Rajab itu bulan yang mulia, bukan karena rajaban. Masih banyak orang yang salah faham mengira bahwa kemuliaannya itu karena rajaban (Isro’ Mi’raj), Bukan! Akan tetapi mulianya Rajab itu karena Rajab itu termasuk bulan yang dimuliakan Allah.
Sebelum ada Umatnya Nabi SAW, Bulan-Bulan Mulia (Al-Asyhur Al-Hurum) itu hanya ada 4 bulan saja, yaitu : “Rejeb (Rajab), Selo (Dzulqo’dah), Besar (Dzulhijjah) dan Suro (Muharram)”. Jadi, Rajab dijadikan sebagai bulannya orang untuk beribadah, sementara Dzulqo’dah dan Dzulhijjah dipakai untuk ibadah haji.
Setelah Nabi Muhammad SAW diutus, 4 bulan mulia itu dirangkai (berurutan) menjadi 7 bulan, yaitu : “Rejeb (Rajab), Ruwah (Sya’ban), Poso (Ramadan), Syawwal, Selo (Dzulqo’dah), Besar (Dzulhijjah) dan Suro (Muharram)”.
Masa waktu 7 bulan itu sama dengan masa Nabi Muhammad dikandung karena Nabi awal dikandung ibunya itu terjadi pada bulan Rajab, lalu Ruwah, Poso, Syawwal, Selo, Besar, Suro, Sapar (Shofar), Mulud (Rabi’ul Awwal) sehingga kalau ditotal menjadi 9 bulan.
Makanya, kita menganut kepada Nabi SAW dalam hal bulan yang kita muliakan itu sudah termasuk menganut kepada ajaran Nabi Muhammad SAW. Karena Nabi SAW dikandung itu dimulai pada bulan Rajab. Oleh karena itu, pada bulan Rajab kita disunnahkan untuk puasa.
Niat Puasa Sunnah Rajab
Waktu niat puasa Rajab adalah pada malam hari, yakni sejak terbenamnya matahari sampai terbit fajar. Berikut lafal niat puasa Rajab dikutip dari NU Online.
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta‘âlâ.”
Sebagaimana puasa sunnah pada umumnya, jika lupa membaca niat puasa Rajab pada malam hari, maka boleh niatnya siang hari, yakni dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu dzuhur). Dengan catatan, belum makan ataupun minum apa-apa sejak terbit fajar hingga waktu niat dilakukan.
Berikut adalah lafal niat puasa Rajab ketika siang hari.
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri rajaba lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Rajab hari ini, sunnah karena Allah ta’âlâ.”
Keutamaan melaksanakan puasa Rajab
Bulan Rajab adalah bulan yang masuk ke dalam daftar bulan mulia yang disebut al-asyhur al-hurum. Bulan-bulan mulia ini meliputi Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Sebagaimana kemuliaan bulan Rajab ini dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah 12 bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada 4 bulan haram.” (QS At-Taubah [9]: 36).












