Kolaborasi Sambas Sinergy-Yayasan Panglima Soedirman, Kembangkan Startup Digital

Pertemuan antara Ganang Priyambodo dengan Khairil Hamzah penuh persahabatan dan berlangsung sangat akrab. Beberapa kali Ganang menceritakan mengenai kesederhanaan sosok kakeknya. Padahal Jenderal Soedirman adalah jenderal legendaris yang dimiliki republik ini.

Founder Sambas Sinergy Khairil Hamzah Mendapat Kunjungan dari Cucu Panglima Besar Jenderal Soedirman di Kantor Jalan Sambas Foto Ist

Padahal, Ganang masih ingat beberapa waktu sebelum meninggal, jurnalis dan wartawan perang legendaris Indonesia Rosihan Anwar pernah bercerita kepadanya. ”Kakekmu itu orang pendiam, gak pernah ingin terkenal,” kata Ganang menirukan ucapan Rosihan.

Tampilannya pun sangat sederhana, tidak seheboh yang digambarkan di lukisan-lukisan. Tujuh bulan setelah gerilya, seluruh pakaiannya sudah kotor tidak keruan. ”Jas panjangnya itu baunya sudah tidak karu-karuan,” ungkapnya.

Setelah sukses memimpin gerilya dan diangkat menjadi panglima oleh Presiden Soekarno pun, Soedirman tidak bisa ditempeli kemewahan. Surat kabar asing waktu itu bahkan menurunkan kepala berita bahwa Indonesia baru saja mengangkat seorang lulusan SD menjadi jenderal besar.

Foto yang dipasang di halaman berita tersebut juga bukan foto Jenderal Soedirman, melainkan Letjen TNI Soedirman, ayahanda mantan Gubernur Jatim Basofi Soedirman. ”Yang dilantik Soedirman Jogjakarta, yang dipasang Soedirman Surabaya,” kenang Ganang.

Ganang ingin masyarakat luas mengenal kakeknya tidak selalu dari sisi militer. Tapi, juga sosoknya sebagai manusia. Soedirman yang seorang guru ngaji, Soedirman yang Muhammadiyah, dan aktif di gerakan kepanduan Hizbul Wathan.

Soedirman yang tak lepas dari wudu, hobi puasa, Soedirman yang merokoknya kebas-kebus, dan Soedirman yang pencinta sepak bola. ”Saya pengin ada film Soedirman yang mengedepankan hal-hal itu,” kata Ganang.

Di luar sosoknya sebagai pemimpin pasukan perang, kata Ganang, Soedirman tetaplah seorang rakyat dan agamawan.

Ganang adalah putra ketiga Tidarwono, putra pertama Soedirman. Ibunya bernama Rusnani dari Betawi. Ganang sendiri merasa tidak mirip dengan Soedirman.

Ganang memiliki penampilan fisik mirip sekali dengan Jenderal Soedirman. Ia seperti pinang dibelah dua dengan sang kakek. ”Saya lho tidak pernah bertemu Jenderal Soedirman. Saya lahir, beliau sudah sedha (meninggal, Red),” katanya.

Tapi, dia mengakui, sang nenek, Siti Alfiah Soedirman, yang mengasuhnya sejak kecil di Jogjakarta pernah mengatakan bahwa Ganang mirip sekali dengan almarhum suaminya. ”Katanya sih hidung saya (yang paling mirip, Red),” tutur Ganang.

Hidung milik Ganang itu pula yang selama ini jadi acuan utama pembuatan patung-patung Jenderal Soedirman. Juga potret-potretnya.

Kebetulan Ganang juga seorang seniman. Turut terlibat dalam pembuatan beberapa patung Soedirman. Sesekali juga mencocokkan dengan cuplikan di arsip nasional. Karena itu, sesekali dia juga jengkel dengan patung-patung yang dianggap tidak menggambarkan sang kakek secara tepat. (tim)

Leave a Reply