Purbalingga, Jawa Tengah, EDITOR.ID – Tabir penyebab kematian pendaki Gunung Slamet asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), akhirnya terkuak. Sebelumnya Pimpinan Tim SAR memperkirakan Syafiq meninggal sekitar empat atau lima hari sebelum ditemukan dengan alasan kondisi jasadnya dalam keadaan masih baik, namun dari hasil pemeriksaan medis justru mengungkap fakta yang jauh lebih memilukan.
Syafiq kenyataannya telah meninggal dunia sejak sekitar 15 hari yang lalu atau hanya beberapa hari setelah dinyatakan hilang.
Sebelumnya, saat jenazah pertama kali ditemukan di Gunung Slamet, Tim SAR menduga korban meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan.
Perkiraan itu didasarkan pada tanda-tanda kondisi fisik korban saat ditemukan di medan pendakian. Namun, hasil pemeriksaan medis di rumah sakit kemudian mengoreksi dugaan awal tersebut.
Kepastian itu disampaikan tim medis RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga usai melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, Kamis (15/1/2026).
Berdasarkan laporan medis terbaru terungkap penyebab dan kronologi kematian Syafiq Ridhan Ali Razan di Gunung Slamet oleh Tim medis RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata yang mengungkapkan bahwa Syafiq telah meninggal dunia sekitar 15 hari sebelum ditemukan, atau sekitar akhir Desember 2025, tak lama setelah ia dilaporkan hilang pada 27 Desember 2025.
Dokter RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata, dr Gunawan S, menyebutkan hasil visum menunjukkan korban telah meninggal dunia jauh sebelum akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan.
“Dari hasil pemeriksaan, korban sudah meninggal dunia 15 hari yang lalu,” kata dr Gunawan setelah melakukan visum jenazah Syafiq.
Namun, tim medis menemukan pada jasad Syafiq mengalami patah tulang paha sebelah kiri. Pemeriksaan lanjutan berupa otopsi tidak dilakukan lantaran pihak keluarga tidak menghendaki tindakan tersebut
Jenazah ditemukan pada Rabu, 14 Januari 2026, di kawasan Watu Langgar (punggungan Gunung Malang) dekat Pos 9 Gunung Slamet.
Penyebab awalnya Syafiq disebutkan hilang terpisah dari rekannya karena memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan medis bagi temannya (Himawan) yang mengalami cedera.
Jenazah Syafiq baru bisa dievakuasi pada Kamis, 15 Januari 2026, karena terkendala cuaca buruk dan medan yang berbahaya. Evakuasi dilakukan secara estafet melalui jalur Gunung Malang, Purbalingga.
Pihak keluarga telah menerima hasil pemeriksaan dan menolak dilakukan otopsi lanjutan. Jenazah kini telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Magelang.
Wakapolres Purbalingga Kompol Agus Amjat mengatakan, jenazah Syafiq ditemukan pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di kawasan Pos 9 Gunung Slamet, tepatnya di Watu Langgar atau punggungan Gunung Malang. Meski sudah ditemukan, jenazah tidak bisa langsung dievakuasi pada hari yang sama.
“Kondisi cuaca saat itu tidak bersahabat dan medannya berbahaya, sehingga evakuasi baru bisa dilakukan keesokan harinya,” jelas Kompol Agus Amjat.
Evakuasi akhirnya dilakukan pada Kamis (15/1/2026) melalui jalur Gunung Malang, Purbalingga. Jenazah korban tiba di Basecamp Pos Pendakian Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, sekitar pukul 14.10 WIB.
Setelah tiba di basecamp, jenazah langsung dibawa ke RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Usai pemeriksaan, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang ke Magelang.
Proses evakuasi berlangsung cukup berat. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, SAR Satsamapta Polres Purbalingga, BPBD, serta komunitas dan relawan harus mengevakuasi jenazah secara estafet dari lokasi penemuan hingga basecamp.
Hujan sempat turun saat jenazah melewati jalur bawah Pos Pendakian Gunung Malang, membuat medan semakin licin dan berisiko.
Seperti diberitakan sebelumnya, Syafiq Ridhan Ali Razan dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Slamet melalui Basecamp Dipajaya, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025). Ia mendaki bersama rekannya, Hirmawan Haidar Bahran.
Dalam perjalanan, Syafiq turun lebih dahulu untuk mencari bantuan karena rekannya mengalami cedera. Hirmawan berhasil ditemukan tim SAR, sementara Syafiq baru ditemukan lebih dari dua pekan kemudian dalam kondisi meninggal dunia. (*)










