Jakarta, EDITOR.ID,- Keponakan Presiden RI Prabowo Subianto yang juga putra dari mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Sudrajad Djiwandono, Thomas Aquinas Djiwandono santer dikabarkan sedang digadang-gadang akan mengikuti jejak sang ayah, menjadi orang nomor satu di Bank Indonesia.
Ayah dari Thomas Djiwandono, Sudrajad Djiwandono adalah seorang ekonom terkemuka, mantan Gubernur Bank Indonesia 1993-1998 yang memimpin di tengah Krisis Moneter Asia, serta tokoh akademik dengan gelar Ph.D. dari Boston University. Ibu dari Thomas, Bianti Djiwandono adalah kakak kandung Presiden Prabowo.
Untuk memberi jalan Thomas Djiwandono menuju posisi Gubernur BI, konon skenario dan langkah taktis sudah dipersiapkan. Salah satunya adalah “tukar guling” jabatan. Thomas Djiwandono bertukar posisi dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung.
Tukar Posisi Deputi Gubernur BI dengan Wakil Menteri Keuangan
Juda Agung “digeser” menjadi Wakil Menteri Keuangan. Sementara posisi yang kosong akan diisi oleh Thomas Djiwandono. Oleh sebab itu Thomas diusulkan menjadi Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Isu pergeseran posisi antara Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono kian menguat setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkan nama Thomas sebagai calon Deputi Gubernur BI. Usulan ini muncul menyusul pengunduran diri Juda Agung dari jabatan strategis di bank sentral.
Presiden Usulkan Thomas Calon Deputi Gubernur BI, Langkah Awal
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan bahwa Presiden Prabowo telah mengirimkan Surat Presiden (Supres) berisi usulan sejumlah nama calon Deputi Gubernur BI kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Salah satu nama yang diusulkan adalah Thomas Djiwandono, yang saat ini menjabat Wakil Menteri Keuangan.
“Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy (Thomas) Djiwandono,” ujar Prasetyo kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Usulan nama itu diputuskan Presiden karena Deputi Gubernur BI Juda Agung mengundurkan diri dari jabatan strategis di bank sentral. Hingga kini, alasan pengunduran diri tersebut belum disampaikan ke publik.
“Berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur, imbuh Prasetyo.
Prasetyo menegaskan, Thomas bukan satu-satunya kandidat. Bersama dua nama lain, ia akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI sebagai bagian dari pengisian posisi Deputi Gubernur BI yang kosong.
Thomas Mundur dari Partai Gerindra
Selain langkah tersebut, Thomas juga mengundurkan diri dari jabatan di Partai Gerindra. Karena jabatan Gubernur BI harus berasal dari tokoh independen bukan tokoh partai.
Terkait posisi Thomas Djiwandono di Partai Gerindra, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memastikan Thomas sudah tidak masuk dalam kepengurusan Partai Gerindra.
Hal ini disampaikannya menyusul nama Thomas yang masuk dalam calon Deputi Gubernur Bank Indonesia yang mengundurkan diri.
“Pak Tommy (Thomas) Djiwandono itu sudah tidak dalam struktur kepengurusan yang baru sejak kami Munas kemarin. Jadi sebagai pengurus partai itu sudah tidak,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).
Thomas Mundur dari Jabatan Bendahara Partai Gerindra
Dasco mengungkapkan, Thomas juga sudah mengajukan pengunduran diri sebagai pengurus partai pada 31 Desember 2025.
“Jadi efektif 31 Desember sudah mengajukan pengunduran diri dari pengurus partai, sehingga kalau ditanya sekarang, pertama sudah tidak di pengurus kemudian memang yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri per 31 Desember 2025,” ucapnya.
Lebih lanjut Dasco menegaskan, Thomas diusulkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) melalui surat kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ia menekankan, usulan nama tersebut bukan datang dari Presiden Prabowo. Dalam surat itu, ada tiga nama calon pengganti Deputi Gubernur BI termasuk Thomas.
“Dan kemudian presiden meneruskan surat gubernur BI itu kepada DPR untuk kemudian dilakukan fit and proper. Jadi usulan nama-nama itu bukan dari presiden tetapi dari gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri,” tandas Dasco.
Tanggapan Menteri Keuangan Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa membenarkan adanya pertukaran posisi antara Wakil Menteri Keuangan Thomas Aquinas Djiwandono dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung. Wacana ini berkaitan dengan pengisian satu kursi Deputi Gubernur BI yang saat ini kosong dan sedang dalam proses pembahasan di DPR.
“Kelihatannya begitu (soal pertukaran posisi), saya dengar juga begitu,” ungkap Purbaya di Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (19/1/2026)
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan bertemu langsung dengan Juda Agung dalam waktu dekat. “Mungkin besok kali. Saya mau lihat niatnya dia apa sih,” jelasnya.
Pertemuan itu disebut akan membahas kesiapan Juda yang digadang-gadang mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan menggantikan Thomas yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut, pertukaran pemain antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia jika terjadi maka merupakan hal yang baik.
“Pertukaran yang saya pikir seimbang. Nggak ada yang aneh,” tegasnya.
Meski ada pertukaran, Purbaya menegaskan tidak akan mengganggu independensi Bank Indonesia. Ia memastikan pemerintah tidak memiliki ruang untuk melakukan intervensi terhadap kebijakan moneter BI.
Sosok yang mengisi posisi tersebut menurutnya profesional sehingga akan menjalankan tugas sebaik mungkin.
“(Masuknya Thomas ke BI) tidak ada hubungannya dengan independensi. Independensi itu terganggu kalau pada pengambilan keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini, kan, enggak ada, jadi BI independen,” katanya.
Menurut Purbaya, pembagian peran antara pemerintah dan Bank Indonesia selama ini sudah berjalan jelas. Pemerintah bertugas menjalankan kebijakan fiskal, sementara BI berfokus pada kebijakan moneter. Koordinasi dilakukan melalui KSSK tanpa menghilangkan independensi masing-masing lembaga.
Ia menambahkan bahwa setiap pejabat yang masuk ke BI secara otomatis tidak lagi menjadi bagian dari pemerintah.
“Begitu masuk BI, ya, dia independen, bukan elemen pemerintah,” katanya.
DPR: Ada Tiga Calon Deputi Gubernur BI, Ini Namanya
Di sisi lain, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah mengusulkan tiga nama calon Deputi Gubernur BI kepada DPR. Salah satu nama yang diusulkan adalah Thomas Djiwandono.
Dua kandidat lainnya yakni Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin Juhro dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono.
Ia mengatakan, ketiga calon tersebut akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Meski jadwal resminya belum ditetapkan, Komisi XI mulai menyiapkan agenda seleksi dalam waktu dekat.
“Tadi saya sudah minta kepada sekretariat Komisi IX menjadwalkan rapat internal untuk mengatur jadwal fit and proper Deputi Gubernur Bank Indonesia,” kata Misbakhun.
Juda Agung Mundur dari Jabatan Deputi Gubernur BI
Pengunduran diri Juda Agung dari jabatan Deputi Gubernur BI membuat terjadi kekosongan jabatan. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan, Juda telah secara resmi menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden sejak 13 Januari 2026.
“Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Juda Agung, telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI, terhitung sejak tanggal Januari 2026,” ujar Ramdan dalam keterangan tertulis, Senin.
Menurut Ramdan, Gubernur BI kemudian merekomendasikan nama-nama calon pengganti kepada Presiden. Selanjutnya, Presiden mengirimkan Supres ke DPR RI untuk memulai proses seleksi melalui fit and proper test di Komisi XI.
“Selanjutnya, Presiden mengusulkan dan mengangkat Deputi Gubernur terpilih sebagaimana persetujuan DPR,” kata Ramdan.
Proses ini, lanjut Ramdan, telah sesuai dengan Pasal 41, Pasal 48, dan Pasal 50 Undang-undang Bank Indonesia sebagaimana terakhir diubah melalui Undang-undang Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Sosok Thomas Djiwandono
Thomas Djiwandono atau biasa dipanggil Tommy ini merupakan politikus yang diangkat jadi Wamenkeu II bersama Suahasil Nazara (Wamenkeu I) pada 18 Juli 2024. Kemudian, ia melanjutkan tugasnya di Kabinet Merah Putih sejak Oktober 2025.
Thomas merupakan salah satu keponakan Prabowo. Ia juga sempat menempati posisi penting di Partai Gerindra.
Pria yang juga merupakan Bendahara Umum Partai Gerindra ini menyelesaikan sarjana Ilmu Sejarah di Haverford College dan magister di bidang international relations dan international economics di Johns Hopkins University, Amerika Serikat. Ia juga pernah menjadi wartawan sebuah media.
Profil Juda Agung
Sementara, melansir laman BI, Juda Agung yang lahir di Pontianak pada 1964 ini diangkat menjadi Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden RI No.147/P Tahun 2021 tanggal 24 Desember 2021. Juda mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022 dengan masa jabatan sampai 2027
Sebelum menjadi deputi gubernur BI, Juda pernah dipercaya sebagai sebagai Asisten Gubernur yang membawahi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial periode 2020-2022. Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Internasional Monetary Fund (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat periode 2017-2019. ***












