EDITOR.ID, Jakarta,- Bagi Anda yang sering tidak menerima nasihat dari orang lain, inilah tips menerima nasihat dari Imam Al-Ghazali yang wajib Anda ketahui. Menasihati orang lain mudah dan ringan. Tetapi, menerima nasihat itu berat, perlu jihad. Banyak dari Anda menyadari bahwa nasihat orang lain itu benar.
Anda mengakui bahwa apa yang disampaikan orang lain mengenai kekurangan sebagai nasihat yang tulus itu mengandung kebenaran.
Tetapi Anda didorong oleh nafsu dan ego mengingkarinya. Ketika diberitahu kekurangan Anda, Anda cenderung menolak, resisten, dan reaktif. Anda tidak segera merendahkan hati untuk mendengarkan nasihat orang tua, sahabat dekat, atau saudara yang menghendaki kebaikan diri.
Sebaliknya, Anda terlalu tinggi hati untuk menerima catatan-catatan nasihat orang lain untuk kebaikan diri ke depan.
Dilansir dari website NU Online, Imam Al-Ghazali mengutarakan tips agar mudah, ringan, ikhlas, lapang dada, dan rendah hati dalam menerima masukan dan nasihat orang lain. Imam Al-Ghazali mengajak Anda untuk mengubah cara pandang atas nasihat.
Menurutnya, nasihat itu jangan dianggap pelajaran atau dikte yang menggurui. Anggap saja nasihat sebagai suara yang mengingatkan pada hewan berbisa di balik pakaian yang jelas membahayakan.
?Akhlak tercela adalah ular dan kalajengking berbisa yang menyengat. Kalau ada seseorang memberi tahu bahwa di balik pakaian terdapat kalajengking, niscaya Anda akan menerimanya sebagai anugerah dan merasa senang dengan itu, lalu kita mulai menyingkirkan, menjauhkan, dan membunuh hewan berbisa tersebut,? (Abu Hamid Al-Ghazali, Ihya? Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439 H-1440 H], juz III, halaman 69).
Tetapi, kebanyakan Anda, kata Imam Al-Ghazali, membenci habis-habisan orang yang menasihati dan memberitahu kekurangan Anda.
Kalau ada anggapan demikian pada diri Anda, maka fenomena itu menunjukkan kelemahan iman Anda. Anda menjadi dendam dan naik pitam terhadap orang sekitar yang menasihati Anda.
Semoga Allah membimbing Anda untuk rendah hati mendengarkan dan menerima nasihat orang lain (orang tua, saudara, sahabat, tetangga, dan lainnya), serta berterima kasih kepada mereka yang telah sudi memberikan catatan atas kekurangan diri Anda. (tim)












