Ingat! Hari Ini Sanksi Tilang Mulai Berlaku

  • Bagikan
ilustrasi polisi memeriksa ganjil genap foto ceklisatu
ilustrasi polisi memeriksa ganjil genap foto ceklisatu

EDITOR.ID, Jakarta,- Hari ini kebijakan ganjil genap di 13 kawasan perluasan di Jakarta mulai diberlakukan. Sehingga tak ada lagi toleransi dari petugas. Jika ada kendaraan ganjil yang hari ini masuk kawasan maka polisi tak segan-segan langsung akan memberikan sanksi tilang.

Bagi pelanggar pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan sistem nomor pelat ganjil dan genap di kawasan Jakarta mulai hari ini Kamis (28/10/2021) akan langsung diterapkan hukuman tilang.

Hal ini mengacu pada Pasal 287 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yakni denda maksimal Rp 500.000.

Selama tiga hari terakhir, polisi telah melakukan sosialisasi sistem ganjil genap di kawasan Jakarta.

Seperti diketahui, sistem ganjil genap diberlakukan di 13 ruas jalan di Jakarta setiap Senin-Jumat pada pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB.

Ada dua cara penindakan tilang terhadap pelanggar ganjil genap yakni secara langsung maupun dengan sistem kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Para pelanggar yang terlihat oleh petugas yang berjaga akan ditindak secara langsung.

Apabila pelanggar ganjil genap terekam oleh kamera ETLE, maka surat tilang akan dikirim ke alamat yang surat kendaraan.

Berikut daftar 13 titik jalan yang diberlakukan sistem ganjil genap:

  1. Jalan Sudirman

  2. Jalan MH Thamrin

  3. Jalan Rasuna Said

  4. Jalan Fatmawati

  5. Jalan Panglima Polim

  6. Jalan Sisingamangaraja

  7. Jalan MT Haryono

  8. Jalan Gatot Subroto

  9. Jalan S Parman

  10. Jalan Panjaitan

  11. Jalan Gunung Sahari

  12. Jalan Tomang Raya

  13. Jalan Ahmad Yani

Jenis Kendaraan yang Dikecualikan

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, ada beberapa jenis kendaraan yang dikecualikan dalam aturan ganjil genap.

“Ada 17 jenis kendaraan yang dikecualikan melintas di area ganjil genap,” ucapnya di Polda Metro Jaya, Jumat (22/10/2021) sebagaimana dilansir Tribunnews.com.

Syafrin bilang, kendaraan bertanda khusus yang membawa disabilitas masuk dalam jenis daftar yang dikecualikan.

“Kendaraan berpelat kuning, kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik, kendaraan pengangkut bahan bakar minyak atau bahan gas juga dikecualikan,” ujarnya.

Kendaraan untuk keadaan darurat seperti pemadam kebakaran dan ambulans juga bebas dari aturan ganjil genap ini.

Tak hanya itu, kendaraan atau mobil listrik juga dikecualikan dalam aturan pembatasan kendaraan.

Selanjutnya, kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, mulai dari presiden dan wakil presiden; Ketua MPR, DPR, dan DPRD; hingga Ketua Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Yudisial (MY), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kendaraan dinas operasional berpelat merah dan TNI-Polri, serta kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing dan lembaga internasional yang menjadi tamu negara juga dikecualikan,” tuturnya.

Kemudian, kendaraan untuk pertolongan pada kecelakaan lalu lintas, kendaraan petugas Covid-19 selama masa bencana Covid, kendaraan mobilisasi pasien Covid-19, kendaraan mobilisasi vaksin, kendaraan pengangkut tabung oksigen, dan kendaraan barang angkut logistik juga termasuk yang dikecualikan.

“Terakhir, kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan Polri, seperti kendaraan mengangkut uang dengan pengawasan penuh rekan kepolisian,” tuturnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menegaskan, kendaraan dinas yang dikecualikan hanya yang berpelat merah dan pelat dinas TNI-Polri.

“Kendaraan berpelat khusus seperti RF selama dia menggunakan pelat hitam maka dia terkena aturan ganjil genap,” kata dia.

“Yang dikecualikan adalah pelat merah dan pelat dinas institusi TNI-Polri,” sambungnya. (tim)

 115 Total Pengunjung,  2 Pembaca Hari ini

Settia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan