Jakarta, EDITOR.ID,- Sosok Brigadir Jenderal Polisi Andi Rian Djajadi kini menjadi pusat perhatian publik. Hal ini seiring dari tugas barunya sebagai ketua Tim Penyidik Tim Khusus Kasus Pembunuhan Brigadir J, bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, ditunjuk memimpin pemeriksaan Eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. Sehingga media massa banyak menunggu kabar terbaru terkait perkembangan penanganan kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Jenderal bintang satu ini dipercaya Kapolri untuk membuka tabir misteri pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah mantan petinggi Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.
Jejak rekam dan pengalaman Brigjen Pol Andi Rian menangani kasus besar yang membuat publik menaruh harapan besar terhadap sosok pria berdarah bugis itu untuk membuka seterang-terangnya kenapa eks Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo, kenapa begitu teganya membunuh ajudan pribadinya yang telah mengawalnya selama dua tahun.
Karena Andi Rian yang kini menjabat sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri itu kini diberi tugas menjadi penyidik yang memimpin pemeriksaan terhadap Kadiv Propam Polri non-aktif, Irjen Ferdy Sambo terkait kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Andi Rian ditunjuk sebagai Ketua Timsus Penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua karena ia pernah memimpin prarekonstruksi dalam kasus baku tembak yang menewaskan ajudan Sambo itu.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan bahwa Brigjen Andi Rian menjadi ketua Tim Penyidik Tim Khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dedi kepada wartawan Kamis (4/8/2022) menyebut selain tim penyidik dari Tim Khusus bentukan Kapolri, pemeriksaan terhadap Ferdy Sambo juga dilakukan oleh Dirtipidum Bareskrim Polri.
Dalam karirnya sebagai polisi Brigjen Pol Andi Rian banyak menangani kasus besar. Prestasi itulah yang mengantarnya menduduki posisi strategis sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri. Lalu seperti apakah rekam jejak dari Andi Rian Djajadi ini? Berikut rangkumannya dikutip dari berbagai sumber.
Tuntaskan Kasus Penembakan KM50
Selama kariernya, Brigjen Pol Andi Rian pernah memimpin kasus besar yang menjadi perhatian publik yaitu kasus bentrok antara Front Pembela Islam (FPI) dengan Polri yang terjadi pada 7 Desember 2020 lalu.
Pada saat memimpin rekonstruksi kasus bentrok FPI-Polri, dirinya menjelaskan adanya empat TKP yang berbeda yaitu depan Hotel Novotel, Jalan Karawang Internasional sebagai TKP pertama.
Lalu bundaran Jalan Karawang Internasional hingga Gerbang Tol Karawang Barat arah Cikampek ke Rest Area KM 50 sebagai TKP kedua dan ketiga.
Hanya saja saat di TKP ketiga, Andi mengatakan mobil laskar FPI itu diamankan dan didalamnya teradap empat orang dalam kondisi hidup.
Sedangkan dua orang lain dalam kondisi luka saat terlibat baku tembak dengan polisi.
“Ternyata di TKP 3 begitu dibuka ditemukan bahwa 2 dari pelaku sudah dalam kondisi luka. Kegiatan atau adegan di TKP 3 itu 4 tersangka atau pelaku yang masih hidup itu diamankan ke dalam mobil dengan tujuan dibawa penyidik untuk dibawa ke Polda Metro Jaya,” jelasnya.
Kemudian, empat orang tersangka memberikan perlawanan saat berada di tol Jakarta-Cikampek selepas rest area KM 50 hingga KM 51+200 sebagai TKP empat. Akibatnya, keempatnya pun ditembak oleh penyidik.
Brigjen Andi Rian juga pernah memimpin Kasus Pembunuhan Berencana Hakim Jamaluddin dan berhasil membongkar nama-nama pembunuhnya.
Pernah Bertugas Satu Kantor dengan Irjen Pol Ferdy Sambo
Yang menarik dari sosok Brigjen Pol Andi Rian Djajadi ternyata ia pernah bertugas satu kantor dengan Irjen Pol Ferdy Sambo, yakni saat sama-sama bertugas di Bareskrim. Bahkan ia mengemban jabatan yang pernah diduduki Ferdy Sambo.
Soal Andi Rian pernah bertugas di satu atap yang sama dengan Irjen Pol Ferdy Sambo, bermula ketika pada 17 November 2020, Kapolri saat itu yaitu Jenderal Idham Azis melakukan rotasi ratusan perwira menengah dan tinggi Polri.
Salah satu jabatan yang dirotasi oleh Jenderal Idham Azis adalah posisi Dirtipidum Bareskrim Polri. Jabatan tersebut pun sempat diemban oleh Ferdy Sambo yang saat ini menjadi saksi yang diperiksa oleh Brigjen Andi Rian.
Kemudian, Brigjen Pol Andi Rian pun menggantikan Ferdy Sambo menduduki posisi tersebut di mana sebelumnya menjabat sebagai Karokorwas PPNS Bareskrim Polri.
Sementara, Ferdy Sambo berpindah dan menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.
Adapun informasi mutasi tersebut tertuan di dalam surat Telegram rahasia nomor ST/3233/XI/KEP/2020 yang ditandatangani oleh As SDM Kapolri Irjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan tertanggal 16 November 2020.
Perjalanan Karir Brigjen Pol Andi Rian Djajadi
Mengenyam pendidikan di SMA 1 Kota Makassar membuat Brigjen Andi Rian sangat ingin berkarir menjadi seorang polisi.
Akhirnya Brigjen Andi Rian Djajadi mewujudkan impiannya menjadi seorang polisi dan lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 1991.
Sebelum menjabat sebagai Diritpidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi sempat menjabat sebagai Kasat Res Narkoba Poltabes Medan, Kapolres Tebing Tinggi, hingga Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut.
Selain itu dirinya juga pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumut.
Namun, kemudian ia dipindah atau dimutasi ke Mabes Polri.
Pada saat dimutasi ke Mabes Polri, ia mengemban tugas sebagai Wadirtipidum Bareskrim Polri.
Andi Rian Pernah Pimpin Pra Rekonstruksi Baku Tembak Brigadir Yoshua
Brigjen Pol Andi Rian pada 23 Juli 2022 pernah dipercaya memimpin prarekonstruksi baku tembak yang terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan yang menewaskan Brigadir J.
Dikutip dari Tribunnews, pada saat itu, Brigjen Andi Rian didampingi oleh Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi dan Kasat Reskrim Polres Mtero Jaksel AKBP Ridwan Solpanit.
Adapun prarekonstruksi tersebut dilakukan berdasarkan laporan polisi yang disidik Polda Metro Jaya dan bukannya Bareskrim Polri yaitu soal dugaan pencabulan dan pengancaman dan percobaan pembunuhan.
“Laporan yang disidik Polda Metro Jaya pertama pencabulan dan kedua pengancaman dan percobaan pembunuhan,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.
Selain itu, Dedi menjelaskan dalam prarekonstruksi ini dilibatkan tim inafis hingga laboratorium forensik. (tim)













