Menurut Raja Juli, SK tersebut adalah revisi struktur OMO FOLU tahun 2025 berisi perbaikan dan penyempurnaan dari OMO sebelumnya. Ia menuturkan struktur terdiri dari ASN, mantan ASN, dan pihak eksternal yang dianggap dapat membantu Kementerian Kehutanan untuk pencapaian target Indonesia FOLU Net Sink 2030.
”Pembiayaan kegiatan OMO yang baru dibentuk berdasarkan SK 32 tahun 2025 tersebut sama dengan pembiayaan kegiatan OMO sebelumnya, yaitu pendanaan dari donor dan/atau negara mitra, dan yang saya pastikan itu tidak bersumber dari APBN,” kata Raja Juli.
Sejumlah kader PSI yang masuk dalam kepengurusan itu. Di antaranya, Andy Budiman sebagai dewan penasehat ahli dan Endika Fitra Wijaya sebagai staf kesekretariatan bidang pengelolaan hutan lestari. Kemudian, ada Sigit Widodo yang tercantum sebagai anggota bidang peningkatan cadangan karbon, Furqan Amini Chaniago sebagai anggota bidang konservasi, dan Suci Mayang Sari sebagai anggota bidang penegakan hukum dan peningkatan kapasitas.
Sementara itu, Raja Juli sendiri menjabat sebagai penanggung jawab atau pengarah FOLU Net Sink 2030. Masing-masing pengurus mendapat honor setiap bulan, untuk anggota bidang Rp 20 juta, sedangkan bagi staf Rp 8 juta per bulannya.
FOLU Net Sink 2030 adalah target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia dari sektor kehutanan dan lahan pada 2030 nanti. Komitmen yang disampaikan pemerintahan sebelumnya, target ditetapkan yakni pengurangan sebesar 140 juta ton CO2e. (tim)












