Tuduh Ustadz Adi Hidayat “Kafir” Soal Halalkan Musik, Maryono Diburu Pemuda Muhammadiyah Jateng

Maryono Al-Atsary menyebut Ustadz Adi Hidayat (UAH) kafir. Hal itu dilontarkannya lantaran ia menilai bahwa pendakwah kondang tersebut telah menghalalkan musik. Pernyataan UAH sempat viral di publik.

Ustadz Adi Hidayat

Manurut Ustaz Adi, jenis musik tersebut ialah musik Islami, yang tak melenceng dari kaidah dan syariat Islam dan menafsirkan Al-Quran surah Asy-Syuara, surahnya para pemusik.

Meskipun demikian Ustaz Adi juga mengakui terdapat jenis musik yang memang tidak diinginkan dalam Islam.

“Ada jenis musik haram yang dimaksud adalah musik yang dapat melalaikan seseorang dari ibadah,” terangnya.

“Dimaktumkan di ayat 224 sampai 227. ‘Tahukah engkau para pemusik itu umumnya, rata-rata, menghabiskan waktu,” katanya.

Ustaz Adi juga menjelaskan bahwa jenis musik tersebut haram, adalah music yang dapat merusak seseorang.

“Utak-atik, utak-atik turun lembah cari-cari inspirasi, tapi liriknya nggak ada yang bermakna, cuma merusak saja, buang-buang waktu, buang-buang aktivitas. Itu tidak diinginkan dalam Islam,” paparnya dalam menafsirkan potongan ayat tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ustaz Adi juga mengatakan bahwa adanya sahabat Nabi yang pandai bersyair dan dijululi Syairun Nabi atau pemusik di samping Nabi.

“Dia keluarkan syiir, syiir Islami dan diangkat Nabi menjadi Syairun Nabi, pemusik di samping Nabi. Dan Hasan bin Tsabit penghafal Al-Quran,” terang Ustaz Adi Hidayat.

Seperti dilansir dari kanal YouTube Ustaz Adi Hidayat memberikan penjelasan lengkap tentang hukum musik menurut Islam. “Setiap suara yang menghasilkan irama itu disebut dengan musik,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

“Ini dibagi dua nanti,” lanjutnya. Ada yang tidak menggunakan alat, murni dari suara.

Biasa digunakan oleh masyarakat Arab saat menyairkan syair. Para penyair ini disinggung oleh Al Quran karena mereka pada zaman jahiliyah memilih untuk melalaikan ibadah demi mendapatkan inspirasi syair.

Walau begitu, tak sedikit juga penyair muslim, bahkan ada di antaranya termasuk sahabat Nabi yang selalu membela Rasulullah. Menurut Ustaz Adi Hidayat, para penyair yang menggunakan syairnya untuk hal-hal kebaikan inilah yang disanjung oleh Al Quran.

“Kecuali para penyair yang beriman kepada Allah SWT, dan dengan syairnya dijadikan untuk membela Islam dan mengangkat nilai-nilai kebaikan,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Nabi Muhammad juga pernah ketika pulang dari perang disambut dengan lantunan syair dan beliau diam.

Dari sinilah menurut Ustaz Adi Hidayat, para ulama sepakat dalam perkara syair atau musik yang berasal dari suara itu ada yang dicela sampai hukumnya haram, ada juga yang dibolehkan.

Yang diharamkan itu yang membuat diri lalai terhadap Allah, serta mengandung kalimat-kalimat yang buruk. Sementara yang dibolehkan adalah yang mengajak pada kebaikan dan ini dibenarkan oleh para ulama.

Leave a Reply