Langkah Prabowo Ciptakan Efisiensi Anggaran Mendapat Dukungan dan Pujian

Kebijakan Cerdas Prabowo Akan Berdampak Cegah Korupsi, Kurangi Ketergantungan Utang LN Hingga Politik Anggaran yang Berpihak ke Rakyat

Hari ini, Prabowo kembali meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, kali ini di SDN 1 dan SDN 2 Kedung Jaya, Bogor, Jawa Barat. Melihat antusiasme anak-anak saat menerima dan menikmati makanan bergizi di sekolah adalah kebahagiaan tersendiri. Senyum dan keceriaan mereka mencerminkan harapan besar bagi masa depan Indonesia. Foto Instagram Kanal @Prabowo

“Selama ini pejabat birokrat kita dimanjakan “pendapatan tambahan” dari uang perjalanan dinas, uang rapat, uang studi banding, honor seminar, bimtek, literasi yang kurang ada manfaatnya bagi rakyat, maka dengan penghematan ini, kegiatan-kegiatan yang tak produktif itu bisa ditekan semaksimal mungkin,” katanya.

Selain itu banyak pejabat yang menikmati berbagai fasilitas “mewah” seperti mobil dinas, layanan kesehatan VIP, uang jamuan tamu hingga semua kebutuhan hidup dari makan sampai seragam difasilitasi negara.

“Kan ini rakyat melihat ada ketimpangan dan ketidakadilan ekonomi, ini harus dihentikan dengan kebijakan penghematan anggaran oleh Pak Presiden Prabowo,” kata Edi Winarto.

3. Tekan Utang Luar Negeri

Menurut Edi Winarto, beban APBN yang sangat besar menyebabkan utang luar negeri kita terus bertambah dan membengkak.

“Hal itu disebabkan pengeluaran yang sangat besar. Oleh karena itu Kementrian Keuangan harus melakukan kajian dan evaluasi apakah pengeluaran APBN digunakan untuk membangun infrastruktur, subsidi BBM dan jaring pengaman sosial bagi rakyat. Atau hanya sekadar lebih besar untuk belanja negara seperti gaji jutaan PNS dan pensiunan ditambah fasilitas berbagai macam untuk pejabat, harus ditata kembali,” katanya.

Oleh karena itu Edi Winarto mengatakan momen ini menjadi saatnya bagi Pemerintahan Prabowo Subianto melakukan terobosan cerdas yakni melakukan penghematan anggaran.

“Dan kebijakan penghematan fiskal negara saat ini dilakukan para pemimpin di berbagai belahan dunia, termasuk Vietnam dan bahkan Amerika demi menyelamatkan keuangan negara dari ancaman defisit yang menyebabkan utang luar negeri membengkak dan negara bangkrut,” papar Edi Winarto.

Hanya saja, lanjut Edi Winarto, niat suci Pak Prabowo untuk membenahi bangsa ini akan mendapatkan tentangan dan perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini sudah berada di zona nyaman menikmati anggaran APBN untuk “tambahan penghasilan” mereka melalui program dan proyek seremonial dan ala kadarnya yang penting sesuai ketentuan.

‘Raja-raja kecil’ itu terganggu dengan adanya efisiensi anggaran yang dilakukan Prabowo karena dianggap kehilangan potensi untuk mengeruk rente dari anggaran program dan cashback.

“Itulah yang saya baca dari pidato Pak Presiden Prabowo di Harlah Muslimat NU di Surabaya. Beliau menyebut akan mendapatkan perlawanan dan bahkan mereka telah menjadi “raja kecil”, kata Edi Winarto.

Edi Winarto mengaku apa yang disampaikan Pak Prabowo tentang akan adanya perlawanan dari raja-raja kecil di birokrat mulai bisa terbukti dan terendus. Yakni dengan maraknya penyebaran opini dan narasi konten playing victim yang dibangun untuk menggiring opini rakyat bahwa kebijakan efisiensi anggaran akan membuat program birokrat mandeg.

Leave a Reply