Pentingnya Penelitian Stres Kerja Para Dokter di Masa Pandemi

  • Bagikan
pentingnya penelitian stres kerja para dokter di masa pandemi
pentingnya penelitian stres kerja para dokter di masa pandemi

EDITOR.ID – Jakarta, Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana (UMB) bersama dengan Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) merencanakan kerjasama penelitian yang berjudul “Stres Kerja sebagai Mediator Pengaruh Kebahagiaan Otentik dan Organisasi Pembelajaran terhadap Prestasi Kerja Para Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi di Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) pada masa Pandemi Covid-19.”

Hal ini merupakan kelanjutan kegiatan pada Kamis, 14 Oktober 2021 lalu, tim peneliti dari Fakultas Psikologi UMB melakukan diskusi kelompok terpumpun via zoom virtual sebagai langkah awal daripada penelitian yang dilakukan.

Kegiatan ini berlangsung dari pukul 18.30 – 20.30 WIB. Diskusi terfokus ini dihadiri oleh 12 peserta dari organisasi PERDOKI dan tim peneliti dari Fakultas Psikologi UMB. Acara ini berfokus pada pengumpulan data awal pra-penelitian mengenai prestasi kerja para dokter spesialis kedokteran okupasi.

Adapun rangkaian acara dimulai dengan penyampaian pengantar acara yang mediatori olehDr. dr. Yosephin Sri Sutanti, MS, Sp.Ok., dilanjutkan sambutan pembuka serta perkenalan tim peneliti Fakultas Psikologi UMB oleh Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, M.Si. serta dari PERDOKI oleh Dr. dr. Astrid Sulistomo, MPH, Sp.Ok.

Adapun diskusi kelompok terpumpun dilangsungkan dengan dimoderatori oleh Erza Agistara Azizah, peneliti dari UMB.

Dalam diskusi kelompok terpumpun ini, moderator menyampaikan 5 (lima) pertanyaan utama dan sejumlah pertanyaan tambahan untuk menggali jawaban dari para peserta.

Kelima pertanyaan utama dimaksud mencerminkan indikator penting mengenai prestasi kerja para dokter spesialis kedokteran okupasi, yaitu: pertemuan ilmiah tahunan, aktivitas pengabdian masyarakat, penelitian dan pembuatan buku, pelayanan kesehatan okupasi, dan kolaborasi lintas ilmu.

Sebelum diskusi kelompok terpumpun berlangsung, kelima indikator dimaksud telah dikonsultasikan dan ditetapkan oleh tim peneliti menjadi pedoman dalam merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian.

Acara berakhir dengan penutupan yang disampaikan oleh Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, M.Si, selaku Ketua Tim Peneliti.

Hasil dari FGD yang dilakukan, menunjukkan bahwa organisasi PERDOKI dengan baik telah menerapkan dan melakukan kelima indikator prestasi kerja.

Hal ini terlihat dari rutinitas kegiatan yang dilakukan, kontribusi serta dukungan dari anggota PERDOKI dalam kegiatan yang dilaksanakan. PERDOKI sebagai organisasi yang memiliki visi untuk mewujudkan pelayanan dan perlindungan kesehatan pekerja/tenaga kerja tentunya terus mengoptimalkan kemampuannya dalam mengatasi kompleksitas permasalahan COVID-19 di Indonesia.

PERDOKI juga telah berinisiatif dalam pembuatan buku mengenai perlindungan tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan dalam upaya perlindungan terhadap covid; bagaimana penegakan diagnosis Covid-19 yang berkaitan faktor resiko di tempat kerja, dan lain-lain.

Selain itu, PERDOKI secara aktif melakukan pengabdian dan pelayanan masyarakat dengan melakukan sosialisasi kepada sektor-sektor yang terkena dampak pandemi untuk secara konsisten menerapkan protokol kesehatan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam penggunaan produk/jasa yang ditawarkan.

Settia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan