Ia menambahkan, keputusan hasil Musda X dari Mahakamah Partai semestinya sudah klir sejak akhir Oktober lalu sehingga menjadi modal kuat untuk mengantar kemenangan Daniel-Taufik. Namun keadaan sekarang berbalik, peluang menang dalam pilkada bagi PG masih gelap. Sugianto malah menyebut saat ini sebuah ironi. Sebab ia tidak bisa membayangkan dengan 22 kursi PG di DPRD (hampir separuh) Daniel-Taufik justru harus mengakui kemenangan paslon lain.
Menanggapi analisa pengamat, Sekretaris Tim Pemenangan Daniel-Taufik, Yoga Rahardiansyah, menyatakan tetap optimis atas raihan kemenangan dalam pilkada nanti. Pasalnya, kata dia, kerja-kerja politik tim sukses untuk memenangkan paslon yang diusung terus bergerak. Baginya, konflik internal Partai Golkar Indramayu saat ini, masih bisa memberikan rasa optimis bagi Daniel-Taufik sebagai jawara Pilkada Indramayu 9 Desember 2020 mendatang.
“Kami sudah bergerak melakukan konsolidasi dan tetap menjaga soliditas terutama pada kantung-kantung suara Golkar dan saya masih yakin akan menang meski dengan selisih perolehan suara tipis dari paslon lain,” tutur Yoga kepada awak media di sela-sela acara Temu Karya IV Karang Taruna Kabupaten Indramayu baru lalu.
Reporter : Hendra Sumiarsa










