Nabire, EDITOR.ID – Pesawat milik PT Smart Cakrawala Aviation pesawat dengan nomor registrasi PK-SNS mengalami kecelakaan pada Selasa, 27 Januari 2027. Insiden terjadi di perairan pantai Nabire, Papua, tepatnya di area logpond Kaladiri. Menariknya semua penumpang dan krunya selamat.
Pesawat yang sedang dalam penerbangan dari Nabire menuju Kaimana itu dilaporkan jatuh sekitar pukul 12.45 waktu setempat. Saat kejadian, pesawat mengangkut 15 orang, yang terdiri dari penumpang dan kru pesawat.
Terlihat dari beberapa video yang beredar di media sosial, pesawat tersebut mengapung di dalam air dan terlihat juga beberapa warga berdiri diatas badan pesawat.
Pesawat jenis Cessna 208 Caravan itu dilaporkan melakukan pendaratan darurat sekitar pukul 12.45 WIT di area Logpond Kaladiri (wilayah pesisir/pantai) bibir pantai Bandara Nabire, Papua Tengah. Dilaporkan bahwa seluruh 15 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Karena mengalami gangguan teknis pada mesin sesaat setelah lepas landas. Pilot, Capt. Tania K, memutuskan kembali ke bandara (RTB) namun daya dorong mesin terus menurun, menyebabkan pesawat mendarat darurat di pantai.
Penyebabnya diduga mengalami penurunan daya dorong (thrust power) mesin, menyebabkan kehilangan daya angkat (stall) saat mencoba kembali ke bandara.
Area Logpond Kaladiri merupakan lokasi pesisir yang berada di tepi pantai Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kawasan ini dikenal sebagai area berair di pesisir barat Nabire yang kerap digunakan untuk aktivitas logistik maupun perairan.
Pantai Nabire, Papua Tengah, dan merupakan bagian dari wilayah pesisir merupakan kawasan perairan dangkal/pantai yang difungsikan sebagai area logpond.
Lokasinya berada di kawasan yang dapat dijangkau oleh warga sekitar untuk pertolongan cepat, dekat dengan wilayah Nabire Barat.
Secara umum, area ini merupakan kawasan perairan pesisir yang vital di wilayah Nabire. Pesawat jenis Cessna Caravan tersebut tengah mengoperasikan layanan penerbangan subsidi dengan rute menuju Kaimana.
Terpaksa melakukan pendaratan darurat disebabkan gangguan mesin atau kondisi angin kencang diduga menjadi penyebab pesawat melakukan pendaratan darurat di air (ditching).
Berdasarkan laporan awal, pesawat yang membawa total 15 orang—terdiri dari 13 penumpang dan 2 kru pesawat—dilaporkan mendarat darurat di area pesisir pantai tak lama setelah lepas landas. Visual dari lokasi menunjukkan pesawat berada di permukaan air dengan kondisi badan pesawat yang masih utuh, memungkinkan proses evakuasi dilakukan langsung di atas badan pesawat.
Tim penyelamat gabungan bersama otoritas bandara setempat telah berhasil mengevakuasi seluruh korban ke daratan untuk mendapatkan pengecekan medis dan pendampingan lebih lanjut.
Petugas saat ini fokus pada pengamanan lokasi kejadian untuk menjaga badan pesawat dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Investigasi: Pihak berwenang bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab pasti insiden ini.
Layanan Informasi: Pihak maskapai dan otoritas bandara akan menyampaikan informasi perkembangan investigasi secara berkala kepada publik dan pihak keluarga. ***










