Untuk diketahui, persebaran virus corona di Kabupaten Indramayu sampai saat ini telah banyak memakan korban jiwa. Sejak pandemi ini mewabah, tidaknya ada 40 orang dinyatakan meninggal dunia. Yang menjadi perhatian luas publik salah satunya kasus kematian Camat Arahan, Rostati Kasman, yang diklaim Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi setempat akibat terpapar virus corona.
Tak kalah heboh, terpaparnya calon bupati Indramayu nomor urut 3, Daniel Mutaqien Syafiuddin (DMS). Ia dinyatakan positif corona usai melakukan swab mandiri. Yang membuat menarik, pengumuman soal ini terkonfirmasi lewat sebuah video yang dibuat sendiri oleh DMS. Dalam video tersebut DMS mengaku positif kena virus corona dan harus menjalani isolasi di RSUD Indramayu. Hanya saja, saat bersamaan DMS seharusnya dijadwalkan mengikuti debat publik yang diselenggarakan KPU nanmun batal lantaran harus isolasi. Spekulasi publik bermunculan hingga soal tudingan DMS sengaja mengumumkan positif corona untuk menghindari debat publik kandidat pilkada. Namun belakangan spekulasi miring itu terbantahkan karena DMS tetap bisa mengikuti debat publik lewat fasilitas virtual.
Kasus lain yang membuat geger warga adalah munculnya klaster baru yakni klaster pondok pesantren. Juru bicara Satgas Covid-19 Deden Bonni Koswara mengumumkan jumlah yang terpapar virus corona di klaster ini mencapai 28 orang, terdiri dari santri dan pengasuh pesantren. Klaster pesantren terjadi setelah para santri dan pengasuh pondok pesantren membawa paksa jenazah pimpinan mereka. Mereka memaksa petugas pemulasaran jenazah pimpin pondok pesantren itu disemayamkan lebih dulu degan maksud disalati. Diduga mereka terpapar usai prosesi tersebut.
Untuk klaster perkantoran pemerintah, terjadi di Dinas Pendidikan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). “Disdik dan BKPSDM diliburkan (tutup sementara). Kami harus pastikan lebih dulu seluruh bagian gedung aman, disemprot desinfektan,” ujar juru bicara Satgas covid-19, Deden Bonni Koswara.
Reporter : Hendra Sumiarsa










