Terbongkar! Aktor Intelektual Pembunuhan Bos Bank BUMN Ternyata Crazy Rich Jambi, Ini Profilnya, Dikenal Dermawan

Hal ini terungkap usai polisi menangkap empat aktor intelektual atau otak terkait penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta. Keempat aktor intelektual berinisial C, DH, YJ, dan AA ditangkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Dwi Hartono Aktor Intelektual Dibalik Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN Muhammad Ilham Pradipta (37)

Jakarta, EDITOR.ID,- Otak dibalik kasus penculikan dan pembunuhan keji Kepala Cabang Bank BUMN Muhammad Ilham Pradipta (37), akhirnya terbongkar. Figur pelakunya bahkan membuat publik terkejut. Ia adalah motivator bisnis dan orang kaya raya (crazy rich) Jambi. Namanya Dwi Hartono.

Hal ini terungkap usai polisi menangkap empat aktor intelektual atau otak terkait penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta. Keempat aktor intelektual berinisial C, DH, YJ, dan AA ditangkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Penangkapan DH, YJ dan AA dilakukan di Solo, Jawa Tengah, pada 23 Agustus malam. Sedangkan C ditangkap pada 24 Agustus sore di kawasan PIK, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan salah satu aktor intelektual dibalik pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Muhammad Ilham Pradipta berinisial DH adalah seorang pengusaha bimbingan belasan (bimbel).

“Benar, DH adalah seorang pengusaha bimbel online,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Selasa (26/8/2025).

Ade Ary mengatakan peran tersangka Dwi Hartono adalah sebagai aktor intelektual dalam peristiwa penculikan dan pembunuhan korban ini.

“DH merupakan salah satu dari aktor intelektual penculikan,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dwi Hartono disebut sakit hati setelah upayanya mengajukan pinjaman atau kredit fiktif senilai Rp13 miliar terendus oleh Ilham.

Permohonan tersebut langsung dicoret oleh Ilham Pradipta, yang juga dikenal sebagai mantan penyiar radio.

Diduga karena dendam, Dwi kemudian merancang rencana untuk menghabisi nyawa Ilham dengan cara menyewa jasa debt collector guna melakukan penculikan.

Namun Syam Indradi menegaskan bahwa pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini dan belum dapat memastikan motif pasti di balik pembunuhan tersebut.

Kasus dugaan kredit senilai Rp13 miliar juga menyeret nama korban, yang diketahui memiliki hobi solo touring dengan mengendarai Kawasaki Z900.

Sosok Dwi Hartono, Pengusaha Kaya

Dwi Hartono merupakan seorang pengusaha asal Rimbo Bujang, Tebo, Jambi. Hal itu diketahui dari identitas yang disampaikannya di media sosial dengan nama Klan Hartono. Ia menuliskan profesinya sebagai pengusaha properti, perkebunan, trading, pendidikan, E-Commerce, fashion dan skin care.

Dwi Hartono sudah terjun berbisnis sejak di bangku kuliah. Hartono merintis karir dari membuat warung internet (warnet), rental game online, Play Station, coffee shop sampai warung tegal (warteg).

Ia juga merupakan Founder dan Owner dari Guruku.com. Tak hanya itu, dia juga dikenal sebagai motivator bisnis.

Dwi Hartono Dikenal Dermawan

Di lingkungan sekitarnya pria kelahiran Lahat, Sumatera Selatan, 6 Oktober 1985 ini dikenal dermawan dan sering memberikan bantuan ke kampung masa kecilnya. Bahkan ia akan maju sebagai Bupati Kabupaten Tebo, Jambi.

Dwi pernah tinggal dan besar di Desa Tirta Kencana Unit 6, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo. Salah satu warga mengaku bahwa Dwi sudah lama merantau meninggalkan Rimbo Bujang.

“Iya dia pernah sekolah di sini sampai SMA. Terakhir dia pernah ikut reunian SMP,” kata Jay Saragih, salah satu warga, Selasa (26/8/2025).

Setiap kali acara reunian itu, kata Jay, Dwi kerap mengundang artis-artis ibukota. Dwi juga pernah mengundang pengajian akbar yang dihadiri Ustaz Zacky.

“Yang kami kenal orangnya humble, dia motivator juga, ya kalau gak salah. Dia suka menolong, kalau ada acara di Rimbo Bujang ini dia siap membantu sebagai (pemberi) sumbangan,” ujar Jay.

Warga Terkejut Dwi Hartono Jadi Otak Pelaku Pembunuhan

Jay mengaku terkejut dan tidak menyangka dengan mengetahui penangkapan Dwi yang terlibat kasus penculikan dan pembunuhan Kacab Bank.

Selain itu, Dwi juga dikenal pernah memberi bantuan ambulans ke desa. Dia dikenal pengusaha sukses dan pernah turun menggunakan helikopter ke desanya.

“Dia pernah ke Rimbo Bujang ini naik helikopter, jadi setahu orang di sini, dia sangat kaya,” katanya.

Jay menyebut bahwa keluarga Dwi masih berada di Rimbo Bujang. Keluarga memiliki usaha toko grosir. “Ya, keluarganya orang tuanya, saudaranya, di sini. Ada (buka) toko grosir,” sebutnya.

Meski sudah merantau ke Jawa, Jay menyebut banyak warga yang masih berkomunikasi dengan Dwi. Dwi sering mengirimkan bantuan dana bagi kegiatan organisasi dan pemuda desa.

Bos Bank BRI Ikut Prihatin

Dikutip dari Kompas.com, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menyampaikan keprihatinannya terkait peristiwa tragis yang dialami salah satu Kepala Cabang BRI tersebut.

Hal ini ia sampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, pada Kamis (21/8/2025).

“Karyawan yang meninggal itu kita sedang melakukan pendalaman, kita juga prihatin, sepertinya diculik, saya lihat di videonya itu dimasukin mobil, terus dibawa, tahu-tahu meninggal tadi pagi,” ujar Hery.

Ia menambahkan, pihaknya bersama aparat kepolisian tengah mendalami lebih jauh motif di balik penculikan dan pembunuhan tersebut. Termasuk dugaan apakah kasus ini terkait dengan urusan penagihan kredit atau faktor lainnya.

Polisi Berhasil Tangkap Otak Pelaku Pembunuhan

Adapun sebelumnya Polda Metro Jaya membekuk otak utama penculikan dan pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta (37). Keempat otak pelaku itu adalah berinisial DH, YJ, AA dan C. Ketiga otak utama tersebut adalah DH, YJ, AA ditangkap di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025), pukul 20.15 WIB.

Sedangkan C dibekuk di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu (24/8/2025), sekitar pukul 15.30 WIB. Dari 4 otak utama penculikan dan pembunuhan itu dalangnya adalah Dwi Hartono (HA).

Total anggota komplotan penculikan dan pembunuhan tersebut ada 8 orang.

Empat pelaku yang bertugas menculik Ilham Pradipta adalah AT, RS, RAH, dan EW. Kemudian ada 4 orang yang menjadi otak pembunuhan, yakni DH, YJ, AA dan C.

Ilham Pradipta sebelumnya ditemukan tewas di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8) pagi. Ilham tewas setelah diculik para pelaku setelah selesai melaksanakan meeting bersama rekan kerjanya di supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025). (*)

Leave a Reply