penyelenggara, tentu dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri,” ujar mantan Bupati Kulon Progo ini.












