Menurut SK Menteri Kehutanan No 32/2025, mereka yang bekerja di tim Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 akan menerima honorarium dengan nominal berbeda setiap bulannya, tergantung jabatan dalam tim.
Penanggung jawab mendapatkan honor Rp 50 juta, sementara setingkat dewan penasihat ahli akan mendapatkan uang bulanan sebesar Rp 25 juta.
Posisi Penanggung Jawab/Pengarah dalam struktur ini dijabat langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, yang juga merupakan politikus PSI. Adapun honorarium untuk posisi tersebut mencapai Rp50 juta per bulan.
Beberapa nama dalam struktur organisasi ini yang diduga merupakan kader PSI di antaranya Staf Bidang Kesekretariatan Romilla Sari dan Endika Fitra Wijaya. Pada posisi anggota Ketua Bidang Peningkatan Cadangan Karbon ada nama Sigit Widodo, sementara staf Kesekretariatan Bidang diisi oleh Rama Hadi Prasetyo.
Dikecam Netizen, Denis Malhotra: Aturan Tak Berlaku, Semua Sesuka Hati
Pegiat media sosial Denis Malhotra menyoroti dugaan bagi-bagi jabatan di Kementerian Kehutanan yang melibatkan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menilai tata kelola pemerintahan saat ini tidak lagi berlandaskan aturan, melainkan lebih didasarkan pada kepentingan kelompok tertentu.
“Merujuk fabel Animal Farm, Republik Indonesia di era Prabowo kini sah menjadi peternakan binatang,” ujar Denis dalam unggahannya di X @denismalhorta.
Ia menilai kebijakan di pemerintahan saat ini cenderung mengabaikan prinsip meritokrasi dan lebih mengedepankan kepentingan kelompok tertentu.
“Tata kelola negara-pemerintahan tidak lagi berlandaskan aturan tetapi murni berasaskan suka-suka,” lanjutnya.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah pasangan suami istri Andy Budiman dan Suci Mayang Sari, yang diketahui sama-sama mendapatkan posisi di kementerian tersebut.
Unggahan akun X @PaltiWest2024 membagikan tangkapan layar biodata Andy Budiman yang mencantumkan informasi bahwa ia merupakan kader PSI dan suami dari Suci Mayang Sari.
“Anjir Andy Budiman dan Suci Mayang Sari ini suami istri toh?! Nepotisme ga nanggung ini mah,” tulis akun tersebut disertai emoji tertawa.
Tak hanya itu, akun yang sama juga menyebut bahwa Kementerian Kehutanan kini dipenuhi oleh kader PSI, mirip dengan fenomena di Kementerian Koperasi yang dikaitkan dengan kelompok Projo.
“Setelah Kementerian Koperasi menjadi Kementerian Projo, kini Kementerian Kehutanan menjadi Kementerian PSI. Pantesan Menteri Kehutanan menyerang Anies Baswedan,” timpalnya.
Dandhy Laksono Kritik Dugaan Nepotisme PSI di Kementerian Kehutanan: Kasar dan Maruk
Sutradara film Dirty Vote, Dandhy Laksono juga melontarkan kritik terhadap Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang diduga membagikan jabatan kepada kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).












