Jakarta, EDITOR.ID,- Putra almarhum Ayatollah Ali Khamenei yakni Mojtaba Hosseini Khamenei resmi terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru Iran menggantikan sang ayahanda yang meninggal terkena serangan brutal Amerika dan Israel. Pemilihan ini digelar oleh 88 ulama berpengaruh di negeri Aladin itu yang tergabung dalam Majelis Ahli Iran.
Terpilihnya Mojtaba Khamenei mengakhiri spekulasi tentang nasib masa depan Iran yang penuh teka-teki. Ia akan segera memimpin Iran menghadapi serangan besar-besaran Amerika dan Israel pada babak selanjutnya yang berniat menghancurkan negaranya.
Motjaba adalah sosok ulama garis keras yang mewarisi sikap tegas ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Kini Motjaba menjadi penerus Ali Khamenei setelah periode duka nasional dan ketidakpastian politik menyusul kematiannya dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.
Selama bertahun-tahun, Mojtaba telah digambarkan sebagai penerus yang paling mungkin untuk posisi Pemimpin Tertinggi Rezim Islam setelah kematian Khamenei.
Media setempat melaporkan keputusan tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai siapa figur yang akan mengisi posisi paling berpengaruh dalam struktur politik dan keagamaan Republik Islam itu.
Dipilih oleh 88 Ulama Berpengaruh di Iran
Penunjukan Mojtaba dilakukan oleh Majelis Ahli, lembaga beranggotakan 88 ulama yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih dan memberhentikan Pemimpin Tertinggi. Mekanisme ini sebelumnya juga digunakan pada 1989 saat Ayatollah Ruhollah Khomeini wafat dan digantikan oleh Khamenei.
Khamenei sendiri memimpin Iran selama 36 tahun. Ia tewas dalam serangan udara ketika berada di kompleks kediamannya. Serangan tersebut juga merenggut nyawa putrinya, menantu laki-lakinya, cucunya, serta istrinya, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, yang sempat kritis sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita.
Dewan Sementara Serahkan Mandat
Sebelum pemilihan resmi dilakukan, tanggung jawab Pemimpin Tertinggi dijalankan oleh Dewan Kepemimpinan Sementara yang terdiri dari Ayatollah Alireza Arafi, Presiden Masoud Pezeshkian, dan Ketua Mahkamah Agung Gholamhossein Mohseni Ejei.
Dewan ini bertugas memastikan stabilitas pemerintahan hingga suksesi rampung.
Dengan terpilihnya Mojtaba, mandat dewan sementara tersebut otomatis berakhir.
Pemakaman Sang Pemimpin di Mashhad, Upacara Besar di Teheran
Jenazah Khamenei sendiri dijadwalkan dimakamkan di kota suci Mashhad. Sementara itu, Garda Revolusi Iran mengumumkan akan menggelar upacara perpisahan besar di Teheran. Hingga kini, tanggal resmi pemakaman belum diumumkan ke publik.
Tantangan Berat di Tengah Serangan AS-Israel
Terpilihnya Mojtaba terjadi di tengah eskalasi militer yang belum mereda antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Washington sebelumnya memperingatkan bahwa setiap langkah balasan akan memicu peningkatan konflik. Di sisi lain, Teheran menegaskan bahwa perang yang terjadi adalah ‘dipaksakan’ dan bukan pilihan mereka.
Kini, sorotan dunia tertuju pada bagaimana Mojtaba Khamenei akan memimpin Iran di tengah tekanan eksternal, dinamika internal, serta ekspektasi dari jutaan pendukung garis keras yang menganggap posisi Pemimpin Tertinggi bukan sekadar jabatan politik, melainkan simbol otoritas religius tertinggi negara. ***












