Tel Aviv – Tehran, EDITOR.ID – Situasi terkini per 4 Maret 2026, telah diumumkan panduan resmi bagi warga negara asing (WNA) yang berada di wilayah konflik Israel dan Iran. KBRI Tehran memastikan 329 WNI di Iran, mayoritas mahasiswa, dalam kondisi aman dan sehat pascaserangan AS-Israel pada akhir Februari 2026.
Tidak ada laporan dampak fisik langsung atau ancaman spesifik, namun KBRI terus melakukan pemantauan intensif, penyisiran aktif, serta komunikasi intensif/virtual town hall untuk memastikan keselamatan.
Lebih dari tiga ratus orang, sebagian besar adalah mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai kota di Iran. Hingga Selasa (3/3/2026), tidak ada laporan WNI yang terdampak fisik secara langsung.
KBRI Tehran melakukan pendataan ulang, penyisiran aktif, dan terus menjalin komunikasi dua arah dengan komunitas WNI.
WNI diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan mematuhi imbauan keamanan dari otoritas setempat serta KBRI.
Situasi keamanan di kawasan tersebut meningkat, namun KBRI terus berkoordinasi dengan Kemlu RI di Jakarta untuk memberikan perlindungan maksimal.
WNI di Israel
Urusan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah Israel dan Palestina biasanya dikoordinasikan melalui perwakilan RI di negara tetangga.
KBRI Amman (Yordania) memiliki wilayah akreditasi yang mencakup Palestina dan menangani urusan terkait WNI di wilayah sekitarnya.
KBRI Kairo (Mesir), terkadang terlibat dalam proses evakuasi atau bantuan kemanusiaan melalui pintu perbatasan di Gaza.
Layanan Hotline Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memantau keselamatan WNI. KBRI di wilayah sekitar seperti KBRI Tehran, KBRI Beirut, dan KBRI Damaskus telah membuka hotline darurat bagi WNI.
Kemlu mencatat tidak ada WNI yang menjadi korban langsung dalam eskalasi serangan terbaru dan terus mengimbau WNI untuk waspada.
Informasi Visa & Hubungan Lainnya
Meskipun tidak ada hubungan diplomatik, WNI tetap bisa mengunjungi Israel untuk tujuan wisata atau bisnis dengan mengajukan visa melalui agensi atau perwakilan Israel di negara ketiga.
Hubungan dagang antara Indonesia dan Israel tetap memiliki hubungan dagang dan pariwisata yang bersifat tidak resmi atau business-to-business.
Panduan Keluar dari Israel
Situasi di Israel sangat fluktuatif setelah penutupan wilayah udara akibat konflik dengan Iran.
Status Bandara Ben Gurion dijadwalkan mulai dibuka secara bertahap pada Rabu malam, 4 Maret 2026, untuk memulangkan warga yang terdampar. Kapasitas awal diperkirakan mampu melayani 8.000 hingga 9.000 penumpang per hari.
Opsi Transportasi Darat
Beberapa maskapai seperti Arkia telah mengoperasikan rute melalui Bandara Taba di Mesir bagi mereka yang terjebak di Israel. Perbatasan darat dengan Mesir (Taba) umumnya tetap terbuka kecuali ada pemberitahuan lebih lanjut.
Ketentuan Visa
Otoritas Kependudukan dan Imigrasi (PIBA) memberikan perpanjangan otomatis hingga 21 Maret 2026 bagi pekerja asing yang visa masuk kembali (re-entry) miliknya habis antara 28 Februari – 14 Maret 2026.
Di beberapa lokasi seperti Bali, kebijakan “Overstay Nol Rupiah” telah diterapkan bagi WNA yang tidak bisa pulang akibat pembatalan penerbangan ke wilayah konflik.
WNA disarankan untuk mendaftarkan keberadaan mereka melalui platform resmi kedutaan masing-masing (misalnya portal pendaftaran FCDO untuk warga Inggris) untuk menerima pembaruan keamanan real-time dan perencanaan evakuasi.
Panduan Keluar dari Iran
Peringatan perjalanan untuk Iran berada pada level tertinggi (Do Not Travel). Perintah segera meninggalkan negara Iran diminta oleh Pemerintah negara nya masing-masing termasuk pemerintah Amerika Serikat, telah mengeluarkan seruan agar seluruh warganya segera meninggalkan Iran selagi transportasi komersial masih tersedia.
Semua WNA diminta untuk menyiapkan rencana keberangkatan secara mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah dalam situasi darurat.
Jika tidak bisa diinstruksikan untuk berlindung di tempat (shelter-in-place) dan menghindari area militer atau demonstrasi.
Persiapan Dokumen Penting
Pastikan Anda membawa dokumen berikut saat mencoba keluar seperti Paspor dalam keadaan valid setidaknya 90 hari ke depan. Pastikan dokumen perjalanan telah memiliki tiket (jika ada) dan bukti identitas tambahan.
Perhatikan khusus di Israel, wajib memberitahukan jika membawa uang tunai senilai 50.000 shekel atau lebih jika melalui udara, atau 12.000 shekel jika melalui darat per Maret 2026, hal ini diakibatkan karena Tel Aviv dan wilayah sekitarnya di Israel tengah diguncang oleh serangkaian ledakan besar akibat serangan rudal balistik besar-besaran dari Iran.
Pantauan perkembangan hingga hari ini, 4 Maret 2026, dampak dari serangan rudal Iran. Satu serangan rudal dilaporkan menghantam gedung apartemen bertingkat di jantung kota Tel Aviv, menyebabkan kerusakan struktural parah dan kebakaran besar. Shrapnel dari pencegatan rudal juga dilaporkan jatuh di daerah pemukiman seperti Ramat Gan.
Hingga laporan terakhir (4/3/2026), serangan ini telah menyebabkan setidaknya satu kematian dan puluhan orang luka-luka. Layanan ambulans Magen David Adom terus melakukan evakuasi di lokasi kejadian.
Laporan media lokal memberitakan adanya dampak ledakan di dekat Bandara Internasional Ben Gurion, hubungan penerbangan utama Israel lumpuh total, meskipun otoritas menyatakan terminal utama tidak terkena serangan langsung.
Sementara Al Jazeera memberitakan peristiwa tersebut sudah terkonfirmasi adanya klaim dari pihak Iran mengenai serangan terhadap fasilitas intelijen (Mossad).
Serangan ini merupakan balasan langsung dari Iran setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam operasi yang dituduhkan kepada Israel dan AS.
Saat ini, Israel juga melakukan serangan balasan ke arah Teheran.
Sirine serangan udara terus terdengar di seluruh wilayah pusat dan selatan Israel. Otoritas keamanan mengimbau warga untuk tetap berada di dekat ruang perlindungan.
Sementara itu sudah banyak negara diluar Iran maupun Israel yang telah mengeluarkan peringatan “Avoid All Travel” (Hindari Semua Perjalanan) ke Israel karena situasi yang semakin memburuk.
Status operasional bandara dan instruksi keselamatan di Timur Tengah, khususnya di Tel Aviv dan Teheran, berada dalam kondisi siaga tinggi dan sangat fluktuatif per 4 Maret 2026 akibat eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
1. Status Operasional Bandara di Timur Tengah
Tel Aviv (Bandara Ben Gurion – TLV)
Beroperasi secara sangat terbatas dengan kondisi siaga tinggi setelah penutupan total wilayah udara Israel pada akhir Februari, operasional mulai dibuka kembali hanya untuk layanan prioritas, seperti penerbangan repatriasi dan kebutuhan darurat. Sebagian besar maskapai internasional masih menangguhkan penerbangan komersial reguler karena risiko keamanan.
Teheran (Bandara Imam Khomeini – IKA & Mehrabad – THR)
Berstatus dalam kondisi gangguan signifikan dan penutupan secara parsial. Hal tersebut akibat serangan udara dari agresi militer gabungan AS-Israel di wilayah Iran menyebabkan pembatalan penerbangan secara massal.
Beberapa laporan media lokal menyebutkan adanya kerusakan infrastruktur penerbangan di beberapa wilayah Iran (seperti laporan pesawat hancur di Bushehr), yang memicu kekhawatiran keamanan tinggi untuk operasional di Teheran.
Wilayah lain sejumlah negara di Timur Tengah (Dubai, Amman, Doha), bandara-bandara utama di Teluk juga mengalami banyak gangguan. Banyak maskapai seperti Emirates dan Qatar Airways menangguhkan rute ke Iran dan Irak.
2. Instruksi Keselamatan Terkini
Pemerintah dari berbagai negara telah mengeluarkan instruksi darurat bagi warga sipil
Pemerintah Indonesia (Kemlu RI):Instruksi: Kementerian Luar Negeri RI mengeluarkan imbauan resmi bagi WNI untuk menunda perjalanan ke wilayah Timur Tengah, khususnya Israel dan Iran, hingga situasi kondusif.
Pemerintah Israel mengeluarkan status darurat nasional diberlakukan di seluruh wilayahnya.
Hampir semua negara-negara di Timur Tengah diinstruksikan kepada warga negaranya masing-masing diminta tetap waspada apabila telah berbunyi sirene peringatan rudal agar segera menuju ruang aman (shelter) saat alarm berbunyi.
Sementara itu pihak Departemen Luar Negeri AS menginstruksikan dengan mengeluarkan perintah “DEPART NOW” (Segera Pergi) bagi warga negaranya di lebih dari 12 negara di Timur Tengah, termasuk Israel dan Iran, per 2 Maret 2026.
Dari media yang eksis di Timur Tengah memberikan himbauan panduan umum serta keselamatan jika berada di lokasi konflik dan dalam kondisi tidak memungkinkan untuk keluar, maka jalan keluar nya instruksi resminya adalah shelter in place (berlindung di lokasi saat ini) dan terus memantau pembaruan dari pihak resmi ke kedutaan besar negara masing-masing.
Al Jazeera menambahkan. Sebelum melakukan perjalanan, pastikan memeriksa status penerbangan langsung melalui FlightRadar24 atau situs resmi maskapainya, karena perubahan status wilayah udara dapat terjadi dalam hitungan menit.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan perwakilan KBRI di wilayah terkait telah meningkatkan status siaga dan menyiagakan langkah-langkah evakuasi darurat bagi Warga Negara Indonesia (WNI).
Prosedur evakuasi dan daftar kontak darurat yang dapat dihubungi:
1. Prosedur Evakuasi WNI
Wajib Lapor Diri: WNI yang belum melapor diri diimbau segera melapor diri melalui portal Peduli WNI (peduliwni.kemlu.go.id) atau menghubungi KBRI terdekat agar mudah didata dalam proses evakuasi.
Tetap Tenang dan Waspada: WNI diminta membatasi pergerakan, menjauhi wilayah konflik (titik rawan), dan mematuhi arahan otoritas setempat serta KBRI.
Mengikuti Protokol Keamanan
Jika situasi memburuk, KBRI akan menerbitkan instruksi evakuasi (siaga 1). WNI disarankan menyimpan dokumen penting (paspor, dokumen lapor diri) dalam satu tas siap bawa (go-bag).
Jalur Evakuasi
Pemerintah sedang menyiapkan opsi evakuasi, termasuk melalui jalur darurat ke negara tetangga yang lebih aman (seperti Azerbaijan untuk wilayah Iran).
Opsi “Shelter in Place”
Jika evakuasi belum memungkinkan, WNI diminta tetap bertahan di tempat aman yang telah ditentukan atau di rumah masing-masing.
2. Kontak Darurat KBRI di Wilayah Konflik (Aktif 24 Jam)
WNI di Timur Tengah diimbau segera menghubungi hotline darurat berikut jika dalam kondisi berbahaya
Hotline Direktorat Pelindungan WNI (Jakarta): +62 812-9007-0027
KBRI Tehran (Iran): +98 902 466 8889
KBRI Beirut (Lebanon): +961 3 430 192 (Hotline Konsuler)
KBRI Amman (Yordania): +962 7 7915 0407
KBRI Damaskus (Suriah): +963 11 611 9630
KBRI Riyadh (Arab Saudi): +966 569173990
KJRI Jeddah (Arab Saudi): +966 503609667
KBRI Abu Dhabi (UEA): +971 566156259
KJRI Dubai (UEA): +971 56 615 6259
3. Himbauan Tambahan
Kemlu RI mengimbau masyarakat Indonesia untuk menunda perjalanan, terutama transit, ke negara-negara konflik di Timur Tengah saat ini.
Pentingnya komunikasi Grup WNI di wilayah terdampak diminta aktif berkoordinasi dalam grup Whatsapp komunitas Indonesia setempat. (*)










