Purbaya Bongkar Budaya Bobrok ASN dan Birokrat, Jago Ngomong dan Bilang Siap Tapi Tak Dikerjakan, Dimutasi Nangis-Nangis!

Purbaya blak-blakan ngomong soal kebiasaan buruk aparatur yang kelihatannya nurut di depan atasan, tapi eksekusinya malah hilang entah ke mana. Budaya yang sudah mengakar bertahun-tahun di kalangan birokrasi ini bikin kerjaan negara jalan di tempat.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Foto : Instagram @PurbayaYudhi

Jakarta, EDITOR.ID,- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa prihatin, sedih dan harus bicara apa lagi. Ia kecewa dengan kebiasaan buruk dan budaya di ASN dan birokrat. Purbaya menemukan banyak pegawai yang bilang “Siap Pak” saat diberi tugas dan arahan oleh menteri. Namun pekerjaan tersebut tidak dikerjakan atau dibiarkan bahkan hingga berbulan-bulan.

Purbaya blak-blakan ngomong soal kebiasaan buruk aparatur yang kelihatannya nurut di depan atasan, tapi eksekusinya malah hilang entah ke mana. Budaya yang sudah mengakar bertahun-tahun di kalangan birokrasi ini bikin kerjaan negara jalan di tempat.

“Di depan bilang siap, tapi nggak dikerjain sampai tiga bulan,” ujar Purbaya dalam acara Simposium PT SMI 2026 di Ayana Midplaza Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, pola kerja kayak gini bukan cuma bikin lambat, tapi juga bikin sistem pemerintahan susah berkembang. Masalahnya bukan sekadar kinerja, tapi pola: terlihat patuh, tanpa eksekusi.

Dan yang bikin ironis, ketika posisi digeser, yang muncul justru penolakan dan politisasi.

Menurut Purbaya ketika akhirnya posisi mereka digeser atau dicopot, baru muncul drama “nangis-nangis”. Padahal, evaluasi itu muncul karena pekerjaan yang seharusnya dijalankan malah diabaikan terus-menerus.

Purbaya juga bilang kalau mengubah mentalitas birokrasi bukan perkara gampang. Budaya kerja yang sudah mengakar bertahun-tahun nggak bisa dibersihkan cuma lewat satu-dua instruksi. Tapi dia menegaskan proses bersih-bersih birokrasi tetap bakal jalan terus.

Salah satu fokus yang lagi dia dorong adalah memperbaiki penerimaan pajak negara dan menekan masuknya barang ilegal ke pasar domestik. Menurutnya, sistem pengawasan memang mulai membaik, tapi kebocoran masih ditemukan di berbagai titik lapangan.

Di tengah upaya memperbaiki penerimaan pajak dan menekan kebocoran di lapangan, Purbaya menegaskan pembenahan tak hanya soal sistem tapi juga perilaku. Ancaman pun jelas: yang tak siap bekerja, akan diganti.

“Kalau disuruh kerja tapi tidak siap, siap-siap angkat koper.” katanya.

Purbaya mengaku kecewa dengan kondisi birokrasi Kemenkeu yang dianggap belum optimal dan lambat dalam melaksanakan perubahan, terutama di sektor perpajakan.

Purbaya mengirim sinyal keras bahwa ia tidak akan segan mencopot birokrat yang tidak becus bekerja, menegaskan bahwa perubahan mentalitas birokrasi harus dilakukan.

Dia mengaku masih menemukan celah yang bikin penerimaan negara bocor dan praktik ilegal tetap lolos masuk pasar. Karena itu, pembenahan bakal terus dilakukan sampai sistem pengawasan benar-benar ketat.

Nggak cuma ngomong soal evaluasi, Purbaya juga kasih sinyal keras buat pegawai yang nggak mau ikut ritme perubahan. Pesannya tegas: kalau sudah dikasih tugas tapi tetap nggak jalan, maka harus siap tersingkir dari jabatan.

Sebaliknya, buat pegawai yang kerja serius dan hasilnya nyata, pemerintah bakal kasih penghargaan dan insentif sebagai bentuk apresiasi. Menurut Purbaya, birokrasi ke depan harus diisi orang-orang yang benar-benar kerja, bukan cuma jago bilang “siap” saat rapat.

Di tengah tuntutan publik soal pemerintahan yang lebih bersih dan cepat, pernyataan Purbaya ini jadi tamparan keras buat budaya kerja yang selama ini cuma kuat di omongan, tapi lemah di tindakan. ***

Leave a Reply