Pidato Didepan Aksi Demo, Bupati Sudewo Justru Disoraki Massa dan Dilempari Sandal

Namun, suasana yang sudah memanas tidak mereda. Bupati Sudewo justru disambut hujan lemparan sandal, botol, dan caci maki. Massa kembali ricuh dengan melempari Bupati Pati Sudewo dengan botol air mineral.

Suasana yang sudah memanas tidak mereda. Massa melempar berbagai benda ke arah bupati. Dalam video terlihat sandal jepit dan botol air mineral melayang, memaksa aparat keamanan sigap melindungi Sudewo dari lemparan.

Pati, Jawa Tengah, EDITOR.ID,- Melihat jumlah massa pendemo makin membesar, Bupati Pati Sudewo akhirnya muncul dan berpidato di depan massa pendemo. Bupati Sudewo menyampaikan permintaan maaf dan tidak akan mengulangi. Namun Bupati Sudewo justru disoraki warga dan dilempari dengan botol, batu dan sandal.

Kejadian ini terekam dalam video amatir yang cepat menyebar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @infoupdatejateng. Dalam rekaman, Sudewo tampak mengenakan kemeja putih, peci hitam, kacamata hitam dan berdiri di dek terbuka kendaraan rantis berwarna hitam.

Kejadian berawal ketika massa sampai jam 12.00 WIB masih bertahan di depan Kantor Bupati Pati. Mereka masih mendesak agar Bupati Sudewo menemui massa.

Melihat situasi demo yang semakin memanas, Sudewo akhirnya keluar menemui massa pukul 12.16 WIB untuk mencoba meredam kemarahan. Sudewo terlihat naik ke atas kendaraan taktis milik polisi.

Polisi yang berjaga meminta kepada massa agar tertib. Setelah itu, Sudewo muncul dari dalam mobil. Ribuan warga mengelilinginya. Sementara Sudewo berusaha berbicara lewat pengeras suara.

Dengan suara lantang, Sudewo menyampaikan permintaan maaf di hadapan massa. “Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum Wr. Wb. Saya mohon maaf sebesar-besarnya, saya akan berbuat yang lebih baik. terima kasih,” ujar Sudewo dari atas mobil rantis dan sambil segera masuk.

Namun, suasana yang sudah memanas tidak mereda. Bupati Sudewo justru disambut hujan lemparan sandal, botol, dan caci maki. Massa kembali ricuh dengan melempari Bupati Pati Sudewo dengan botol air mineral.

Dalam video terlihat sandal jepit dan botol air mineral melayang, memaksa aparat keamanan sigap melindungi Sudewo dari lemparan.

Tampak seorang ajudan Sudewo memasang badan untuk menangkis lemparan botol massa. Ajudan berkemeja putih itu tampak menggunakan tameng milik polisi. Sudewo lantas kembali masuk dalam mobil dan kembali ke dalam kantor Bupati Pati.

Aparat akhirnya mengevakuasi Sudewo kembali ke dalam kendaraan taktis.Terlihat massa masih ada yang bertahan di depan kantor Bupati Pati. Sebagian pintu gerbang terbuka dengan penjagaan ketat oleh petugas kepolisian. Aparat tetap berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kericuhan susulan.

Bentrokan baru benar-benar mereda menjelang malam setelah massa mulai membubarkan diri.

Kapolres: Demo Memanas Ada Penyusup

Kapolresta Pati, Kombes Jaka Wahyudi mengatakan aksi demo berlangsung memanas karena adiduga ada kelompok penyusup yang ikut aksi hari ini.

“Bahwa situasi semakin berkembang, mungkin tidak kondusif karena disingalir ada kelompok-kelompok penyusup aksi ini,” jelasnya kepada wartawan ditemui di kantor Bupati Pati, Rabu (13/8/2025).

Dia mengaku tengah berkoordinasi dengan korlap aksi dan Bupati Pati. Namun situasi kondisi masih memanas.

“Ini kita koordinasi dengan korlap untuk menenangkan massa dan kita juga asa opsi apabila memungkinkan Pak Bupati bisa menyapa massa. Apabila situasi kondusif pak Bupati Pati siap menemui massa,” jelasnya.

“Wacana pergi umrah tidak benar. Barusan tadi kita temui kami bujuk agar bisa menemui aksi massa aliansi Masyarakat Pati Bersatu,” imbuh Jaka.

Pendemo Menuntut Sudewo Mundur dari Jabatan Bupati

Sebelumnya ribuan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, turun ke jalan pada Rabu (13/8/2025). Mereka memprotes kebijakan Bupati Pati Sudewo menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen.

Meski kebijakan tersebut sudah dibatalkan oleh Bupati Sudewo lima hari sebelumnya, massa tetap menggelar aksi. Unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai itu berakhir ricuh, meninggalkan kerusakan di sejumlah titik dan ketegangan di pusat kota.

Awal Mula Kebijakan Kenaikan PBB

Rencana kenaikan tarif PBB-P2 ini bermula dari keputusan Pemerintah Kabupaten Pati dalam rapat intensifikasi bersama para camat dan anggota Pasopati di Kantor Bupati.

Melalui laman resmi Humas Kabupaten Pati, Bupati Sudewo menyebut penyesuaian hingga 250 persen diperlukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Ia menilai penerimaan PBB Kabupaten Pati selama ini terlalu rendah, yakni hanya Rp 29 miliar pada 2024. Angka itu kalah jauh dibanding Kabupaten Jepara (Rp 75 miliar), Rembang (Rp 50 miliar), dan Kudus (Rp 50 miliar), padahal secara luas wilayah dan potensi ekonomi, Pati dianggap lebih besar.

“PBB sudah 14 tahun tidak naik. Kesepakatan bersama, kenaikan sekitar 250 persen ini untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik,” kata Sudewo kala itu.

Gelombang Protes dan Pembatalan Kebijakan

Pengumuman tersebut langsung memicu protes luas. Warga menilai kenaikan 250 persen di tengah tekanan ekonomi akan membebani masyarakat, terutama petani dan pelaku UMKM.

Isu akan adanya demo besar di Pati merebak sejak awal Agustus. Tekanan publik kian menguat hingga pada Jumat (8/8/2025), Bupati Sudewo resmi membatalkan kenaikan PBB-P2 setelah sebelumnya sempat viral dan menantang masyarakat bahwa dirinya tidak takut dengan aksi demonstrasi yang akan digelar masyarakat Pati.

Dalam pernyataannya di Pendopo Kabupaten, ia menegaskan tarif akan kembali ke besaran 2024.

“Bagi yang sudah membayar dengan tarif baru, selisihnya akan dikembalikan. Teknisnya akan diatur oleh BPKAD dan kepala desa,” ujarnya, didampingi Kajari, Dandim 0718, dan Kapolresta Pati.

Namun pembatalan tersebut tak meredam kemarahan sebagian warga yang merasa kebijakan ini tetap meninggalkan luka. Mereka memutuskan tetap turun ke jalan pada tanggal yang sudah direncanakan.

Demo Desak Bupati Pati Mundur

Demo yang digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mendesak Bupati Sudewo. Karena Sudewo belakangan ini menjadi sorotan dan menuai kecaman setelah berbagai kebijakan kontroversialnya. Salah satunya menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen.

Sudewo kemudian didesak Aliansi Masyarakat Pati mundur. Ia didesak massa untuk mengundurkan diri dari jabatannya, buntut kebijakan yang menuai kontroversi. Namun, Sudewo malah menantang massa dengan jumlah yang besar yang kemudian viral.

Aksi Ricuh Mobil Polisi Dibakar

Aksi demo menuntut Bupati Pati Sudewo mundur berujung ricuh. Ribuan massa mengepung kantor Bupati. Bahkan massa mulai terpancing emosi dan beringas. Demo ini berlangsung di depan kantor Bupati Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025).

Kericuhan pecah sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, massa mendesak agar Bupati Pati Sudewo keluar.

Puncaknya, mobil polisi provos milik Polresta Pati yang terparkir di depan rumah dinas Kapolres Pati dijungkirkan dan dibakar massa. Api berkobar disertai pekikan teriakan kemarahan massa terekam dalam video amatir dan viral di media sosial. Suasana makin mencekam.

Kerusakan dan Evaluasi

Hingga Rabu malam, pihak kepolisian belum merilis data resmi kerugian materi dan jumlah korban akibat kerusuhan. Namun dari pantauan lapangan, kerusakan terjadi pada kendaraan dinas, fasilitas Gedung DPRD, serta beberapa kios di sekitar alun-alun.

Polda Jawa Tengah menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap prosedur pengamanan dan mengusut pihak-pihak yang diduga memprovokasi aksi menjadi anarkis. (*)

Leave a Reply