Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memuji dan mengapresiasi kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai lembaga ini menangkap Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) yang juga mantan Ketua Jokowimania, Immanuel Ebenezer alias Noel.
Jokowi menegaskan dirinya menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan. Hal ini disampaikan Jokowi saat menanggapi OTT KPK terhadap Noel yang juga politisi Partai Gerindra dan Ketua Prabowo Mania itu.
“Saya sangat mengapresiasi kerja baik dari KPK dan kita semua harus menghormati proses hukum yang ada. Ikuti saja,” kata Jokowi di Solo, Jumat (22/8/2025).
Sebab, Noel merupakan Ketua Relawan Umum Jokowi Mania Nusantara (Joman), kelompok relawan yang memberikan dukungan terhadap Jokowi pada Pilpres 2019.
Meski memiliki hubungan dekat, Jokowi menegaskan sikapnya tidak berubah. Ia meminta agar proses hukum terhadap Noel tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Ya ikuti proses hukum yang ada,” tegas Jokowi.
Relawan Jokowi dan Prabowo Dukung OTT KPK di Kemenaker
Keberhasilan KPK menangkap Noel dalam OTT juga mendapat pujian dari Relawan pendukung Jokowi dan Prabowo Subianto, Relly Reagen Legowo. Ia mendukung KPK melakukan OTT terhadap Wamenaker sekaligus Ketua Umum Prabowo Mania 08 Immanuel Ebenezer.
Namun, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Bara JP itu meminta KPK tetap melihat asas praduga tidak bersalah.
“Langkah KPK kami dukung, tapi asas praduga tak bersalah juga,” kata dia dalam pesan singkat, Kamis, 21 Agustus 2025. Reagen prihatin dengan kondisi ini. Dia berharap KPK juga serius menangani kasus-kasus besar. “Jangan kalah dengan kejaksaan agung.”
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Prabowo Mania Andi Azwan baru mengetahui adanya operasi tangkap tangan itu. Dia sedang mengecek apa masalahnya.
Meski begitu, dia mengatakan Prabowo Mania mendukung KPK menangkap anak bangsa yang melakukan dugaan korupsi dan suap. “Kami akan mendukung KPK siapa pun anak bangsa yang melakukan tindakan korupsi, suap. Mereka harus ditangkap aparat hukum KPK, polisi, dan jaksa,” kata Andi.
Prabowo Mania saat ini belum mengambil langkah apakah akan mengawal atau tidak kasus Immanuel. Prabowo Mania masih menunggu keterangan resmi dari KPK. Meski begitu, dia mengatakan Prabowo Maniansiap memberikan semangat kepada Immanuel.
“Kami siap memberikan semangat kepada Noel untuk menghadapi semua masalahnya,” kata dia.
KPK melakukan operasi tangkap tangan di Kementerian Ketenagakerjaan. Wakil Ketua KPK Fitroh Cahyanto membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Benar, ada giat tangkap tangan,” kata Fitroh kepada Tempo pada Kamis, 21 Agutus 2025.
Fitroh juga membenarkan bahwa salah seorang yang ditangkap adalah Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau yang biasa disapa Noel.
Tiga aparat penegak hukum mengatakan, dalam OTT tersebut KPK menggulung sekitar 20 orang. Selain Immanuel, ada juga pejabat eselon II di Kementerian Ketenagakerjaan.
Noel Minta Amnesti ke Prabowo
Noel menaruh harapan kepada Presiden Prabowo untuk bisa memberi amnesti padanya. Noel merujuk pada kasus hukum yang menimpa Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto yang diberikan amnesti dari Presiden Prabowo. Serta, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong yang diberikan abolisi.
“Semoga saya, semoga saya mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo,” kata Noel saat masuk ke dalam mobil tahanan yang terparkir di Gedung Merah Putih KPK.
Pemerasan Rp 3 Miliar
Ketua KPK Setyo Budiyanto menjelaskan, Immanuel Ebenezer diduga menerima aliran dana sebesar Rp 3 miliar dari pengurusan sertifikasi K3 yang dilakukan oleh Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3).
Total ada 11 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka kini menjalani penahanan 20 hari pertama di Rutan KPK.
Daftar tersangka pemerasan sertifikasi K3 Kemenaker:
- Irvan Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 2022-2025
- Gerry Aditya Herwanto Putra, Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja 2022-sekarang
- Subhan Subkoordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3 tahun 2020-2025
- Anitasari Kusumawati, Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020-sekarang
- Immanuel Ebenezer Gerungan, Wamenaker
- Fahrurozi, Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025-sekarang
- Hery Susanto, Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021-Februari 2025
- Sekarsari, Kartika Putri Subkoordinator
- Supriadi, Koordinator
- Temurila, PT KEM Indonesia
- Miki Mahfud, PT KEM Indonesia. (tim)












