Jakarta, EDITOR.ID,- Iran gencar melakukan serangan balasan bertubi-tubi usai dihajar Israel secara tiba-tiba. Setelah serangan ratusan rudal pada Jumat dan Sabtu kemarin, negeri Ayatollah Khomaeni ini kembali menembakkan puluhan rudal jarak jauh ke ibukota Israel, Tel Aviv sejauh 2.700 kilometer. Rudal-rudal Iran tersebut menyasar dan menghancurkan sejumlah gedung.
Suasana kota Tel Aviv mencekam pada Minggu (15/6/2025) pagi hingga petang waktu setempat. Sirene peringatan serangan udara kembali menggema dan meraung-raung di berbagai penjuru Israel bagian tengah dan utara, termasuk di permukiman Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan, Galilea, dan wilayah Haifa.
Sirene Meraung-Raung Warga Ketakutan
Sirene tersebut terdengar tidak lama setelah pukul 16.00 sore waktu setempat. Israel memperingatkan kondisi akan semakin memburuk. Warga ketakutan karena bermunculan di langit rudal-rudal kiriman Iran menghantam properti di berbagai tempat.
Dalam serangan rudal kali ini, Iran menargetkan Israel bagian utara dan tengah. Kantor berita Tasnim yang berbasis di Iran mengonfirmasi serangan tersebut, menggambarkannya sebagai gelombang baru serangan rudal terhadap target-target Israel.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menginstruksikan warga tidak bepergian di daerah yang terkena dampak. Warga juga diminta tetap berada di dekat tempat berlindung alias shelter.
Media Israel melaporkan bahwa serangan terbaru tersebut mencakup serangan terhadap infrastruktur penting dan target simbolis.
Pasukan Israel Berusaha Menangkis Rudal Iran
IDF juga menyatakan sistem pertahanan Israel tengah beroperasi untuk menangkis rudal-rudal yang datang.
“Sistem pertahanan negara sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut,” ungkap IDF, seperti diberitakan CNN.
Dilansir AFP, Minggu (15/6/2025), serangan itu terjadi pada dini hari, Sabtu (14/6) waktu setempat. Kabar serangan ini diberitakan oleh TV pemerintah Iran.
“Gelombang baru Operation Honest Promise 3 dimulai beberapa menit lalu,” ujar TV pemerintah Iran dalam laporannya sekitar pukul 03:10 pagi (2340 GMT Sabtu), sambil menyiarkan gambar langsung Israel.
Operation Honest Promise 3 merupakan operasi militer serangan balasan terhadap Israel atas tewasnya beberapa tokoh militer penting di Iran.
Dikutip dari Al Jazeera, rudal Iran yang menghantam kawasan utara Israel telah menewaskan tiga orang. Beberapa korban lainnya juga dikhawatirkan masih terjebak di reruntuhan akibat serangan tersebut.
Serangan Israel Hantam Kilang Minyak Shahran, Api Membakar Besar
Sementara itu di Iran, kebakaran dilaporkan terjadi di fasilitas minyak Shahran di Teheran. Lokasi itu menjadi salah satu titik terbaru yang diserang Israel setelah nyaris tiga hari meluncurkan serangan.
Pemerintah Iran hingga kini terus melakukan upaya pengendalian kebakaran, termasuk dengan mengirim petugas untuk memadamkan api di kilang minyak tersebut.
Iran juga mengancam siap memperpanjang dan meningkatkan eskalasi serangannya terhadap Israel bila negara Zionis itu tetap melanjutkan peperangan yang sudah terjadi selama beberapa hari terakhir.
Hal itu diungkap oleh kantor humas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pernyataan pada Minggu (15/9/2025) waktu Indonesia setelah gelombang serangan baru antar kedua negara.
Iran Targetkan Hajar Produksi BBM Jet Tempur dan Pasokan Energi Militer
IRGC menambahkan serangan Iran terhadap Israel akan menargetkan “fasilitas produksi bahan bakar untuk jet tempur dan pusat pasokan energi” dan operasi tersebut akan melibatkan sejumlah besar pesawat nirawak dan rudal.
CNN menyebut belum bisa memverifikasi klaim IRGC tersebut secara independen. Namun hal senada juga diungkapkan seorang sumber kepada Al Jazeera.

Perang Iran dan Israel pecah setelah kedua negara saling meluncurkan serangan sejak Jumat (13/6/2025). Situasi itu dipicu serangan Israel yang menargetkan fasilitas militer, pejabat militer, fasilitas nuklir, dan ilmuwan nuklir Iran.
Iran kemudian menyatakan serangan Israel tersebut merupakan bentuk deklarasi perang. Negara Timur Tengah itu lantas melancarkan serangan balasan secara bertubi-tubi terhadap objek vital Israel.
Serangan ini terjadi setelah kantor berita resmi Iran mengatakan pasukan Iran melakukan serangan yang menargetkan Israel Sabtu (14/6) malam, dengan mengatakan mereka telah menargetkan target militer.
Channel 13 Israel melaporkan, rudal tersebut dilaporkan menghantam kota pesisir utara Haifa dan kota tetangga Tamra.
Militer Israel mengatakan Iran telah meluncurkan salvo rudal baru pada hari Sabtu (14/6). Israel mendesak warga untuk pergi ke tempat perlindungan.
“Beberapa saat yang lalu, IDF (militer) mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut,” kata militer.
“Setelah menerima peringatan, masyarakat diinstruksikan untuk memasuki ruang yang dilindungi dan tetap di sana sampai pemberitahuan lebih lanjut.”
Militer Israel mengeklaim bahwa mereka telah mendeteksi 50 misil yang diluncurkan dari Iran menuju kota Haifa dan Tel Aviv. (tim)












