Megawati Bertemu dan Bercanda Ria dengan Gibran, Gibran Tanya Kesehatan Bu Mega, Sinyal?

Lebih jauh, Muzani menyebut Gibran sempat menanyakan kondisi kesehatan Megawati. "Iya, (Mas Gibran) bertanya (ke Ibu Mega), menanyakan kesehatan Ibu, segala macam," katanya.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akhirnya bertemu dengan putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Foto: Instagram @GibranRakabumingRaka

Jakarta, EDITOR.ID,- Setelah sejak 2024 atau setahun yang lalu tak pernah bersua, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akhirnya bertemu dengan putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden RI.

Pertemuan Megawati dengan Gibran terjadi di momen Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2025) lalu.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra yang juga Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa pertemuan Megawati dan Gibran diselengi momen bercanda dengan sejumlah pejabat dan petinggi lainnya seperti Presiden Prabowo Subianto. Keduanya sempat berbincang dan bercanda di ruang tunggu sebelum upacara dimulai.

“Iya (ngobrol dengan Bu Mega). Bercanda-canda juga. Bercanda di antara kita. Yang ada di (ruang) holding ada saya, ada Pak Prabowo,” kata Muzani usai upacara, Senin siang.

Muzani menuturkan, suasana di holding room kala itu sangat ramai dan penuh keakraban.

Selain Megawati, hadir pula sejumlah tokoh nasional seperti Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Luar Negeri, serta Presiden terpilih Prabowo Subianto.

“Ada Presiden Prabowo, ada Wapres, ada saya, ada Mensesneg, ada Menlu,” ujar Muzani.

Gibran-Bu Mega Terlihat Akrab

Menurut dia, Megawati duduk berhadapan langsung dengan Gibran. Sementara Prabowo duduk di sisi Megawati. Ketiganya sempat terlibat obrolan ringan dan saling berbisik.

“Di antara keduanya juga ada berbisik, yang saya terus terang belum tahu apa yang dibisikkan. Tapi keakraban, kekeluargaan penuh mewarnai dan menjadi pemandangan di depan mata kami,” ungkapnya.

Gibran Tanya Kesehatan Bu Mega

Lebih jauh, Muzani menyebut Gibran sempat menanyakan kondisi kesehatan Megawati. “Iya, (Mas Gibran) bertanya (ke Ibu Mega), menanyakan kesehatan Ibu, segala macam,” katanya.

Momen kebersamaan ini, lanjut Muzani, mencerminkan suasana yang harmonis di antara para pemimpin bangsa, terutama dalam momentum bersejarah seperti Hari Lahir Pancasila.

“Saya kira ini sebuah, di hari kita memperingati kelahiran Pancasila ini, momentum yang sangat bagus dan sangat mengharukan,” ujar Muzani.

PDIP Pecat Gibran dan Jokowi

Diketahui, hubungan PDI-P dan Jokowi mulai diisukan retak sejak Pilpres 2024. Keretakan mulai terlihat saat putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto.

Padahal, PDI-P mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres). Kemudian, menunjuk Mahfud MD sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Hingga akhirnya, pasangan Prabowo-Gibran ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2024 dan dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024.

Buntut dari kekalahan PDIP di pilpres 2024, partai ini akhirnya memecat Jokowi, Gibran, dan Bobby Nasution.

Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI-P mengumumkan pemecatan Jokowi, Gibran, dan Bobby dari keanggotaan partai pada 16 Desember 2024.

Komarudin mengatakan, pemecatan Jokowi dari keanggotaan PDI-P tertuang dalam dalam Surat Keputusan (SK) nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024 yang ditetapkan pada 14 Desember 2024 dan ditandatangani oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto.

“Menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memperhatikan, memutuskan, menetapkan, satu memberi sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Joko Widodo dari keanggotaan PDI-P,” ujar Komarudin saat itu.

Jokowi dinilai telah melakukan pelanggaran berat karena melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ ART) Partai Tahun 2019 serta Kode Etik dan Disiplin Partai.

Sebab, melawan terang-terangan terhadap keputusan DPP Partai terkait dukungan Calon Presiden dan Wakil Presiden pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang diusung oleh PDI-P pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, dan mendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden dari partai politik lain (Koalisi Indonesia Maju).

Kemudian, Jokowi juga disebut telah menyalahgunakan kekuasaan untuk mengintervensi Mahkamah Konstitusi (MK) yang menjadi awal rusaknya sistem demokrasi, sistem hukum, dan sistem moral-etika kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan pelanggaran etik dan disiplin partai.

Pertemuan Mega dengan Jokowi Lebih Rumit Ketimbang dengan Gibran

Sementara pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno berpandangan bahwa prinsip politik yang cair menjadi rumit jika ditanyakan soal hubungan atau pertemuan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, Adi menilai bahwa residu Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 perlahan mulai menghilang berkaca dari gestur saat putra Jokowi sekaligus Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bertemu dengan Megawati dalam momen upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 2 Juni 2025.

“Ini yang rumit (Megawati-Jokowi). Karena bisa saja pertemuan Megawati-Gibran kemarin kapasitasnya acara formal kenegaraan. Gibran posisinya Wapres, sementara Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP,” kata Adi kepada Kompas.com, Selasa (3/6/2025).

Menurut Adi, bisa saja pertemuan Megawati dan Gibran terjadi karena forum formal. Sedangkan belum tentu terjadi dalam forum informal. (tim)

Leave a Reply