Jakarta, EDITOR.ID,- Berhembus kabar santer, Presiden RI Prabowo Subianto akan melakukan evaluasi terhadap kinerja para anggota kabinetnya sepulang lawatan dari India dan Malaysia. Evaluasi ini bagian dari rapor yang akan diberikan Presiden atas performance kerja para menterinya selama 100 hari kerja pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Evaluasi yang akan dilakukan Presiden Prabowo ini kemudian memicu isu mengenai reshuffle kabinet mulai ramai diperbincangkan. Tepatnya saat Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan menggenapkan 100 hari pertama kerjanya besok hari atau 28 Januari 2025.
Sumber EDITOR.ID mengungkapkan, ia mendapat informasi dari temennya seorang tokoh diundang bertemu Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu sebelum bertolak ke India. “Tokoh tersebut diajak berdiskusi dan diminta membantu pemerintahan, nanti akan dikabari Pak Prabowo,” ungkap sumber tersebut.
Belum diketahui apakah tokoh yang diajak bertemu Presiden akan diberikan amanah untuk membantu Presiden dalam lembaga tertentu untuk memperkuat kinerja pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi dan program Pak Prabowo di bidang pangan dan makan bergizi.
Peneliti Lembaga Indonesian Public Wacth Integrity (IPWI), Edi Winarto mendukung kebijakan Presiden mengevaluasi para pembantunya. Karena 100 hari bisa dijadikan penilaian dan parameter atau indikator output kerja dan loyalitas terhadap kepentingan bangsa dan rakyat.
“Harus ada evaluasi atau penilaian, hal ini selaras dari hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas yang menempatkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pak Prabowo sangat tinggi sekitar 80,9 persen,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Edi Winarto, survei yang diselenggarakan Indikator Politik Indonesia pada 16-21 Januari 2025 juga menunjukkan, kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam 100 hari pemerintahan mencapai 79,3 persen.
Menurut Edi Winarto, besarnya kepuasan publik yang terekspresikan dalam 100 hari jalannya usia Kabinet Merah Putih ini terbilang istimewa. Pasalnya, sepanjang sejarah penyelenggaraan survei opini publik, yang secara khusus dilakukan untuk memotret penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan, baru pada kesempatan kali ini mencatatkan apresiasi publik setinggi ini.
“Ini tantangan berat buat Pak Prabowo karena rakyat sangat mempercayai kepemimpinan beliau, jadi amanah ini jangan sampai terganggu atau terdegradasi oleh kebijakan dan sikap para menteri, pembantu Pak Prabowo harus bisa berlari kencang sebagaimana semangat Pak Prabowo,” ujarnya.
Mungkinkah Dilakukan Reshufle?
Edi Winarto juga mendukung jika Presiden Prabowo Subianto melakukan Reshuflle. “Reshuffle bukan kebijakan yang negatif atau haram, kebijakan ini justru baik sekali untuk memotivasi para menteri bekerja lebih profesional, karena mereka diawasi, dinilai kinerjanya dan bisa diganti jika tidak kompeten dan tak mampu menterjemahkan program Pak Prabowo,” ujarnya.












