Menurutnya, itu sudah masuk kategori penghinaan atau pelecehan terhadap salah satu suku di Indonesia.
Atau pelanggaran terhadap SARA seperi yang termuat dalam pasal 28 ayat 2 UU ITE No 9/2016 junto UU 11/2008, dimana disitu disebutkan ancaman pidananya adalah 6 tahun dan denda 1 Miliar rupiah.
“Yang kedua, kalau dia menyebut anjing itu dengan kata pernikahan, itu masuk dalam kategori penistaan, khususnya agama Islam. Karena nikah itu hanya dikenal dalam agama Islam. Dia dikenakan pasal 156A KUHP dengan ancaman pidana 4 tahun,” kata Muhammad Taufiq.
Oleh karena itu melalui keterangan lewat voice, Muhammad Taufiq menyampaikan: pertama, agar EO (even organizer) itu meminta maaf.
Kedua, hotelnya juga meminta maaf.
Ketiga, yang punya ide serta memviralkan acara itu lewat medsos agar juga meminta maaf.
“Kalau tidak meminta maaf dalam waktu tiga kali duapuluh empat jam (3×24 jam), setelah menyampaikan somasi terbuka ini, saya akan menuntut kepada Kepolisian,” jelasnya.
Tiga hal yang akan dituntutnya, yaitu hHotel, Wedding Organizer, dan mereka yang punya hajat, menyebut pertemuan dua anjing itu sebagai pernikahan.
“Semuanya akan saya tuntut dan tidak ada maaf,” tegas dosen ilmu pidana dan Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian FH UNISULA Semarang.
Selain disomasi oleh Ki Abeje Janoko dan Muhammad Taufiq, namun ada yang membela dalam penyelenggaraan perhelatan pernikahan pasangan anjing tersebut, seperti tanggapan pakar Antropologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta .
Tanggapan pakar UGM yang merupakan Guru Besar Antropologi UGM, Prof Heddy Shri Ahimsa-Putra melansir dari Kompas.com, Selasa (18/7/2023).
Heddy menyebut, terkait apakah pernikahan Jojo dan Luna menghina budaya Jawa atau tidak? Menurut Heddy tergantung pada sudut pandang masing-masing.
Heddy mengatakan, pernikahan Jojo dan Luna bukanlah penghinaan — karena anjing dilihat sebagai makhluk yang setara dengan manusia.
“Bahkan sebagian orang melihat anjing bisa lebih baik daripada manusia,” menurut Heddy.
“Anjing bisa menjadi pengawal setia, penjaga rumah yang setia, teman berburu yang pandai, dan setia,” tambahnya.
Pandangan berbeda soal posisi anjing Terkait pernikahan Jojo dan Luna yang dipersoalkan warganet, Heddy menyampaikan bahwa ada perbedaan pandangan antara orang di beberapa daerah di dunia terhadap anjing.
Ia mencontohkan, orang di Eropa memandang anjing sebagai teman yang setia dan hewan ini juga sangat disayangi dan dimanjakan.
“Enggak ada pikiran untuk makan daging anjing. Anjing sudah dipandang setara atau tidak lebih rendah daripada manusia,” sambung Heddy.










