Jokowi Tampil di Kancah Internasional, Dipercaya Jabat Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy

Bloomberg New Economy sendiri berdiri sejak 2018 dengan misi menjembatani pergeseran besar kekuatan ekonomi global dari Barat ke Timur dan dari Utara ke Selatan. Organisasi ini dibentuk untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks, dengan mengandalkan pengalaman figur-figur internasional di berbagai bidang.

Presiden Jokowi Saat Berpidato pada KTT Perubahan Iklim COP28, Dubai, 1 Desember 2023. Dok Sekneg di Kanal Youtube

Jakarta, EDITOR.ID,- Salah satu putra terbaik bangsa kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dia adalah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Mantan Walikota Solo ini menjadi tokoh dunia usai resmi dipercaya menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Global pada Bloomberg New Economy.

Penunjukan ini diumumkan melalui laman resmi Bloomberg, yang menyebut bahwa dewan tersebut dibentuk pada April 2025 untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Bloomberg menyatakan, kelompok penasihat ini beranggotakan figur-figur berpengalaman di level tertinggi bisnis, pemerintahan, hingga organisasi multilateral.

“Kelompok penasehat ini memiliki pengalaman di tingkat tertinggi bisnis, pemerintahan, dan organisasi multilateral. Sehingga masukan mereka akan sangat penting dalam memandu upaya kami, salah satunya mantan Presiden Indonesia Jokowi,” tulis Bloomberg sebagaimana dilansir dari Kompas.com

Terlihat foto Jokowi saat menjadi Presiden RI pun disematkan di dalam laman tersebut bersama dengan para mantan pemimpin negara lainnya.

Selain Jokowi yang mewakili Indonesia, dalam dewan penasehat global ini juga ada sejumlah mantan pemimpin negara seperti Mario Draghi yang merupakan Mantan Perdana Menteri, Italia yang juga Mantan Presiden Bank Sentral Eropa dan Gan Kim Yong Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura.

Kemudian nama-nama lain yang juga diangkat sebagai Penasihat Global Bloomberg New Economy diantaranya Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMF Gita Gopinath. Kemudian CEO Soros Fund Management Dawn Fitzpatrick, Pendiri TIG Africa Josephine Wapakabulo, hingga Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong.

Total ada 22 orang yang ditunjuk menjadi Dewan Penasehat global oleh Bloomberg New Economy.

Meski demikian, Jokowi menjadi satu-satunya mantan kepala negara dalam daftar penasihat global ini.

Dalam profil resminya, Jokowi dideskripsikan Bloomberg sebagai politisi, insiyur, dan pengusaha, yang juga pernah menjabat sebagai presiden.

“Joko Widodo, dikenal luas sebagai Jokowi, adalah politisi, insinyur, dan pengusaha Indonesia yang menjabat sebagai presiden ketujuh Indonesia pada 2014–2024. Ia adalah presiden pertama yang tidak lahir dari kalangan elite politik atau militer di Indonesia,” tulis Bloomberg, lengkap dengan foto Jokowi saat menjabat sebagai presiden.

Peran Bloomberg New Economy

Dilansir dari laman resminya pada Senin (22/9/2025), Bloomberg New Economy merupakan platform global untuk dialog dan pertukaran wacana tentang transformasi ekonomi bagi pasar yang sedang berkembang.

Bloomberg New Economy sendiri berdiri sejak 2018 dengan misi menjembatani pergeseran besar kekuatan ekonomi global dari Barat ke Timur dan dari Utara ke Selatan. Organisasi ini dibentuk untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks, dengan mengandalkan pengalaman figur-figur internasional di berbagai bidang.

Bloomberg New Economy sendiri akan mengumpulkan para pemimpin dari seluruh pemerintahan dan perusahaan swasta dunia untuk menghadapi tantangan terbesar terhadap kesejahteraan global serta berkolaborasi mencari solusi.

“Kami mengembangkan program-program penentu agenda untuk mengeksplorasi kekuatan pendorong perubahan di bidang keuangan, perdagangan, dan industri,” tulis platform tersebut.

Bloomberg New Economy rutin menggelar forum di berbagai kota dunia seperti Singapura, Beijing, Marrakesh, hingga São Paulo, dengan menghadirkan kepala negara, CEO multinasional, investor, dan inovator.

Misinya adalah mendorong dialog untuk mencari solusi atas tantangan terbesar kemakmuran global, mulai dari persaingan geopolitik AS–China, risiko rantai pasok, perubahan strategi bisnis internasional, hingga mobilisasi modal untuk kepentingan publik.

Kehadiran mereka dinilai penting untuk memberikan masukan strategis dalam upaya Bloomberg New Economy mencari solusi bagi masalah global.

“Kelompok penasihat ini membawa pengalaman di level tertinggi bisnis, pemerintahan, dan organisasi multilateral. Masukan mereka sangat penting dalam membimbing upaya kami,” demikian pernyataan resmi Bloomberg.

Mereka juga mengaku membangun koalisi mitra yang berkomitmen untuk meningkatkan inovasi dan memobilisasi modal demi kebaikan publik.

Bloomberg New Economy menyebut pembuatan forum ini sebagai Inisiatif ini telah membina komunitas yang terdiri dari para kepala negara, menteri senior, pimpinan organisasi multilateral, CEO multinasional, pendiri, ketua dewan direksi, investor, pemodal, inovator, dan aktivis.

Pertemuan akan diadakan pada 19-21 November 2025, dalam Forum Ekonomi Baru yang digelar di Singapura selama tiga hari.

Acara itu akan diisi dengan sesi pleno dan diskusi kelompok dengan tema utama “Berkembang di Era Ekstrem” atau Thriving in an Age of Extremes, serta akses dan peluang membangun hubungan yang tak tertandingi. (*)

Leave a Reply