SMAN 6 Depok Melawan! Kepsek Tetap Aktif Meski Dicopot Gubenur Jawa Barat

Bu Kepsek Tetap Keukeuh Bertugas Meski Sudah Dipecat. SMAN 6 Berdalih Tak Bisa Serta-merta Dicopot Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Kepala Sekolah Siti Faizah Foto Kolase

Ia menekankan bahwa larangan study tour memiliki alasan yang jelas, terutama karena sering membebani orangtua dan berpotensi menimbulkan pungutan yang tidak jelas.

“Study tour ini sangat meresahkan orangtua, khususnya yang terkendala biaya. Biasanya, ikut gak ikut, anak tetap harus bayar. Kalau enggak bayar, bisa berdampak macam-macam, misalnya enggak boleh ikut ujian atau ijazah ditahan,” ujar Ubaid sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com.

Ubaid juga menyoroti aspek keselamatan siswa yang kerap diabaikan dalam kegiatan ini.

Banyak kasus study tour yang tidak memperhatikan faktor keamanan sehingga menimbulkan risiko kecelakaan.

“Imbauan larangan study tour ini selalu didengungkan tiap tahun, tapi tampaknya tidak ditaati oleh sekolah. Ini menjadi evaluasi kita bersama, mengapa sinergi dan koordinasi antara sekolah dan Pemda terkesan buruk bahkan kontradiktif,” kata Ubaid.

Jika study tour terbukti membebani orangtua dan membahayakan siswa, ia menegaskan bahwa pemerintah harus lebih tegas dalam melarang serta memberikan sanksi bagi pihak yang melanggar.

Mengapa Dedi Mulyadi melarang study tour?

Larangan study tour oleh Dedi berangkat dari berbagai faktor, termasuk keamanan dan potensi pungutan yang membebani orangtua siswa. Dedi menganggap perjalanan ke luar provinsi berisiko tinggi dan tidak sejalan dengan prioritas pendidikan di Jawa Barat.

Dedi sebelumnya mengimbau agar SMAN 6 Depok meniadakan study tour melalui akun Instagram pribadinya.

Namun, imbauan ini tidak digubris oleh pihak sekolah.

Mengapa SMAN 6 Depok Tetap Memaksakan Diri Berangkat Study Tour? Utang Sama Siapa?

Meski sudah tegas ada larangan dari Gubernur, SMAN 6 Depok tetap berangkat ke Surabaya, Malang, dan Bali dengan alasan telah mendapat persetujuan dari wali murid, komite sekolah, serta pihak sekolah dalam rapat darurat pada Minggu (16/2/2025).

“Jaraknya cuma satu hari dari video viral milik Pak Dedi ke hari keberangkatan (Senin),” ujar Syahri.

Selain itu, sekolah mengklaim telah memiliki kontrak kerja dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya untuk kunjungan akademik.

Syahri menyebutkan, peluang siswa SMAN 6 Depok untuk lolos seleksi PTN lebih besar di luar Jabodetabek dan Jabar, sehingga study tour tetap dilakukan.

“Kenapa tidak di Jawa Barat? Karena memang MoU kita adalah universitas-universitas di sana,” jelasnya.

Bagaimana situasi study tour pelajar SMAN 6 Depok?

Sebanyak 347 siswa SMAN 6 Depok tetap menjalani Kunjungan Objek Belajar (KOB) selama delapan hari hingga Senin (24/2/2025) di Malang dan Surabaya.

Response (1)

  1. Saya setuju sekolah yang tetap menggelar Studi Tur agar ditindak. Ini korupsi level kecil2an. Para guru ingin menumpang gratis dari acara Studi Tur. Selain itu biaya yang dipungut juga membebani orang tua

Leave a Reply