Ini Profil Bomber SMAN 72, Suka Akses Dark Web Belajar Rakit Bom dari Internet

Pelaku ledakan itu sendiri merupakan siswa di SMAN 72 Jakarta. Densus 88 Antiteror Polri menyebut pelaku kerap mengakses situs gelap atau dark web. Pelaku disebut merakit sendiri peledak dengan mengakses cara-caranya di internet.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri Menjelasan Perkembangan Kasus Ledakan SMAN 72 Jakarta Utara dalam Konferensi Pers di Mapolda Metro Jaya Sumber Foto : Tangkapan Layar Kompas TV di Youtube

Jakarta, EDITOR.ID,- Polda Metro Jaya akhirnya membeberkan kasus ledakan dahsyat di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengungkap sosok pelaku ledakan merupakan pribadi yang tertutup, menyukai konten kekerasan dan hal-hal ekstrem. Kini pelaku ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum.

“Berdasarkan keterangan yang kami himpun, ABH yang terlibat dalam kasus ledakan ini dikenal sebagai pribadi yang tertutup, jarang bergaul, dan dia juga memiliki ketertarikan pada konten kekerasan, serta hal-hal yang ekstrem,” ujar Irjen Asep dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025).

Lebih lanjut Irjen Pol Asep Edi Suheri menjelaskan bahwa siswa Pelaku peledakan saat ini sudah ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH).

“Dari hasil sidik sementara anak yang berkonflik dengan hukum atau ABH yang terlibat dalam ledakan merupakan siswa SMA aktif bertindak secara mandiri, tak berhubungan dengan jaringan teror tertentu,” paparnya.

Pelaku Suka Akses Dark Web dan Belajar Rakit Bom dari Internet

Pelaku ledakan itu sendiri merupakan siswa di SMAN 72 Jakarta. Densus 88 Antiteror Polri menyebut pelaku kerap mengakses situs gelap atau dark web. Pelaku disebut merakit sendiri peledak dengan mengakses cara-caranya di internet.

Selain itu, Densus88 juga telah menganalisis rekaman CCTV hingga ponsel pelaku. Hal itu untuk mengetahui aktifitas daring pelaku di internet.

“Untuk mendalami motif dan latar belakang yang bersangkutan,” ucapnya.

Polisi Temukan 7 Bahan Peledak

Polisi menemukan tujuh peledak di SMAN 72 Jakarta, empat di antaranya meledak. Polisi juga sudah menggeledah rumah siswa pelaku dan menyita beberapa alat bukti.

Sejauh ini Polisi telah melakukan pemeriksaan 16 orang saksi terdiri dari para korban, guru, pelaku, dan keluarga pelaku. Polisi juga telah memeriksa bahan peledak yang digunakan guna memastikan jenis dan daya ledaknya.

“Dari Puslabfor Mabes Polri, Direskrimum Polda Merto Jaya dan Satreskrim Polres Jakut telah melakukan penggeledahan di rumah ABH,” terangnya.

96 Orang Jadi Korban Ledakan, 3 Luka Berat

Irjen Asep mengatakan total ada 96 korban ledakan. Sebanyak 3 orang di antaranya mengalami luka berat.

“Total korban akibat peristiwa tersebut tercatat sebanyak 96 orang dengan rincian 67 orang luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 orang luka berat,” katanya.

Menurut Kapolda, jumlah korban ini mengalami sedikit penambahan dari data awal karena ada beberapa siswa yang baru melaporkan keluhan luka dan gangguan pendengaran setelah beberapa hari kejadian.

Para korban dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, yaitu RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi, RS Pertamina, Balai Kesehatan Lantamal, Puskesmas Kelapa Gading, dan RS Polri Kelapa Gading.

Hingga kini, masih ada sejumlah korban yang dirawat di rumah sakit. Pelaku juga masih dirawat. Polri bersama stakeholder terkait terus memantau para korban dan memberikan trauma healing usai insiden tersebut.

Kapolda mengatakan, berdasarkan data per hari ini pukul 12.30 WIB, 68 korban telah diperbolehkan pulang. Mereka sebelumnya dirawat di RS Pertamina, Balai Kesehatan Lantamal, dan Puskesmas Kelapa Gading.

“Sedangkan 28 orang lainnya masih menjalani perawatan dengan rincian 13 orang di RS Islam, 1 orang di RS Polri, dan 14 orang di RS Yarsi,” katanya.

Untuk diketahui, ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada Jumat (7/11) siang saat prosesi salat Jumat. ***

Leave a Reply