Surat Terbuka Pada Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI: Sistem Pembelajaran Yang Berorientasi Pada Pemerataan Ekonomi

  • Bagikan
gambar ilustrasi contoh produk seni yang layak untuk dipasarkan, sistem pembelajaran yang berorientasi pada pemerataan ekonomi 2
gambar ilustrasi contoh produk seni yang layak untuk dipasarkan, sistem pembelajaran yang berorientasi pada pemerataan ekonomi 2

Penulis:
Ir. Antonius Yohanes Sony Wibisono
Dr. Chamim Rosyidi M.Pd, M Si.

PENDAHULUAN

Negara Republik Indonesia secara meyakinkan telah pada tingkat penghasilan dengan penerimaan pendapatan setara dengan negara G20.

Kenyataan saat ini masih terdapat masyarakat berpenghasilan tidak signifikan dengan kondisi pendapatan negara. Sebuah pertanyaan yang layak dipertanyakan adalah:
1.Bagaimana dengan pemerataan kekayaan negara?
2.Apakah sistem pendidikan sekolah berperan dalam pemerataan penghasilan negara?
3.Pada jenjang apa sistem pendidikan tersebut mulai diterapkan?
4.Program pendidikan yang bagaimana yang dapat dilaksanakan di sekolah sehingga dapat menunjang pemerataan pendapatan negara?
5.Apakah terkait dan menunjang ide merdeka belajar?
6.Apakah ada pertanyaan lain yang mungkin terlewatkan selain pertanyaan yang telah tersusun?

Tulisan ini disusun sebagaimana dimungkinkan untuk menjawab semua pertanyaan yang disusun.
dengan asumsi jawaban sementara:
1.Dengan membuka peluang kesempatan dunia usaha secara luas.
2.Sistem pendidikan berperan dalam pemerataan penghasilan negara.
3.Secara intensif pada jenjang Sekolah Menengah Pertama selanjutnya secara semi profesional pada jenjang berikutnya.
4.Kurikulum utama, yang ditunjang dengan mapel bidang studi.
5.Menunjang ide merdeka belajar.
6.Dapat dikaitkan dengan pertanyaan sebelumnya.

Tulisan berikut dibahas mengenai asumsi jawabanke 4 “Kurikulum Utama” dengan tujuan pemerataan pendapatan negara yang mengandalkan dunia usaha secara merata dimana harus dimulai dari pendidikan di Indonesia.

ISI SURAT

Dengan hormat,secara filsafat, pendidikan berhakikat pelaksanaan dalam pendidikan yang meliputi tujuan, latar belakang, cara, hasil dan hakekat pendidikan. Metoda yang dilakukan dengan analisis secara kritis terstruktur dan memiliki nilai manfaat pendidikan yang menyentuh aspek pengalaman.

Fakta yang ada (saat surat ini ditulis), sistem pendidikan hanya berorientasi pada hal literatif dengan pengalaman belajar tidak signifikan. Terkait dengan kondisi peningkatan ekonomi negara Republik Indonesia (saat tulisan ini ditulis) yang sangat signifikan meningkat sehingga setara dengan negara G 20 maka sistem pendidikan di Indonesia seharusnya beradaptasi dengan kondisi ekonomi negara terkini serta semestinya menjadi berorientasi pada pemerataan ekonomi.

Secara filsafat, pendidikan seharusnya menjawab pertanyaan mengenai kebijakan pendidikan, sumber daya manusia, teori kurikulum dan pembelajaran serta aspek aspek pendidikan lainnya. Untuk memperoleh manfaat proses pendidikan demi perkembangan manfaat mencetak manusia yang handal (dalam hal ini melibatkan pemerataan ekonimi) diperlukan pengembangan kurikulum yang menunjang pemerataan ekonomi di Indonesia.

Kurikulum utama dalam pendidikan menengah seharusnya merupakan pembelajaran yang bersifat pengenalan kewirausahaan secara nyata baik yang bersifat daring maupun secara interaksi nyata. Bidang bidang yang bersifat mata pelajaran hanya menunjang proses pembelajaran kurikulum utama.

Sebagai gambaran nyata dapat diilustrasikan sebagai berikut.

Sekolah menengah pertama “SMP NEGERI 26 SURABAYA” berorientasi pada bidang usaha hiburan (termasuk olah gerak), benda seni serta kuliner. Maka seluruh aktifitas rombongan belajar pada tingkat dasar (klas VII) adalah mengenal usaha tersebut secara berkelompok atau individu dalam hal operasional secara produksi dan pelaksana usaha, pemasaran serta pencatatan data adminitrasi usaha sekolah. Mampu menganalisa sesuai bidang studi statistika (matematika), bidang stud iekonomi, bidang seni (estetika) dan bidang ilmu alam dalam hal mengelola limbah lingkungan serta bidang studi lain terkait lainnya. Evaluasi dalam bentuk tagihan porto folio sesuai penugasan.

Pada tingkat menengah (klas VIII), rombongan belajar mampu melakukan penelitian dasar tentang keterkaitan usaha dan pengembangan usaha. Bidang kulinary dan seni bentuk atau seni suara diharapkan mampu mengembangkan produk baru sesuai peneltian sederhana yang dilakukan rombongan belajar.

Bidang studi ipa fisika (cahaya, gelombang dan kompetensi lain), bidang studi matematika (dalam hal melakukan korelasi data, bentuk bangun serta kompetensi lainnya) atau bidang studi IPS ekonomi (jenis jenis pasar dan kompetensi lainnya) serta bidang bidang studi lainnya menjadi dasar literasi penelitian yang menjadi kompetensi di tingkat menengah. Evaluasi dalam bentuk tagihan porto folio tulisan ilmiah sederhana.

Pada tingkat tinggi (klas IX), rombongan belajar diharapkan melakukan kontrak transaksi ekonomi sederhana dengan pihak kedua beserta penelitian lanjut tentang pasar lokal, pasar nasional dan pasar internasional serta upaya strategi pemasaran. Bidang studi computer dan bidang studi lain bersifat menunjang tujuan belajar. Evaluasi bersifat porto folio yang memadai.

Diharapkan rombongan belajar memiliki kompetensi mengerti usaha, mengembangkan usaha serta memasarkan usaha serta mampu bertahan hidup melalui dunia usaha secara sederhana berdasarkan pengalaman belajar usaha yang ditunjang literasi ilmiah secara sederhana.

Peran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia adalah menyediakan kurikulum yang sesuai tujuan belajar serta memfasilatasi startup dunia usaha siswa tingkat sekolah menengah pertama sebagai sarana pemasaran produk sekolah (produk seni, kuliner dan lain lain yang dimungkinkan untuk dipasarkan) secara cakupan pasar lokal, pasar nasional maupun pasar internasional.

Demikian surat kami, atas perhatiannya disampaikan terima kasih.

KEPUSTAKAAN
1.ArsipKementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI; dilihat pada November 2021

Klik untuk mengakses Permendikbud%20Nomor%2063%20Tahun%202014.pdf


2.ArsipKementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI; dilihat pada November 2021

Klik untuk mengakses Permendikbud%20Nomor%2062%20Tahun%202014.pdf


3.“Mengenal Bisnis Startup”; www.jurnal.id; dilihat pada November 2021
https://www.jurnal.id/id/b;og/mengenal-bisnis-startup-peluang-dan-tips-untuk-memulainya/
4.“Tujuh Langkah Awal Membangun Bisnis Startup”; mtc.disperindag.sultengprov; dilihat pada 2021

Tujuh Langkah Awal Membangun Bisnis Startup


5.“Cara Membangun Startup”; www.niagahoster.co.id; dilihat pada November 2021
https://www.niagahoster.co.id/blog/cara-membangun-startup/?amp
6.‘Ekonomi Digital”; accurate.id; dilihat pada November 2021

Ekonomi Digital: Pengertian, dan Cara Memanfaatkan Peluang di Baliknya


7.“6 Langkah Validasi Ide Startup”; www.ekrut.com; dilihat pada Npvember 2021
https://www.ekrut.com/media/validasi-ide-startup
8.RedjaMudyahardjo (2008); “FilsafatIlmu Pendidikan”, Bandung; Rosda; hlm 5-10
9.Rahmat Hidayat (2013); PedagogiKritis; Jakarta; Raja GrafindoPersada; hlm 2
10.John Dewey (2008); Pengalam dan Pedidikan; Yogyakarta; Kepel Press.

Settia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan