Jakarta, EDITOR.ID,- Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni kini sedang jadi sorotan publik. Pasalnya, Raja Juli tertangkap basah sedang asyik bermain domino dengan seorang tersangka kasus pembalakan hutan liar, Azis Wellang. Foto momen Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sedang asyik main domino itu ramai tersebar luas di media sosial dan viral.
Perbuatan Pak Menhut Raja Juli Antoni dinilai sejumlah kalangan tak pantas ditengah rakyat sedang mengalami kesulitan ekonomi. Sementara menterinya masih sempet-sempetnya main domino.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menilai, sikap tersebut tidak etis. Karena memberi kesan Menteri Kehutanan justru membela pihak yang pernah berhadapan dengan hukum.
Dalam foto yang beredar di media sosial itu, Raja Juli yang juga Sekjen Partai PSI terlihat asyik main domino bersama empat orang. Salah satunya Azis Wellang, seorang yang pernah berstatus tersangka dalam kasus pembalakan liar. Perbuatan Pak Menteri tersebut menuai kontroversi.
Di tengah mencuatnya isu tersebut, perhatian masyarakat juga tertuju pada harta kekayaannya yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan data LHKPN periode 2024 yang dilaporkan pada 16 Januari 2025, Raja Juli Antoni tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp 11.259.473.820 atau sekitar Rp 11,2 miliar. Laporan ini mencakup berbagai jenis aset, mulai dari tanah dan bangunan, kendaraan, surat berharga, hingga simpanan kas.
Dalam laporan tersebut, aset terbesar Raja Juli berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp 8,72 miliar. Ia memiliki 11 bidang properti yang tersebar di Bekasi, Tangerang Selatan, dan Jakarta Selatan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI itu juga tercatat memiliki alat transportasi dengan nilai total Rp 536 juta. Beberapa di antaranya Toyota Innova tahun 2018 seharga Rp 309 juta, Nissan X-Trail 2014 senilai Rp 138 juta, Ford Fiesta 2014 dengan nilai Rp 86 juta, serta sebuah motor Honda Supra Fit keluaran 2005 yang ditaksir Rp 3,1 juta.
Selain itu, ia juga melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp 681,7 juta, serta surat berharga senilai Rp 86 juta. Sementara, simpanan dalam bentuk kas dan setara kas mencapai Rp 3,1 miliar.
Di sisi lain, Raja Juli Antoni juga tercatat memiliki utang sebesar Rp 1,88 miliar. Jika dikurangi kewajiban utang tersebut, total kekayaan bersihnya mencapai Rp 11,2 miliar.
Total harta kekayaan ini terbilang naik, dari saat dirinya masih menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN yang memiliki total kekayaan senilai Rp 8.893.732.283. Total harta ini sudah dipotong dari kewajiban utang Raja Juli sebesar Rp 1.948.220.287. (*)












