Jakarta, EDITOR.ID,- Kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang berlokasi di Jalan Kutai Utara No. 1, mendadak viral setelah muncul penyebutan nama “Tembok Ratapan Solo” di Google Maps. Penandaan nama tersebut tertera tepat di lokasi rumah Jokowi yang berada di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Fenomena ini semakin ramai diperbincangkan setelah beredar video seorang pemuda yang berdiri di depan gerbang rumah tersebut dan beraksi seolah-olah sedang meratap.
Video tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Instagram Indopium dan kemudian menyebar luas ke berbagai platform media sosial.
Tembok Ratapan di Solo kini jadi salah satu spot paling hype buat anak muda Gen Z. Tembok Ratapan Solo yang dulunya cuma tembok biasa, sekarang berubah jadi tembok untuk meminta kesuksesan.
Dalam unggahannya, akun @indopium_ menyebut “Tembok Ratapan Solo” sebagai salah satu spot yang tengah populer di kalangan generasi Z.
“Tembok Ratapan di Solo kini jadi salah satu spot paling hype buat anak muda Gen Z,” tulis akun tersebut.
Sebelumnya sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok warga yang disebut berasal dari Brebes menggelar tahlilan di jalan, tepat di depan pagar kediamannya di kawasan Sumber, Banjarsari, Surakarta.
Dalam video tersebut, rombongan tampak duduk berkelompok di tepi jalan sambil melantunkan doa dan bacaan tahlil.
Aksi ini sontak memicu beragam reaksi warganet. Ada yang menilai sebagai bentuk ekspresi doa dan aspirasi, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan kelaziman tindakan tersebut, terutama karena dilakukan di ruang publik dan di depan kediaman pribadi.
Hal menarik lainya ada warga dari pasuruan rela datang ke kediaman pribadi Jokowi demi minta karomah dari presiden ke 7 itu.
Ajudan Jokowi, Ajun Komisaris Besar Syarif Muhammad Fitriansyah mengakui dirinya telah mengetahui perubahan nama yang sempat muncul di Google Maps itu.
“Ya, saya sudah tahu,” ujarnya menanggapi viralnya rumah Jokowi yang disebut “Tembok Ratapan Solo” tersebut.
Menurut Syarif, perubahan nama tersebut biasa saja. Ia juga maklum dengan kedatangan masyarakat ke kediaman Jokowi setelah Tembok Ratapan Solo itu viral di Tiktok.
Setelah viral, Syarif mengatakan memang banyak warga yang datang untuk mengabadikan momen.
“Ya ada aja,” katanya.
Imbau Warga Jangan Meratap di Rumah Jokowi
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi meratap di depan gerbang kediaman tersebut. Syarif menyebut masih ada sejumlah pengunjung yang mencoba meniru aksi serupa hingga hari ini.
“Kita imbau supaya tidak melakukan hal yang serupa. Karena di sini merupakan kediaman Bapak Joko Widodo dan Ibu Iriana, bukan Tembok Ratapan Solo,” ujarnya.
Terkait pengamanan di area kediaman Jokowi, Syarif mengatakan tidak ada rencana pengetatan atau pembatasan kunjungan, baik dari jumlah pengunjung atau durasi kunjungan.
“Tidak ada (pembatasan), tetap seperti biasa saja,” ujar Syarif.
Siapa yang Lakukan Itu
Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menjelaskan publik harus menelaah siapa pihak yang bertanggung jawab melakukan hal tersebut.
“Itu yang membuat siapa? harus dilihat itu terlebih dahulu. Jangan nanti ditarik-tarik ke agama tertentu atau dijadikan Jokowi sebagai nabi,” kata Ahmad Ali merespons terkait viral di media sosial penanda rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Google Maps disebut sebagai tembok ratapan Solo sebagaimana JPNN.com, Rabu (13/2/2026).
Dia memastikan hal itu tidak dilakukan oleh kader PSI maupun keluarga Jokowi.
Di sisi lain, menurutnya, banyaknya masyarakat yang hadir ke rumah Jokowi itu menunjukkan kecintaan dan kerinduan mereka kepada sosoknya.
“Yang pasti bagi PSI hadirnya masyarakat di kediaman beliau itu bentuk kecintaan kepada Pak Jokowi. Dan kami juga tidak ingin hal ini nanti ditarik-tarik atau dikaitkan dengan agama tertentu,” tutur Ali.
“Jadi, harus dilihat lagi itu yang melakukan dari siapa? Apakah itu dari kelompok pembenci beliau yang memang sengaja untuk menjatuhkan beliau, kita tidak tahu,” sambungnya.
Bukti Jokowi Dicintai Rakyat
Sementara itu menanggapi soal “Tembok Ratapan Solo,” Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie menyebut, itu merupakan bentuk kreativitas masyarakat.
“Memang kreatif netizen kita,” kata Grace Natalie dikonfirmasi, Rabu (18/2).
Grace mengungkapkan, kediaman Jokowi yang berlokasi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, tidak pernah sepi didatangj masyarakat dari berbagai daerah.
Menurutnya, berbagai latar belakang masyarakat kerap mendatangi rumah Jokowi untuk sekadar berfoto atau bersalaman.
“Rumah Pak Jokowi memang tidak pernah sepi pengunjung, selalu ada warga yang ingin bertemu Bapak, untuk salaman, berfoto, melepas kangen, karena Bapak sudah purnatugas,” ungkapnya.
Grace menilai, ramainya masyarakat yang kerap mendatangi rumah Jokowi, bukti nyata kecintaan rakyat.
“Ini bukti nyata bahwa beliau memang dicintai masyarakat,” tegasnya. ***












