Jakarta, EDITOR.ID,- Isak tangis haru mewarnai momen perpisahan Sri Mulyani dengan jajaran pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sudah lebih dari 13 tahun, mantan Managing Director Bank Dunia ini memimpin kantor bendahara negara. Dinamika dan suka duka menjadi kenangan tersendiri bagi Sri Mulyani ketika tiba-tiba ia harus berhenti ditengah jalan.
Sri Mulyani telah menyerahkan jabatan Menteri Keuangan kepada Purbaya Yudhi Sadewa di ruangan aula Mezzanine, Gedung Djuanda 1 Kementerian Keuangan di Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025).
Sertijab ini digelar usai Presiden Prabowo Subianto melantik Menteri Keuangan baru di Istana Negara pada Senin (8/9/2025) kemarin.
Suasana haru, isak tangis, ucapan terima kasih, tepuk tangan hingga salam perpisahan mengiringi kepergian Sri Mulyani yang tak lagi menjabat sebagai orang nomor satu di Lapangan Banteng, sebutan kantor Kemenkeu.
Sri Mulyani hingga pegawai Kemenkeu tampak tak kuasa menahan air mata mereka.
“Terima kasih ibu,” kata para pegawai Kemenkeu melepas Sri Mulyani.
Usai acara pelepasan selesai, Sri Mulyani meninggalkan Aula Mezzanine, Gedung Djuanda 1 yang berada di lantai dua. Sambutan meriah langsung diberikan pegawai Kemenkeu mulai dari saat Sri Mulyani keluar aula sampai ke gerbang keluar gedung Kementerian.
Ratusan Pegawai Kemenkeu ramai-ramai berterima kasih dan memberi semangat kepada wanita kelahiran Bandar Lampung itu. Ikatan mereka dengan Sri Mulyani sungguh sangat besar.
Para pegawai berebut untuk bersalaman, berfoto, hingga memberi bunga. Bukan tanpa alasan, Sri Mulyani sendiri sudah mengabdi sebagai Bendahara Negara selama kurang lebih 13 tahun.
Ibu Ani, demikian akrab disapa, pertama kali menjabat Menteri Keuangan pada 2005 sampai 2010 atau pada saat kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ibu Ani dipilih lagi menjadi Menkeu pada 2016 atau pada saat Presiden Joko Widodo, dan dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjadi Menkeu hingga berakhir pada 8 September 2025.
Puncaknya saat Sri Mulyani berhenti di tangga, saat pegawai Kemenkeu memberikan pidato perpisahan dan menyanyikan lagu ‘Bahasa Kalbu’ yang dipopulerkan Ruth Sahanaya dan Titi DJ.
Tangis Sri Mulyani dan pegawai Kemenkeu tak terbendung. Tampak Sri Mulyani menyeka air matanya dan sempat bersandar di tubuh suaminya, Tonny Sumartono. Isak tangis terus terdengar sepanjang lagu itu dinyanyikan, menunjukkan eratnya ikatan antara Sri Mulyani dan insan Kemenkeu.
Setelah selesai, Sri Mulyani melanjutkan perjalanannya menuju kendaraan pribadinya. Pegawai Kemenkeu masih berebut mendekati Sri Mulyani dan berkerumun di dekatnya.
Beberapa di antaranya bahkan melepas Sri Mulyani hingga ke gerbang keluar Gedung Kementerian Keuangan. Sambil melambaikan tangan dari dalam mobilnya, Sri Mulyani akhirnya meninggalkan kantor lama tempat dia mengabdi ke Tanah Air.
Pesan Menyentuh Sri Mulyani: Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia
Dalam pidato perpisahannya, Sri Mulyani menyatakan permohonan maaf hingga memberi nasehat perpisahan kepada jajaran Kemenkeu.
Yang tak kalah mengharukan, Sri Mulyani meminta masyarakat untuk jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Wanita kelahiran Bandar Lampung itu sendiri sudah menjabat sebagai Menteri Keuangan selama kurang lebih 13 tahun lamanya.
“Salam sehat untuk seluruhnya dan sukses untuk semuanya yang hadir, dan jangan pernah lelah mencintai Indonesia, terima kasih” kata Sri Mulyani menutup pidatonya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Tak lupa Sri Mulyani memberikan nasehat agar jajaran Kemenkeu tetap menjaga keuangan negara demi kesejahteraan seluruh masyarakat. Sri Mulyani berpesan agar para karyawan menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas.
“Jalankan tugas sesuai amanah, profesional, kompeten dan jaga integritas. Bantu pimpinan baru dan terus laksanakan tugas dengan dedikasi,” tutupnya.
Sri Mulyani juga menyampaikan terima kasih untuk jajaran Kemenkeu yang telah membantu tugasnya mengelola keuangan negara. Berbagai tantangan terus hadir dan semakin rumit, namun berhasil dilewati bersama-sama.
Ia lalu menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekannya di kabinet, seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Komisi XI Muhammad Misbakhun, hingga mitra-mitra Kemenkeu dari berbagai Kementerian/Lembaga.
“Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama, dukungan, bantuan, kritikan, terutama kritikan yang membangun ke saya dan Kementerian Keuangan sehingga kita terus dapat memperbaiki kebijakan, regulasi, dan respons Kementerian Keuangan dalam menjalankan tugas negara,” beber Sri Mulyani. (tim)












