Tel Aviv, EDITOR.ID,- Iran benar-benar murka oleh serangan tiba-tiba Israel yang memporak porandakan negaranya. Iran pun membalas selama tiga hari terakhir ratusan rudal ganas Iran bertaburan di langit Israel. Menghancurkan sasaran tembak di sejumlah wilayah. Israel mulai kewalahan menangkis serangan rudal Iran.
Bahkan Israel dilaporkan terancam kehabisan stok pencegat rudal Arrow akibat serangan udara yang dilancarkan Iran sangat massif ke negara Yahudi tersebut. Iran telah mengirim ratusan rudal dalam konflik yang berkecamuk antara kedua negara selama enam hari berturut-turut.
Hal tersebut memicu kekhawatiran tentang kemampuan Israel dalam mencegat dan melawan rudal balistik jarak jauh dari Iran, jika konflik tidak segera diselesaikan.
Laporan soal Israel kehabisan rudal pencegat defensif itu diungkapkan seorang pejabat Amerika Serikat (AS), yang tidak disebut namanya, seperti dikutip media terkemuka Wall Street Journal (WSJ) dan dilansir Reuters, Rabu (18/6/2025),
Menurut pejabat AS tersebut, Washington telah menyadari masalah kapasitas yang dialami sistem pertahanan udara Israel selama beberapa bulan terakhir.
Disebutkan oleh pejabat AS ini, bahwa Washington telah menambah pertahanan Israel dengan sistem di darat, di laut, dan di udara.
Sejak konflik meningkat pada Juni ini, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS telah mengirimkan lebih banyak aset pertahanan rudal di kawasan tersebut, dan sekarang ada kekhawatiran bahwa AS juga menggunakan terlalu banyak rudal pencegat saat membantu sekutunya, Israel, menjatuhkan rudal-rudal Iran.
Belum ada tanggapan langsung dari Israel maupun AS terkait laporan WSJ ini.
Sistem rudal pencegat Arrow, menurut laporan The Times of Israel, bukan satu-satunya tindakan defensif yang digunakan untuk melawan serangan rudal Iran yang menghujani wilayah Israel.
AS memiliki sistem pertahanan rudal Patriot berbasis darat dan sistem Terminal High Altitude Air Defense (THAAD) di kawasan Timur Tengah yang mampu mencegat rudal balistik di udara.
Kapal-kapal penghancur rudal milik Angkatan Laut AS juga telah menembak jatuh sejumlah proyektil di kawasan tersebut.
Brigjen Reza Ungkap Jenis Rudal Iran yang Menghantam Fasilitas Intelijen Israel
Tidak seperti yang selama ini dipersepsikan, bahwa Israel merupakan salah satu negara dengan perangkat intelijen dan keamanan paling canggih di Timur Tengah. Terbukti Kementerian Pertahanan Iran menilai Israel rentan diserang.
Juru Bicara Kemenhan Iran Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik mengatakan pihaknya menggunakan rudal baru yang tidak terdeteksi dalam serangan terhadap salah satu fasilitas Mossad -intelijen Israel.
Rudal jenis itu baru pertama kali dipakai dalam serangan yang menargetkan fasilitas intelijen Israel.
Iran sendiri mengklaim serangan tersebut menembus sistem pertahanan udara berlapis Israel yang konon didukung oleh Amerika Serikat.
“Dalam serangan hari ini (Selasa, 17/6/2025), kami mengerahkan rudal yang tidak dapat dilacak atau dicegat,” tutur Brigjen Reza Talaei-Nik seperti dilansir dari IRNA.
Reza menjelaskan bahwa target dengan lapisan pertahanan yang tebal tersebut diserang dengan dua rudal berpemandu presisi.
Dia juga meyakini bahwa Israel tidak siap menghadapi konflik yang berkepanjangan.
“Berdasarkan pengalaman 75 tahun dan berbagai faktor militer dan nonmiliter serta pertimbangan strategis lainnya, saya mengatakan bahwa rezim Zionis tidak dapat bertahan dalam perang yang panjang,” katanya.
“Banyak dari sistem kami yang bahkan belum dikerahkan,” imbuh Brigjen Reza Talaei-Nik
Ayatollah Larang Iran Berbelas Kasihan kepada Zionis Israel
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan tidak boleh ada belas kasihan terhadap rezim Zionis di Israel.
Seperti diketahui, kedua negara Timur Tengah itu saling berbalas serangan rudal sejak pekan lalu, menyebabkan ratusan warga sipil tewas dan bangunan hancur di kota-kota mereka.
“Kita harus memberikan tanggapan yang kuat kepada rezim Zionis teroris. Kita tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada Zionis,” tulis Khamenei di X, Rabu (18/6).
Israel meluncurkan kampanye pengeboman besar-beasran yang menyasar fasilitas nuklir dan militer Iran, serta kawasan permukiman.
Iran telah menanggapi dengan meluncurkan rudal dan pesawat nirawak. Hari ini, Tehran mengeklaim telah menembakkan rudal hipersonik ke Israel.
Pada hari Selasa, Trump menuntut “penyerahan tanpa syarat” republik Islam itu dan membanggakan bahwa Amerika Serikat dapat dengan mudah membunuh Khamenei. (afp/rtr/berbagai sumber)












