Iran Bolehkan Kapal BBM China, India, Malaysia Lintasi Selat Hormuz, Indonesia Masih Dilarang, Kenapa?

Iran belum membuka selat Hormuz untuk Indonesia. Terkait hal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendapatkan tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk mencari minyak mentah (crude) dari berbagai negara.

Ilustrasi Kapal Tanker Berlayar Melintasi Selat Hormuz yang menjadi wilayah Perairan Iran

Jakarta, EDITOR.ID,- Otoritas Iran telah mengizinkan kapal-kapal tanker minyak dari sejumlah negara secara terbatas melintasi Selat Hormuz saat perang berkecamuk antara Teheran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kapal yang diizinkan melintas harus berasal dari negara yang dianggap bersahabat. Mereka adalah China, Pakistan, India, Iraq dan Malaysia. Namun sayangnya kapal BBM Indonesia masih tidak diijinkan melintasi Selat Hormuz. Ada apa?

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi telah memastikan bahwa pada Senin (16/3) waktu setempat sejumlah kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz telah diizinkan untuk lewat.

Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan ditutup untuk “musuh-musuh dan pihak-pihak yang mendukung agresi mereka”.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan penegasan serupa dalam pernyataan terpisah yang dikutip media lokal Teheran.

“Kapal-kapal milik negara-negara yang tidak terlibat dalam perang telah diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz dengan koordinasi dan izin dari militer Iran,” kata Baghaei dalam pernyataannya.

Penegasan itu disampaikan saat perang antara AS-Israel dan Iran secara efektif menghentikan sebagian besar lalu lintas pelayaran melintasi Selat Hormuz. Hal tersebut membuat kapal tanker dan kapal-kapal lainnya terdampar dan memicu kekhawatiran atas pasokan energi global.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan penting dan strategis untuk pasokan energi global. Selat ini dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair (LNS) global, sehingga setiap gangguan menjadi kekhawatiran utama bagi pasar energi.

Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya ditutup untuk “musuh”.  Iran mengijinkan kapal tanker minyak dari negara sahabat melintasi Selat Hormuz. Salah satunya India.

Hal ini diungkap langsung akun media sosial X milik Konsulat Jenderal Iran di Mumbai yang mengutip pernyataan Abbas Araghchi. Dalam unggahan tersebut tercatat lima negara mendapat lampu hijau untuk melintasi Selat Hormuz.

“Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi: Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan,” tulis unggahan tersebut, dikutip dari The Economic Times, Kamis (26/3/2026).

Iran Hormati PBB

Pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi muncul setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz. Dalam unggahan di X, ia mengatakan, penutupan berkepanjangan Selat Hormuz telah menghambat pasokan minyak, gas, dan pupuk pada momen penting musim tanam global.

“Di seluruh kawasan dan sekitarnya, warga sipil mengalami dampak serius dan hidup dalam ketidakamanan yang mendalam. PBB bekerja untuk meminimalkan dampak perang. Dan cara terbaik untuk meminimalkan dampak tersebut sudah jelas: akhiri perang sekarang juga,” sebut Guterres.

Guterres juga mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk mengakhiri perang di Asia Barat. Ia menyinggung bahwa perang hanya menimbulkan penderitaan yang lebih dalam bagi masyarakat.

“Pesan saya kepada Amerika Serikat dan Israel adalah sudah saatnya mengakhiri perang, di tengah penderitaan manusia yang semakin dalam, korban sipil yang terus bertambah, serta dampak ekonomi global yang semakin besar. Pesan saya kepada Iran adalah menghentikan serangan terhadap negara tetangga yang tidak terlibat dalam konflik,” ujarnya.

Sebelumnya pada 25 Maret, misi Iran di New York menyatakan akan mengizinkan kapal yang disebut sebagai “kapal yang tidak bermusuhan” untuk melintas di Selat Hormuz. Syaratnya kapal tersebut berasal dari negara yang tidak terlibat atau mendukung tindakan agresi terhadap Iran, serta sepenuhnya mematuhi aturan keselamatan dan keamanan yang ditetapkan.

Iran Ijinkan Kapal dari Negara yang Tak Terlibat Perang

Otoritas Iran, seperti dilansir TRT World, Selasa (17/3/2026), mengatakan bahwa kapal dari negara-negara yang tidak terlibat perang diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz.

Mereka bisa mendapat akses ke jalur aman melalui Selat Hormuz dengan koordinasi bersama otoritas militer Teheran yang berwenang meski masih banyak gangguan. Dewan Pertahanan Iran juga menegaskan bahwa pelayaran kapal yang dianggap bukan musuh di Selat Hormuz kini wajib melalui koordinasi terlebih dahulu dengan otoritas Iran.

Sejak diserang secara besar-besaran oleh AS dan Israel lebih dari dua pekan lalu, Iran telah berulang kali menggempur target-target di Israel, pangkalan AS dan infrastruktur energi di negara-negara Teluk dengan rudal dan drone.

Pada saat yang sama, lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz melambat, yang memicu kekhawatiran krisis energi global yang lebih luas. Namun, beberapa kapal telah diizinkan untuk melintas dalam beberapa hari terakhir, yang menunjukkan bahwa Iran mungkin secara selektif mengizinkan perlintasan terbatas.

Kapal Tanker Minyak India, Pakistan dan China Mulai Melintasi Selat Hormuz

Laporan menyebutkan bahwa kapal-kapal tanker dari India, Pakistan, Bangladesh, dan Turki diperbolehkan melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Otoritas India mengatakan bahwa dua kapal tanker mereka yang mengangkut gas minyak cair (LPG) berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat pada Sabtu (14/3) pagi.

Sebuah kapal tanker berbendera Pakistan, yang bernama Karachi dan dioperasikan Perusahaan Pelayaran Nasional Pakistan, menyelesaikan perjalanannya melintasi Selat Hormuz pada Minggu (15/3).

Satu kapal berbendera Turki, bernama Rozana, juga telah diizinkan melintasi Selat Hormuz setelah Ankara mendapat izin dari otoritas Teheran.

Malaysia Diizinkan Lewat Selat Hormuz

Kapal tanker Malaysia diizinkan melewati Selat Hormuz. Hal itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dalam pidato yang disiarkan di televisi.

Anwar berterima kasih ke Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena telah mengizinkan kapal-kapal Malaysia melewati Selat Hormuz. Keputusan itu merupakan hasil dari berbicara dengan para pemimpin Iran, Mesir, Turki dan negara-negara regional lainnya.

“Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang,” kata Anwar dikutip dari Reuters, Kamis (26/3/2026).

Anwar menjelaskan, pihaknya telah berbicara dengan Iran dan negara-negara lain sebagai upaya untuk memfasilitasi perdamaian di Timur Tengah.

“Tetapi ini tidak mudah, karena Iran merasa telah berulang kali ditipu dan merasa sulit untuk menerima langkah-langkah menuju perdamaian tanpa jaminan keamanan yang jelas dan mengikat bagi negara mereka,” ujar dia.

Indonesia Belum Boleh Lewat Selat Hormuz, Kenapa

Iran belum membuka selat Hormuz untuk Indonesia. Terkait hal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendapatkan tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk mencari minyak mentah (crude) dari berbagai negara.

Langkah mencari minyak mentah dari berbagai negara itu dilakukan sebagai antisipasi dampak perang di Timur Tengah terhadap pasokan energi.

“Atas dasar itu bahwa Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita,” kata Bahlil saat melakukan sidak di SPBU Colomadu, Jawa Tengah, dikutip dari keterangan Kementerian ESDM, Kamis (26/3/2026).

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah bakal terus berupaya menjaga pasokan, cadangan energi, serta stabilitas harga di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah yang hampir semua negara terkena dampaknya.

Menurut Bahlil, konflik yang terjadi saat ini belum ada yang mengetahui kapan berakhirnya. Meski demikian, ia memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), baik bensin maupun solar, serta LPG, dalam kondisi aman saat ini.

“Dalam berbagai kesempatan sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena tetapi kita bersyukur kepada Allah atas perintah Bapak Presiden dan dukungan rakyat hari ini BBM di negara kita tercinta baik daripada bensin, solar maupun LPG terpenuhi dengan baik,” ujar Bahlil.

“Saya memohon dukungan dari semua rakyat Indonesia. Masalah ini tidak hanya masalah pemerintah tapi masalah kita semua. Saya memohon, menyarankan agar ayo kita harus memakai energi dengan bijak. Dengan bijak yang tidak perlu saya sarankan jangan,” imbuhnya. ***

Leave a Reply