Jakarta, EDITOR.ID,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Penggeledahan untuk mendalami dugaan suap dan gratifikasi, terkait pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Lembaga Antirasuah sudah menetapkan tersangka dalam perkara itu.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto menyatakan bahwa penyidik institusinya menggeledah Kemenaker pada Selasa ini.
“Benar. Sudah (ada tersangka yang ditetapkan),” sebut Fitroh Rohcahyanto melalui keterangan tertulis, Selasa, 20 Mei 2025.
Kantor Kemenaker yang digeledah tersebut berlokasi di Jalan Gatot Subroto Nomor 51, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Lebih lanjut Fitroh menjelaskan bahwa penggeledahan tersebut guna penyidikan kasus suap dan/atau gratifikasi.
“Suap dan/atau gratifikasi terkait TKA atau tenaga kerja asing,” jelasnya.
Namun Fitroh belum bisa memerinci nama maupun inisial para tersangka. Namun, dia memastikan pihak berperkara dalam kasus itu lebih dari enam orang.
“Tujuh apa delapan (tersangkanya), lupa deh persisnya,” ucap Fitroh.
Hal yang sama disampaikan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Ia menyebut penggeledahan di Kantor Kemnaker masih berlangsung. KPK akan mengumumkan barang yang diambil dari lembaga itu setelah upaya paksa rampung.
“Benar, tim KPK sedang lakukan penggeledahan di Kemenaker,” kata Budi saat dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa.
Menanggapi penggeledahan kantornya, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan mengatakan belum mendapatkan informasi terkait penggeledahan tersebut.
“Saya tidak tahu soal itu. Sudah, ya, sudah ya,” kata Immanuel saat ditemui di Kantor Kemnaker RI, Jakarta, Selasa (20/5/2025).
Senada dengan Immanuel, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengatakan, tidak mendapatkan informasi terkait penggeledahan oleh KPK pada hari ini sebagaimana pemberitaan yang sedang beredar.
“Enggak dengar saya. Saya seharian di kantor. Dari kemarin saya seharian di kantor. Tidak ada (informasi penggeledahan KPK),” kata Indah.
Indah menilai, terdapat kemungkinan lain terkait kedatangan KPK di wilayah Kemnaker hari ini.
“Mungkin kalau datang, bukan penggeledahan. Mungkin saja rapat, dengan unit mana, gitu,” ujar Indah, dikutip dari Antara. (ant)










