Siap Bekingi Dedi Mulyadi, Jenderal Purn Kopassus Ini Tantang Hercules

Pembentukan Satgas ini sempat ditentang Hercules. Hercules sebagai pimpinan ormas GRIB Jaya lantas menyenggol Dedi Mulyadi dengan mengancam menerjunkan pasukannya ke Gedung Sate Bandung.

Hercules (Kiri) dan Letjen Purn Yayat Sudrajat (Kanan)

Jakarta, EDITOR.ID,- Keberanian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melawan Organisasi Massa (Ormas) yang meresahkan masyarakat dan mengganggu dunia usaha, sempat mengusik pimpinan Grib Jaya, Hercules. Apalagi Dedi mengeluarkan kebijakan, membentuk Satgas Pemberantasan Premanisme di 27 daerah di Jawa Barat.

Pembentukan satgas demi melindungi masyarakat Jabar dari tindak premanisme yang mengintimidasi.

Pembentukan Satgas ini sempat ditentang Hercules. Hercules sebagai pimpinan ormas GRIB Jaya lantas menyenggol Dedi Mulyadi dengan mengancam menerjunkan pasukannya ke Gedung Sate Bandung.

Hercules bahkan mengultimatum Dedi Mulyadi. Ia mengklaim memiliki 500 ribu anggota di Jawa Barat dan siap “menyerbu” gedung sate (Kantor Gubernur Jawa Barat).

“Ormas tuh banyak sekali kekuatannya. Saya punya anak buah di Jawa Barat hampir 500 ribu. Kalau saya suruh 50 ribu orang datang ke Gedung Sate, bagaimana Dedi Mulyadi ? Gak bakal dibubarkan kalau mereka datang 50 ribu orang tidak merusak anarkis polisi pun tidak bisa bubarin mereka karena itu dilindungi Undang-Undang, ya kan, wajib dan wajar mereka datang,” kata Hercules.

Hercules juga mengungkit-ungkit jika Dedi Mulyadi bisa terpilih menjadi Gubernur Jabar atas bantuan ormas.

“Semua (ormas,-red) dukung. KDM (Kang Dedi Mulyadi) berlebihan. Jadi gubernur didukung oleh kami. Seharusnya bilang ‘Mari mendukung program-program saya gubernur, dukung saya’,” kata Hercules.

Hercules juga mengklaim Dedi Mulyadi bisa menjadi Gubernur Jabar karena Partai Gerindra dan Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau jadi Gubernur bukan kamu memusuhi mereka, bukan. Kamu bisa jadi gubernur karena nama besarnya Partai Gerindra partai pemenang Pilpres. Kedua nama besarnya pak presiden pak Prabowo. Makanya anda bisa jadi gubernur,” kata Hercules.

Meski disenggol dan diancam Hercules, Dedi Mulyadi tak gentar. Ia bahkan mencuekin ultimatum Hercules.

Dedi Mulyadi mengatakan sebagai kepala daerah ia punya kewajiban mensejahterakan warganya. Termasuk menjaga investasi agar rakyat Jawa Barat terserap ke dunia kerja karena hadirnya investor membangun pabrik di Jabar menciptakan lapangan kerja bagi warganya.

“Kita ini pemerintah menjalankan tugas untuk menjaga investasi berjalan dengan baik, rakyat bisa bekerja, rakyat bisa sejahtera,” ujar Dedi Mulyadi.

“Saya tidak akan pernah mendengarkan ancaman dari siapapun,” tambah Dedi Mulyadi.

Ia juga mengatakan selama ini tidak anti kritik.

“Saya akan mendengarkan kritik siapapun, kalau itu bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat,” kata Dedi Mulyadi.

Di balik keberanian Dedi Mulyadi meladeni tantangan Ketua ormas GRIB Jaya, Hercules secara terbuka, tersingkap fakta mengejutkan.

Ternyata Dedi Mulyadi mendapatkan sejumlah dukungan, termasuk bekingan seorang jenderal purnawirawan.

Sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com, ada seorang jenderal purnawirawan Kopassus yang membela Dedi Mulyadi. Sosok tersebut adalah Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat.

Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat ikut buka suara dan memberikan tentangan keras kepada Hercules.

Sebagai warga Jabar Yayat tak terima Gubernurnya diancam. Ia menilai Dedi Mulyadi sudah berusaha mensejahterakan rakyat sejak menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Nah itu saya justru sebenarnya orang Jawa Barat ini bangun itu, Dedi Mulyadi bukan main kalau menurut saya apa yang dia lakukan,” kata Yayat dikutip TribunJakarta dari Youtube Hersubeno Point, Selasa (6/5/2025).

“Dia tahu persis penderitaan rakyat kecil, bagaimana susahnya rakyat, makanya dia terus blusukan betul-betul untuk mencari solusi bagaimana mensejahterakan rakyat, loh dia orang Jawa Barat,” tambahnya.

Yayat menegaskan, perbuatan yang dilakukan Hercules tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat Jawa Barat.

Dengan nada emosi, Yayat tak segan menyuruh Hercules untuk kembali ke Timor Timur. “Sekarang si Hercules ini apa dia ? Harusnya balik kalau perlu balik ke Timor Timur,” tegas Yayat dengan nada tinggi.

Dia membandingkan usaha yang dilakukan Dedi Mulyadi dengan Hercules untuk warga Jawa Barat.

“Apa yang sudah dia berikan kepada negara dan bangsa ini ? Eweuh, gak ada, ngan ngabulatuk artinya ngomong aja, gak ada apa-apanya sebenarnya dia itu,” katanya.

Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat menilai Hercules hanya merasa bahwa dirinya hebat dengan adanya GRIB Jaya.

“Sekarang merasa hebat aja dengan punya organisasi, padahal organisasinya benar gak ormas itu. Harusnya ormas membela kepentingan rakyat, bukan menakut-nakutin rakyat, bukan menindas rakyat, bukan mengintimidasi rakyat demi untuk mendapat uang dari yang bayar dia,” katanya.

Hercules Meledek Letjen TNI Purn Sutiyoso, Yayat Murka

Terlebih lagi kata Yayat, Hercules sudah berani menyenggol Sutiyoso yang dianggap seniornya di Kopassus.

Sebagaimana diketahui Hercules sempat meledek sesepuh di TNI yakni Sutiyoso dengan kata-kata “bau Tanah”. Hal ini membuat Yayat marah.

“Jadi kok sekarang sesepuh TNI, sesepuh Kopassus pak Sutiyoso kok enak aja dia ngomong, saya kalau misalnya pakai hukum rimba pengennya jedor aja kepalanya, mulutnya dirobek-robek, tapi karena ini negara hukum.”

“Tetapi bukan karena mentang-mentang ada HAM segala macam kemudian dia semaunya. Kalau saya sih dia iblis berwujud manusia,” kata Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat.

Dia bahkan menaruh curiga dengan kedatangannya ke rumah Jokowi di Solo, Jawa Tengah.

“Saya justru curiga sekarang karena dia datang ke Solo, ke tempat Jokowi. Lho kok sekarang seolah dia paling hebat, seolah dia pembela negara, apanya yang dia lakukan ?” kata Yayat.

Ia meyakini jika Hercules berhasil ditumpas maka masyarakat Indonesia juga akan senang.

“Saya yakin masyarakat kalau misalnya si Hercules game over seneng kok itu. Bagaimana attitude dia berkomunikasi dengan masyarakat, merasa sok jagoan sok hebat mending kalau ditembak kebal dibacok tidak mempan.”

“Dia matanya juga udah gak ada, tangannya juga kena. Harusnya sadar diri. Dia bilang pak Sutiyoso mau mati, lu juga nanti mati, lu hampir dikubur, harusnya itu diingatkan supaya lu sadar,” kata Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat.

Sosok Letjen TNI Purn Yayat Sudrajat

Sosok rekam jejak Yayat Sudrajat bukan jenderal kaleng-kaleng. Ia adalah purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal atau Letjen atau jenderal bintang 3.

Ia resmi pensiun dari TNI AD pada tahun 2017. Jabatan terakhir yang diemban Yayat Sudrajat sebelum pensiun adalah Sesmenko Polhukam. Ia tercatat aktif menjabat sebagai Sesmenko Polhukam pada tahun 2016 hingga 2017.

Yayat Sudrajat lahir di Cimahi, Jawa Barat, 15 Juni 1959. Mantan prajurit Kopassus ini memiliki rekam jejak yang moncer di TNI. (tim)

Leave a Reply