Tik Toker Figha Lesmana Ditangkap, Gara-Gara Ajak Pelajar Ikut Aksi Demo, Cuma Mastermind Rusuh Belum Terkuak

Polisi baru menangkap operator demo atau korlap di lapangan dan korlap di udara (media sosial) untuk menghasut massa dan menggerakkan mereka melakukan aksi rusuh. Salah satunya Figha Lesmana, seorang Tik Toker dan Konten Kreator.

TikToker Figha Lesmana ditangkap (Kiri) Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Indradi

Jakarta, EDITOR.ID,- Para terduga penghasut massa dalam aksi demo di gedung DPR satu persatu dikuak. Usai Direktur Lokataru Delpredo dan pegawai Kantor ASEAN Laras, Polda Metro Jaya juga menangkap TikToker Figha Lesmana. Figha ditangkap buntut konten ajakan untuk para pelajar melakukan aksi unjuk rasa.

Sayangnya sampai hari ini polisi tak juga mampu mengungkap otak atau dalang dari aksi demo yang terjadi sepekan belakangan ini. Polisi belum mampu menguak siapa pendananya dan apa motifnya menggerakkan massa melakukan aksi rusuh dan mengganggu stabilitas perekonomian di era pemerintahan Prabowo.

Polisi baru menangkap operator demo atau korlap di lapangan dan korlap di udara (media sosial) untuk menghasut massa dan menggerakkan mereka melakukan aksi rusuh. Salah satunya Figha Lesmana, seorang Tik Toker dan Konten Kreator.

Figha Lesmana disebut berperan dengan melakukan siaran langsung di media sosial.

“FL (admin akun T @FG), peran dengan live medsos mengajak pelajar untuk turun pada tanggal 25 Agustus 2025,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Kamis (4/9/2025).

Unggahan Figha tersebut ditampilkan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya malam ini. Dalam unggahan tersebut, Figha tidak hanya mengajak pelajar SMK dan mahasiswa turun aksi, tetapi juga menyeret influencer agar ikut bersuara.

Dengan suara lantang, Figha juga mengajak influencer untuk menyuarakan pembubaran DPR dan menurunkan Menkeu Sri Mulyani.

“Di mana yang melihat penonton atau viewers-nya ada sekitar 10 juta yang mempromosikan ajakan kepada anak-anak sekolah untuk turun melaksanakan aksi,” ujarnya.

Polda Metro sendiri menangkap 5 tersangka baru lainnya yang ditangkap Polda Metro Jaya. Hingga kini, total ada 43 orang ditetapkan sebagai tersangka, dengan rincian 42 tersangka sudah dewasa dan 1 masih di bawah umur.

Ade Ary menambahkan, pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk mengusut kericuhan saat aksi unjuk rasa di Jakarta beberapa waktu lalu. Polda Metro Jaya kini membidik aktor utama penggerak kericuhan.

“Bahwa Polda Metro Jaya berkomitmen untuk mengungkap aktor penggerak utama di balik kerusuhan,” imbuhnya.

6 Penghasut Rusuh di Jakarta Ditangkap

Sebagai informasi, Polda Metro Jaya menangkap enam tersangka penghasut yang diduga memicu anarki dan kerusuhan semasa aksi unjuk rasa di wilayah DKI Jakarta pada 25 dan 28 Agustus 2025.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary mengungkapkan tersangka berinisial DMR, MS, SH, KA, RAP, dan FL menyebarkan hasutan melalui platform media sosial untuk mendorong pelajar dan anak-anak melakukan kerusuhan di lokasi unjuk rasa.

“Keenam pelaku ini ditangkap setelah Satgas Gakkum Anti Anarkis melakukan penyelidikan sejak Senin (25/8) dan menemukan sejumlah bukti serta keterangan yang membuat kami melakukan penetapan tersangka,” katanya.

Ia mengatakan DMR ditangkap di Jakarta Timur pada Senin (1/9) malam dan MS ditangkap di Polda Metro Jaya pada Selasa (2/9) saat mendampingi DMR.

Sementara itu, SH ditangkap di Bali, RAP ditangkap di Palmerah (Jakarta Barat), dan KA ditangkap oleh aparat Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya. (*)

Leave a Reply