Sebelum beristirahat di rumah Susilo, Ganjar menyempatkan berdialog dengan warga. Dia juga banyak berdialog dengan Susilo tentang SMKN Jateng. Putra dari Susilo, yaitu Bagus merupakan alumnus sekolah itu yang kini telah bekerja.

Selama sekolah di SMKN Jateng, Bagus tidak dipungut biaya sebab biaya sekolahnya telah ditanggung oleh pemerintah. Kini setelah bekerja, Bagus mendapat gaji besar dan bisa membantu ekonomi keluarga.
Susilo saat diwawancara wartawan mengaku menyiapkan rencana kedatangan Ganjar apa adanya.
“Kami apa adanya saja, kami lakukan semaksimal mungkin sesuai kemampuan kami. Alhamdulillah dibantu teman-teman relawan, saya dan keluarga bisa menerima kedatangan Pak Ganjar,” ujar dia.
Susilo menjelaskan rumahnya dipilih sebagai tempat menginap Ganjar karena anak lelakinya yang alumnus SMKN Jateng.
“SMKN Jateng sekolah yang diperuntukkan warga Jateng yang kurang mampu tapi punya otak yang cerdas. Kebetulan anak saya dapat informasi dari guru SMP-nya, mendaftarkan diri, lolos, lalu pendidikan selama tiga tahun tanpa dipungut biaya sepeser pun,” kata dia.
Ganjar pun menulis pengalamannya menginap di rumah orang tua Bagus Prasetyo di Solo melalui Instagram pribadinya. Berikut cuitan Ganjar:
“Semalam menginap di rumah orang tua Bagus Prasetyo di Krajan Kadipiro Solo. Bagus ini alumni SMK N Jateng, sekolah yang saya dirikan khusus untuk siswa tidak mampu. Sekarang Bagus sudah kerja di Kalimantan, gajinya Rp 12 juta dan alhamdulillah bisa merenovasi rumah orang tuanya.
Sekolah seperti SMK N Jateng ini akan kita bangun di tiap kabupaten di Indonesia. Bukan hanya memberi pendidikan berkualitas tapi juga untuk memutus rantai kemiskinan. Mohon doa 🙏 ” (tim)












