Toleransi Indonesia Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H

Ilustrasi Toleransi Indonesia

Penulis : Andi Salim

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar, Walillah Ilham. Melaksanakan berbagai amalan dan ibadah, serta meninggikan ketakwaan kepada Allah merupakan sasaran aktifitas yang dianjurkan kepada siapa saja selaku umat muslim dimana pun berada.

Maka puasa yang telah dijalankannya selama sebulan penuh, menjadikan seseorang hadir kembali dengan jiwa dan raganya yang lebih paripurna, oleh karena melalui puasa itu hanya Allah dan hambanya saja yang mengetahui apakah orang tersebut mendapatkan hikmah atas puasanya atau tidak.

Sebab puasa harus dijalankan tanpa melanggar pesan lain berupa keriya’an ujub dan lain sebagainya dalam melaksanakan ibadah yang satu ini.

Dalam menyambut hari raya idul Fitri inilah segala amalan seorang hamba akan dicurahkan ekspresi untuk saling memaafkan dan merajut persaudaraan bukan saja sesama umat muslim, namun dapat saja kepada mereka yang ikut berbahagia atas perayaan lebaran itu sendiri.

Peristiwa Idul Fitri merupakan pintu yang terbuka kepada siapa saja untuk saling memaafkan atas hubungan yang boleh saja pernah saling menciderai dan melukai.

Maka, perayaan idul Fitri tidak hanya sebagai momentum untuk saling memaafkan, namun perayaannya juga sering dimanfaatkan untuk menguatkan kembali tali silaturahim yang mulai renggang akibat jarang bertemu karena kesibukan masing-masing pihak.

Perbuatan sekecil apapun dapat menggelincirkan makna puasanya seseorang serta mengurangi nilai pahalanya jika orang tersebut tidak mampu menahan diri dan bersabar atas segala hal, maka pada kesempatan inilah akan didapati bahwa setiap umat akan bertahan dengan kesabaran dan melakukan sikap Toleransi yang tinggi demi mengamankan tujuan yang sedang diamalkannya.

Hal ini pula yang menjadi momentum bagi semua umat Islam dalam mengisi sikap kekhususan mereka pada bulan yang satu ini. Bagaimana pun, akhir bulan suci ini merupakan hari kemenangan yang tidak saja dimaknai sekedar suka cita, namun harus disikapi sebagai awalnya seseorang menjadi suci kembali.

Tentu saja telah banyak rintangan dan ujian yang dihadapi oleh setiap mereka yang sedang berpuasa. Ketabahan, keikhlasan dan sikap yang Istiqomah merupakan landasan yang akan diujikan bagi seseorang jika dalam keadaan berpuasa, sebab mereka yang berpuasa itu akan membatasi ucapan dan perbuatannya, serta hanya berani untuk mengatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.

Oleh karena diluar hal itu akan berpengaruh pada nilai ibadahnya, bahkan dalam hal tertentu dapat pula membatalkan puasanya. Puasa adalah jalan ketakwaan guna mendapatkan jiwa yang suci, serta memiliki kemampuan atas kesadaran yang tinggi dalam hal menunaikan segala bentuk kewajiban untuk mentaati perintah Allah Ta’ala sekaligus dalam menghindari larangan-laranganNya.

Dari kesemuanya itu, seseorang akan mengambil jalan aman untuk mendapatkan hikmah dari puasa Ramadhannya, yakni mendapatkan fitrahnya kembali guna menghindari penyebab hukuman yang dapat memasukkannya kedalam neraka sekaligus mampu menghantarkannya kepada nikmat-nikmat surga sebagaimana yang telah dijanjikan kepadanya.

Puasa dapat menuntun manusia untuk semakin jauh terpisah dari syahwat-syahwat sensual jasmaniyah dan dapat menjadikan seseorang agar lebih dekat pada sifat-sifat kebaikan spiritual sebagaimana ketentuan amar ma’ruf nahi Munkar yang dipegangnya secara teguh.

Tujuan utama Idul Fitri adalah untuk mengungkapkan rasa syukur dan merayakan selesainya bulan Ramadhan, yang dianggap sebagai waktu refleksi spiritual, disiplin diri, dan peningkatan pengabdian kepada Allah. Dengan tulisan ini, kami dari segenap insan Toleransi Indonesia mengucapkan selamat merayakan hari raya idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 30 Maret 2025 ini. Semoga umat muslim Indonesia, khususnya para kawan-kawan.

Muslimin dan muslimat yang tergabung didalam komunitas TOLERANSI INDONESIA ini memperoleh keuntungan spiritual dari penutup bulan yang penuh hikmah serta ampunan ini, akhir kata, kita semua berharap agar amal ibadah dari siapa saja yang menjalani serta melalui ibadah ini, hendaknya diberkahi Allah SWT dengan ganjaran pahala yang tinggi guna mendapatkan fitrahnya kembali.

Tentu saja saya tidak henti-hentinya mengajak kita semua agar tak lupa menyikapi setiap ucapan dan tindakan serta perbuatan dari kita semua, baik secara pribadi atau pun bersama-sama agar senantiasa mengambil nilai-nilai toleransi yang baik demi tujuan berbangsa dan bernegara hingga terjadinya kerukunan antar umat beragama dengan sepenuhnya hingga Indonesia mampu berdiri sebagai negeri yang “Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”. Sebab bagaimana pun, keyakinan kekayaan perbedaan ini adalah wilayah privasi yang timbul akibat kehendak dari Allah SWT sehingga kita hanya perlu menyesuaikan diri agar mampu dan bersedia hidup ditengah perbedaan itu sendiri.

Oleh karenanya, melalui kerangka Hablu minnas, segenap insan toleransi hendaknya dapat berpijak pada landasan kerukunan antar warga negara, sekaligus ikut menciptakan pula kerukunan antar umat beragama sepenuhnya. Akhir kata, saya selaku Ketua Umum Toleransi Indonesia tak lupa mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H.

Mohon Maaf Lahir dan Bathin atas segala dosa baik sengaja atau pun tidak, walau datangnya dari kekhilafan dan kesalahan dari saya sekiranya telah melukai hati kawan-kawan serta handai taulan sekalian, Saya mohon dibukakan pintu maaf, Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur panjang yang barokah dan dapat bertemu lagi di bulan Suci Ramadhan yang akan datang . Insyaa Allah, Aamiin, Yaa Rabbal Alamiin….

Selamat merayakan idul Fitri, semoga tulisan ini bermanfaat, Salam Toleransi

Leave a Reply