Pengakuan Nena dan Valen tidak ada niatan untuk menistakan agama, melecehkan ataupun tidak menghargai adat istiadat budaya Indonesia terutama budaya Jawa.
“Kami sangat terima kasih juga karena telah diingatkan kembali untuk lebih memahami budaya tersebut,” sambung Nena.
“Kami berjanji tidak akan mengulangi dan akan menjadi pembelajaran kami kedepannya,” lanjut Nena.
“Kami juga memohon maaf juga pada untuk Keuskupan Agung Jakarta dan seluruh umat Katolik untuk berita pemberkatan hewan pelihara-an yang disalahartikan oleh masyarakat,” ujar Nena.
Dalam kesempatan tersebut, Valen dan Nena manyampaikan permintaan maaf kepada beberapa pihak yang merasa tersakiti dengan adanya acara pernikahan Jojo dan Luna. Keduanya mengaku merasa sangat menyesal.
“Kami berdua selaku penyelenggara acara dengan ini kami menyatakan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di masyarakat dengan terselenggaranya acara Jojo dan Luna,” kata Nena.
“Kami sangat menyesal dan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pegiat budaya Jawa dan seluruh masyarakat yang kurang berkenan dan tersakiti dengan adanya acara ini,” tambahnya
Sebelumnya, viral di media sosial pernikahan anjing Jojo dan Luna yang mengusung tradisi adat Jawa. Pernikahan tersebut digelar secara mewah menelan dana hingga Rp 200 juta.
Pernikahan anjing berbiaya hingga Rp 200 juta itu mengundang kritikan karena bermuatan kontroversi hingga banyak masyarakat mengecam penyelenggaraan tersebut.
Penyelenggaraan pernikahan mengambil lokasi di Hyde PIK Jakarta Utara, di dekorasi sesuai adat Jawa bahkan busana pengantin yang dipakai Jojo dan Luna terinspirasi dari budaya pengantin Jawa.
Nena dan Valen mengklaim penyelenggaraan tersebut sebagai bentuk ungkapan kasih sayang kepada hewan kesayangan mereka.
Valen mengaku idenya tersebut sebenarnya terinspirasi dari pernikahannya dengan sang suami.
Layaknya prosesi pernikahan adat Jawa yang dilangsungkan dilaksanakan oleh manusia, dua ekor anjing Jojo dan Luna pun diawali dengan prosesi melangsungkan pertunangan terlebih dahulu.
Ada momen seserahannya dilengkapi logam mulia serta kalung emas.
“Saat resepsi pernikahan, saya dan suami mengenakan busana adat Jawa dan tema internasional untuk prewedding-nya. Kali ini saya terapkan kepada anak (anjing) saya,” ungkap Valen.
“Kebetulan besan kami (orangtua Luna) juga berdarah Yogyakarta dan Solo. Kami sangat bangga dengan budaya kami,” sambung Valen.
Resepsi pernikahan Jojo dan Luna mengundang 50 ekor anjing dengan jenis alaskan malamute, husky, giant poodle, dan anjing ras besar lainnya.












