Sabtu paginya, Tim SAR Gabungan langsung melakukan evakuasi jenazah Thoriq yang sudah mulai membusuk, dari lokasi penemuannya di bagian selatan Gunung Piramid.
Tim evakuasi terdiri dari 15 orang dikerahkan oleh Basarnas dan SAR Organisasi Pecinta Alam Jember. Mereka menuju ke lokasi yang terletak di kawasan Desa Curahdami, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso sejak pukul 05.00 WIB.
“Mereka semua tim khusus yang punya kemampuan untuk evakuasi di dataran tinggi. Untuk membantu tim yang sudah bermalam di lokasi penemuan korban,” kata Komandan Tim Operasi Basarnas Jember, Rudi Prahara, di Curahdami, Bondowoso, Jawa Timur Sabtu (6/7/2019).
Proses evakuasi Thoriq juga dibantu oleh personel TNI setempat. Komandan Kodim 0822 Bondowoso Letkol Infanteri Tarmuji menyatakan, selain membantu evakuasi, personelnya juga mengamankan seluruh jalur evakuasi yang sementara ditutup untuk umum.
“Satu pleton dari Kodim dan Koramil Curahdami kami kirim membantu evakuasi dan menjaga keamanan. Supaya evakuasi tidak terganggu,” kata Tarmuji.
Penutupan dimulai dari perkampungan, hutan jati, hutan pinus sampai akses ke lokasi penemuan jenazah korban. Sejumlah personel TNI juga terlihat membawa logistik untuk keperluan tim yang melakukan evakuasi.
Wakapolres Bondowoso Komisaris Polisi David Subayo yang turut hadir di lokasi evakuasi menuturkan pihaknya masih berupaya menyelidiki penyebab tewasnya Thoriq.
“Tim melaporkan saat ditemukan tidak terdapat luka penganiayaan atau gigitan hewan buas. Cuma akan kami analisa lagi kalau sudah dievakuasi jasadnya,” jelas David saat menyerahkan logistik makanan dan minuman untuk tim evakuasi, Sabtu (6/7/2019) sebagaimana dilansir dari Kumparan.com.
Diperkirakan, Thoriq meninggal akibat terpeleset dari tebing hingga terjatuh dan tubuhnya menyangkut di pohon.
Lokasi penemuan jasad Thoriq persis di samping tebing curam dengan kemiringan yang diperkirakan 70 derajat. Lokasi tersebut memiliki kontur terjal dengan berbatuan, ditambah dengan akses jalan yang sangat sempit.
David mengakui proses pencarian korban yang memakan waktu sampai 12 hari itu terhambat karena medan yang curam, dan lokasinya jarang didatangi pendaki.
“Saat ini kami menunggu tim yang membawa jenazah dari atas gunung kebawah. Mereka kami kirim logistik 200 nasi bungkus dan 200 air kemasan,” kata David.
Mengenai opsi jasad Thoriq diautopsi atau langsung disemayamkan, David masih menunggu keputusan dari pihak keluarga.
Keluarga Thoriq Masih Syok
Pihak keluarga Thoriq masih merasakan kesedihan yang mendalam. Keluarga masih menutup diri setiap ada warga yang datang untuk menyampaikan duka cita ke rumah yang terletak di Villa Kembang, Kelurahan Sukowiryo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bondowoso. Kecuali keluarga terdekatnya.












