Jakarta, EDITOR.ID,- Kabar baik. Ustadz kondang yang banyak dikenal masyarakat luas, Ustadz Adi Hidayat, kini telah diterima sebagai dosen tetap Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Raihan prestasi ini semakin mendekatkan peluang Ustadz Adi Hidayat untuk mewujudkan mimpinya meraih Guru Besar atau Profesor.
Ustadz Adi Hidayat akan mengajar di Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana (SPs) UPI sejak Jumat, 1 Agustus 2025. Penerimaan dosen baru tersebut dilaksanakan di Auditorium Sekolah Pascasarjana (SPs) Lt. 5 Jl. Dr. Setiabudhi No.229, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/8/2025).
Perjalanan Adi Hidayat Jadi Dosen UPI
Dai yang banyak mengisi pengajian di kanal Youtube ini mengaku bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan jalan kemudahan dan berkat dalam hidupnya menjadi dosen tetap di UPI Bandung.
“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, dapat bergabung dengan UPI karena hanya universitas ini yang menyematkan pendidikan dalam namanya,” kata Adi lewat keterangan tertulis dari UPI Bandung, Jumat 1 Agustus 2025.
Selain itu Ustadz Adi Hidayat juga mengucapkan terima kasih kepada rektor dan seluruh sivitas akademika UPI yang memberi kepercayaan untuk andil dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian ke masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada sivitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia yang telah memberikan ruang bagi saya untuk menjadi bagian dari keluarga besar UPI,” ungkap Adi Hidayat dari laman UPI, Minggu (3/8/2025).
Lebih lanjut ia berharap agar kehadirannya dapat turut menguatkan kontribusi UPI dalam menyiapkan generasi emas Indonesia.
“Dalam waktu dekat, harapannya bisa menjadi satu jangkar yang kuat untuk menyiapkan generasi Indonesia yang terbaik. Kita berharap UPI mampu mewujudkan cita-cita menjadi kampus terdepan yang memberikan sinar berkemajuan,” imbuhnya.
Adi Hidayat juga menekankan pentingnya kerja kolektif yang profesional demi memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Menurut dia, banyak kampus yang memintanya mengajar namun ia memilih ke UPI. Adi berharap kehadirannya dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya kolektif UPI dalam mencetak generasi bangsa yang bertakwa melalui pendidikan.
UPI Tawarkan Profesor Honoris Causa Tapi Ditolak Ustadz Adi Hidayat
Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi mengungkapkan, sebelum diangkat sebagai dosen, pihak UPI sebelumnya pernah menawarkan Profesor honoris causa setelah ustad Adi Hidayat mendapat gelar doktor dari kampus lain.
Pilihan lain yang ditawarkan UPI adalah profesor kehormatan, namun Adi menolaknya karena tidak ingin terkesan seremonial dan cari nama.
“Enggak apa-apa katanya, lama untuk bisa jadi guru besar setelah jadi dosen tetap,” kata Didi.
Mengajar Apa Adi Hidayat di UPI?
Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, mengatakan pengangkatan dai kondang itu oleh UPI sebagai dosen non-pegawai negeri sipil.
“Mengajarnya kemungkinan semester depan mulai September,” ujarnya kepada Tempo, Jumat 1 Agustus 2025.
Kampus UPI, menurut Didi, telah lama berinteraksi dan bersahabat dengan Adi Hidayat yang beberapa kali datang untuk berceramah di masjid kampus.
Penempatan Adi di program studi linguistik sekolah pascasarjana menurut Didi sesuai gelar pendidikannya. “Karena S3 beliau di Libya itu dalam bidang linguistik,” ujarnya.
Soal kesibukan Adi Hidayat yang antara lain sebagai penceramah agama menurut Didi, waktu mengajarnya tidak setiap hari. Tugasnya sebagai dosen di kampus bisa saat beraktivitas di Bandung.
“Bisa mengajar itu satu atau dua kali dalam seminggu dan bisa juga dilakukan secara daring,” kata Didi. Bisa juga Adi Hidayat merekam dulu videonya mengajar untuk disampaikan ke UPI.
UPI butuh dosen yang berkualitas
Prof Didi Sukyadi menambahkan bahwa kualitas SDM merupakan kunci utama kemajuan sebuah universitas. Karena itu dibutuhkan pengajar yang berkualitas.
“Kita yakin bahwa universitas itu akan maju, akan bagus kalau SDM-nya bagus. Salah satu SDM itu adalah dosen, dan kita mendapatkan orang seperti beliau yang kualitasnya luar biasa,” ujarnya.
Rektor berharap kehadiran Adi Hidayat sebagai dosen di Kampus Bumi Siliwangi UPI Bandung bisa memperluas jaringan dengan universitas dunia. “Kalau untuk menarik minat mahasiswa itu nomor sekian,” kata Didi.
Lebih lanjut dikatakan, kehadirannya tersebut diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap para dosen lainnya, sekaligus membuka peluang baru melalui jaringan (networking) yang dimilikinya.
Hal ini diyakini dapat mendukung pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa secara lebih luas.
“Dengan jaringan yang beliau miliki, berbagai kesempatan bisa muncul dan dimanfaatkan untuk pengembangan dosen dan mahasiswa. Saya pikir ke depan akan ada banyak kegiatan yang diinisiasi oleh beliau,” tambahnya.
Sosok Adi Hidayat
Adi Hidayat menamatkan jenjang S1 Kulliyyah Dakwah Islamiyyah, Tripoli, Libya (2005 – 2009), lalu jenjang S2 International Islamic Call College, Tripoli, Libya.
Ia diketahui mendapatkan gelar doktor honoris causa dalam bidang sains, kerja profesional kebudayaan, dan diseminasi di masyarakat Arab dari International Astrolabe University.
Sementara dari dalam negeri, ia mendapatkan gelar doktor honoris causa bidang manajemen pendidikan Islam dari Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta pada tahun 2023. (tim)












