Dua indera ini dikhususkan karena menjadi kunci bagi kita untuk dapat memahami ayat-ayat Allah SWT. Demikian pula dengan mata kita bisa melihat kebenaran dan dengan telinga kita dapat mendengar kebenaran.
Itulah keutamaan meminta agar diberikan kesehatan oleh Allah SWT, agar seseorang dapat senantiasa menambah kebaikan dan selalu taat kepada-Nya. Sebenarnya doa Allahumma afini fi badani juga merupakan termasuk doa yang dibaca sebagai doa ketika sakit atau doa memohon kesembuhan.
Namun, dalam keadaan sehat pun doa ini dapat dibaca sebagai doa harian. Bahkan Rasulullah SAW membaca doa iini di waktu pagi dan petang.
Doa Ketiga
Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan kepada kita melalui para sahabatnya, doa apa yang harus dibaca ketika tubuh mengalami kesakitan. Misalnya saja saat bagian dada (paru-paru dan jantung), kepala (sakit kepala atau migrain), sakit perut (lambung/maag), dan sejenisnya, maka Rasulullah menganjurkan untuk membaca doa berikut ini:
Letakkan tanganmu pada tempat yang sakit dan bacalah Bismillah tiga kali, lalu bacalah “A’uudzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru” (Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan)” (HR. Muslim)
Doa yang sama juga diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya, sebagaimana dijelaskan dalam Syarah Hisnul Muslim. Dikisahkan bahwa pada suatu hari seorang sahabat bernama Utsman bin Al Ash r.a datang kepada Rasulullah karena merasa sakit pada salah satu bagian tubuhnya.
Kemudian Rasulullah mengajarkan doa dan cara tersebut. Nabi memerintahkan Utsman bin Al Ash meletakkan tangan pada tempat yang sakit, kemudian membaca Bismillah sebanyak tiga kali dan membaca doa di atas sebanyak tujuh kali. Atas kehendak Allah, Utsman bin Al Ash sembuh dari penyakitnya.
Selain berupaya menyembuhkan penyakit dengan bantuan dokter. kita juga perlu membarenginya dengan doa kepada Allah. Karena semua obat dan dokter hanyalah perantara, sementara Allah lah yang memiliki ketetapan. Dan Atas Ijin Allah Sakit kita bisa hilang. (tim)












