Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran intelijen, diantaranya Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Polri jangan hanya diam saja. Tapi gerak cepat mengungkap secepat mungkin, siapa dibalik aksi teror ancaman akan meledakkan bom yang terjadi di tiga sekolah internasional di Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang dan Jakarta Utara.
Pesannya dikirim lewat email oleh orang tak dikenal yang meminta tebusan USD 30.000 atau sekitar Rp480 juta. Polisi langsung bergerak, menyisir seluruh area sekolah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Prabowo langsung memberi instruksi setelah menerima laporan ancaman tersebut.
“Beliau sudah memberi arahan langsung kepada aparat terkait untuk segera bertindak,” kata Prasetyo di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/10/2025).
Hasil penyelidikan di lapangan, lanjut Prasetyo menunjukkan tidak ada bahan peledak yang ditemukan.
Prasetyo menegaskan, Prabowo meminta seluruh jajarannya tetap waspada dan memeriksa setiap informasi dengan teliti. “Bapak Presiden selalu mengingatkan agar kita tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Prabowo ingin seluruh pejabat fokus mengerjakan program besar negara, bukan menanggapi isu yang menimbulkan kepanikan publik.
“Presiden menekankan agar kita bekerja nyata dan tidak terpengaruh isu seperti teror bom di sekolah internasional,” kata Prasetyo.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarkan kabar palsu. Apalagi lokasi ancaman ini sekolah, tempat anak-anak dan guru seharusnya merasa aman.
Prasetyo menegaskan, semua lembaga terkait sudah bergerak dan terus berkoordinasi untuk memastikan keamanan. Meski ancamannya terbukti hoaks, dampaknya nyata.
Kepanikan sempat muncul di kalangan orang tua, siswa, dan pihak sekolah. Itulah kenapa pemerintah menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam menyebarkan informasi.
Teror Ancaman Bom Jadi Sorotan Warganet
Teror ancaman bom yang terjadi di tiga sekolah internasional sempat ramai dan jadi sorotan di media sosial. Warganet menyinggung soal keamanan di negeri ini yang masih kurang bagus.
Seorang netizen mengunggah komentar di akun medsosnya: “Jujur ya, ngeri banget ngebayangin kalau hal kayak gini kejadian di sekolah beneran.
Lo lagi belajar, tiba-tiba dapet kabar ada bom, meski cuma ancaman, rasa takutnya pasti kebawa lama.
Dan makin sedih karena semua ini ternyata cuma ulah orang iseng cari uang cepat.
Kemudian akun lain juga memberikan komentar : Tapi gue salut, pemerintah gerak cepat banget. Belum sempet rumor makin liar, Prabowo langsung minta BIN, BNPT, dan Polri turun ke lapangan.
Itu nunjukin kalau sistem keamanan kita masih sigap kalau ada situasi darurat.
Cuma ya… di sisi lain, ini ngingetin banget betapa bahayanya “asal share” di zaman sekarang. Kadang satu pesan broadcast bisa bikin satu kota panik.
Makanya penting banget buat cek dulu sebelum ikut nyebar info. Semoga kejadian kayak gini gak terulang lagi.
Polisi: Peneror Bom Berada di Luar Negeri
Jajaran Polda Metro Jaya dan polres kini mengusut pelaku yang meneror tiga sekolah internasional, yaitu Nanyang School di Pagedangan, Mentari International School di Pondok Aren, dan North Jakarta Intercultural School (NJIS) di Kelapa Gading.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi mengatakan tim penyidik telah menelusuri identitas pelaku. “Kami menduga pelaku berada di luar negeri dan orangnya sama,” ujar Ade Ary, Kamis (9/10/2025).
Tim Jibom Gegana Polda Metro Jaya memeriksa seluruh lokasi sekolah untuk memastikan keamanan. Petugas tidak menemukan bahan peledak, namun polisi tetap meningkatkan penjagaan di sekitar sekolah. Aparat berkomitmen mengejar pelaku sampai tertangkap. (***)












