KH. Achmad Asrori Al Ishaqy RA, Mursyid Besar asal Surabaya, Ajarkan Tawadhu

KH Ahmad Asrori al-Ishaqi dan Habib Umar bin Hadifz. (Foto: dok/ngopibareng.id)

Surabaya, EDITOR.ID,- Almarhum KH. Achmad Asrori Al Ishaqy RA adalah salah satu dari sedikit ulama besar yang mengajarkan sikap tawadhu dan berserah diri pada Sang Khalik, Allah SWT. Sosoknya santun, penyabar dan terbuka pada siapa saja.

KH. Achmad Asrori Al Ishaqy RA dikenal ulama besar Indonesia yang memiliki sikap rendah hati, tidak sombong, dan tidak mudah tersinggung. Memiliki akhlak mulia. Sosok ulama besar yang merasa diri biasa, meskipun memiliki banyak kelebihan
Tidak memandang diri lebih unggul dari orang lain. Tidak berambisi menjadi orang terkenal

KH. Achmad Asrori Al Ishaqy RA selalu memberi tauladan bagaimana selalu bersyukur atas karunia Allah SWT.

Hari ini Minggu 2 Februari ratusan warga di Surabaya Jatim menggelar Haul Akbar atas KH. Achmad Asrori Al Ishaqy RA. Kealiman Kiai Asrori masih membekas bagi para santri dan warga di Jawa Timur bahkan se Indonesia. Haul dilakukan dengan Majelis Dzikir, Maulidurrasul SAW, dan Haul Akbar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Jl. Kedinding Lor 99 Surabaya.

Kehadiran KH Ahmad Asrori Al-Ishaqi (almaghfurlah) dalam memperjuangkan syiar Islam terus bergaung hingga kini. Ia pelanjut dakwah melalui Tarekat Qadiriyah wa-Naqsyabandiyah yang dipimpin KH Utsman Al-Ishaqi (almaghfurlah).

Sepeninggal Kiai Utsman pada 1984, atas penunjukan langsung Kiai Utsman, Kiai Ahmad Asrori meneruskan kedudukan mursyid ayahnya. Ketokohan Kiai Asrori berawal dari sini.

Tugas sebagai mursyid dalam usia yang masih muda ternyata bukan perkara mudah. Banyak pengikut Kiai Utsman yang menolak mengakui Kiai Asrori sebagai pengganti yang sah.

Sebagaimana dilansir dari situs online nugresik.co.id, KH. Achmad Asrori Al Ishaqy RA dilahirkan di Surabaya pada tanggal 17 Agustus 1951. Beliau adalah putra ke-empat dari sepuluh bersaudara. Ayahnya bernama KH. Muhammad Utsman Al Ishaqy dan ibunya bernama Nyai Hj. Siti Qomariyah binti KH. Munadi.

Al Ishaqy adalah gelar yang dinisbatkan kepada Maulana Ishaq, ayah dari Sunan Giri. Sebab, KH. Utsman adalah keturunan ke-14 dari Sunan Giri.

Dari jalur ibu, silsilah nasab KH. Asrori bersambung dengan Sunan Gunung Jati, Cirebon. Jika dirunut, nasab Yai Rori bersambung dengan Nabi Muhammad SAW pada urutan yang ke-38.

Berikut silsilah nasab Beliau: Achmad Asrori al Ishaqy – Muhammad Utsman al Ishaqi – Nyai Surati – Kyai Abdullah – Mbah Dasha – Mbah Salbeng – Mbah Jarangan – Kyai Ageng Mas – Kyai Panembahan Bagus – Kyai Ageng Pangeran Sadang Rono – Panembahan Agung Sido Mergi – Pangeran Kawis Guwa – Syaikh Fadllullah (Sunan Prapen) – Syaikh Ali Sumadiro – Syaikh Muhammad ‘Ainul Yaqin (Sunan Giri) – Syaikh Maulana Ishaq – Syaikh Ibrohim Akbar (Ibrohim Asmorokondi) – Syaikh Jamaluddin Akbar (Syaikh Jumadil Kubro) – Syaikh Ahmad Syah Jalal Amir – Syaikh Abdullah Khon – Syaikh Alwi – Syaikh Abdullah – Syaikh Ahmad Muhajir – Syaikh Isa ar Rumi – Syaikh Muhammad Naqib – Syaikh Ali al ‘Iridhi – Syaikh Ja’far Shodiq – Syaikh Muhammad al Baqir – Sayyid Ali Zainul ‘Abidin – Sayyid Imam al Husain – Sayyidah Fathimah az Zahro – Nabi Muhammad SAW.

Tanda-tanda Yai Rori akan menjadi seorang tokoh panutan sudah nampak sejak masa muda Beliau.

Leave a Reply